Jumat, 05 Januari 2018

The Dark Side of German Empire: Herero & Nama Genocide

Loading...

Pada tahun 1904 pemerintah kolonial Jerman melakukan genosida terhadap penduduk etnis Herero dan Nama yang mendiami wilayah Namibia di Afrika. Genosida yang terjadi pada ini bermula ketika Kekaisaran Jerman mendirikan koloni di wilayah Namibia pada 1884.
Sementara itu di Namibia juga berkuasa kelompok etnis Herero dan Nama, kehadiran pemerintah kolonial Jerman di Namibia menimbulkan rasa tidak suka dari etnis Herero dan Nama karena pemerintah kolonial kerap menindas dan memperbudak orang etnis tersebut selain itu pemerintah kolonial Jerman juga mengambil tanah dan merampas sapi milik etnis Herero dan Nama yang sebagian besar penduduknya ada peternak sapi. Penindasan ini berujung pada pemberontakan yang dilakukan oleh etnis Nama pada 1903 dan setahun kemudian etnis Herero juga bergabung dalam pemberontakan tersebut.
Pada 12 Januari 1904 prajurit Herero mengepung kota Okahandja dan membunuh 123 penduduk kota tersebut. Pada bulan April 1904 tentara kolonial Jerman yang dipimpin oleh Mayor Theodor Leutwein kembali dikalahkan oleh prajurit Herero setelah kekalahan tersebut atas perintah Kaisar Wilhelm II, jabatan Leutwein sebagai pemimpin tentara kolonial Jerman di Namibia digantikan oleh Jendral Lothar von Trotha. Trotha pun memulai kampanye agresifnya untuk menghabisi pemberontak Herero.
Pada tanggal 11 Agustus 1904, 1500 prajurit kolonial Jerman yang dilengkapi meriam dan senapan mesin Maxim menyerang posisi perkemahan Herero di Waterberg yang dihuni oleh 40.000 penduduk yang 5000 diantaranya adalah prajurit bersenjata. Berkat gempuran meriam dan tembakan senapan mesin Jerman, sebagian penduduk etnis Herero terbunuh sedangkan sisanya melarikan diri. Prajurit Jerman berusaha mengejar sisa-sisa penduduk etnis Herero namun karena prajurit yang kelelahan Jendral Throtha menghentikan pengejarannya.
Sisa penduduk yang berhasil melarikan diri, melakukan perjalanan panjang untuk pindah ke wilayah kolonial Inggris di Bostwana namun yang berhasil sampai ke Bostwana kurang dari 1000 orang, kebanyakan dari mereka tewas karena kelelahan atau tertangkap prajurit kolonial Jerman. Pria etnis Herero yang tertangkap langsung dieksekusi ditempat sedangkan anak-anak dan wanita dibawa ke kamp konsentrasi untuk dijadikan buruh paksa. Para tahanan di kamp konsentrasi banyak yang tewas karena penyakit, kelelahan, dan kekurangan nutrisi karena jarang diberi makanan. Tak jarang pula para buruh paksa dari etnis Herero yang ditembak, digantung, atau dipenggal.
Nasib sama juga menimpa etnis Nama dimana pemberontakan mereka juga berhasil ditumpas lalu para penduduknya dibantai dan digiring ke kamp konsentrasi oleh pemerintah kolonial Jerman. Banyak sejarawan yang menilai bahwa pembantaian massal terhadap etnis Herero dan Nama adalah tindakan genosida dimana sebagian besar penduduk etnis Herero dan Nama yang hidup di Namibia tewas walalupun jumlah pasti korban genosida ini tidak diketahui.

Sumber: OA Line Historypedia (Wellesley/Wellington)

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon