Rabu, 10 Januari 2018

Sejarah Penyakit Kanker

Loading...


Kanker dipercaya sudah ada sejak manusia ada. Salah satu catatan tertua ttg kanker dari buku Herodotus, The Histories, yg menceritakan Ratu Atossa yg terkena kanker payudara sekitar tahun 500 SM. Atossa merupakan istri Darius, raja Persia, dan juga merupakan ibunya Xerxes. Saat itu Atossa menyadari terdapat benjolan berdarah di payudaranya. Akhirnya payudaranya dipotong dengan bantuan seorang budak Yunani, Democedes.

Jadi kanker sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Tapi pemahaman manusia ttg suatu penyakit, termasuk kanker, terus berubah seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan.

Teori pertama ttg kanker dicetuskan oleh Galen, dokter Yunani-Romawi 160 SM, yg mengungkapkan bahwa kanker disebabkan oleh cairan empedu hitam yg terperangkap. Baru pada abad ke-16, teori Galen terbantahkan oleh Vesalius yg mengotopsi mayat penderita kanker. Vesalius ga menemukan cairan empedu hitam di tumor maupun tubuh mayat tsb. Setelah itu, para ilmuwan menyangka bahwa kanker disebabkan oleh miasma, yaitu uap/kabut beracun yang berisi penyakit.

Tahun 1840, Rodolf Virchow melakukan investigasi kanker menggunakan mikroskop. Teori sel Virchow menyatakan bahwa setiap sel berasal dari sel lainnya. Ketika dia meneliti jaringan tumor, dia menemukan bahwa jaringan tsb berisi sel tubuh sendiri yg sangat banyak. Dari situ, dia menyimpulkan bahwa kanker muncul dan dibuat oleh sel tubuh sendiri.

Apa yg membuat sel kanker sangat mematikan? Sel kanker ga menua (sedangkan sel normal menua) dan ga berhenti mereplikasi, akibat bermutasinya gen yg bertugas mengontrol pertumbuhan. Kombinasi keduanya membuat sel kanker sangat mematikan & sulit dilawan. Jadi kanker lebih ke “nasib apes” akibat gen pertumbuhan yg bermutasi.

Meski begitu, zat di luar tubuh juga bisa menyebabkan tumbuhnya sel kanker. Kok bisa? Pertama, beberapa toksin (misal asap rokok) dapat secara langsung mempengaruhi DNA (mutagen). Zat yg dapat menyebabkan kanker tsb disebut karsinogen. Kedua toksin tertentu dapat mengganggu sistem imun shg tidak mampu melawan potensi kanker.

Risiko kanker juga bisa meningkat akibat adanya infeksi, radiasi, hormon & keturunan.


Sumber: Instagram @zeniuseducation 

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon