Sabtu, 20 Januari 2018

Sejarah Hari Olahraga Nasional: Tonggak Awal Bersatunya Olahraga


Peringatan Hari Olahragara Nasional sangatlah penting bagi bangsa Indonesia, karena melalui olahraga bangsa Indonesia yang berbeda macam suku bangsa, agama maupun ras dapat bersatu padu dengan mengesampingkan segala perbedaan. Melalui olahraga bangsa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain hingga mencapai prestasi-prestasi yang membanggakan. Namun, tahukan kalian bahwa peringatan Hari Olahraga Nasional ini dapat dilihat dari sejarah awal diadakannya peringatan hari tersebut. Peringatan hari tersebut sangat berkaitangan dengan martabat bangsa Indonesia di mata dunia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat

Berdasarkan sejarah awal munculnya hari Olahraga Nasional itu berkaitan dengan munculnya sebuah wadah kompetisi olahraga di Indonesia yang bernama Pekan Olahraga Nasional (PON). Pekan Olahraga Nasional diadakan pertama kali di kota Solo pada tanggal 9-12 september 1948 yang dibuka oleh Ir Sukarno. Munculnya gagasan PON dilatarbelakangi oleh ditolaknya para kontingen atlet olahraga Indonesia untuk mengikuti event Olimpiade ke-14 di London, Inggris. Penolakan para kontingen Indonesia tidak terlepas dari unsur politis, yaitu mengenai permasalahan kedaulatan Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa pada tahun 1948, Indonesia sedang mengalami masalah kedaulatan dengan Belanda yang berupaya untuk kembali mengusai Indonesia. Selain itu, kemerdekaan maupun kedaulatan Indonesia pun saat itu belum diakui sebagian besar negara termasuk sekutu-sekutu Belanda yang salah satunya adalah Inggris, kedekatan Inggris dan Belanda semakin mempersulit Indonesia untuk mengikuti olimpiade. Negara Inggris selaku tuan rumah olimpiade menolaj keikutsertaan Indonesia dengan alasan belum memiliki prestasi yang baik dalam olagraga dikarenakan baru saja merdeka

Ditolaknya Indonesia untuk mengikuti olimpiade sangatlah disayangkan, sebab dengan mengikuti olimpiade akan menjadikan Indonesia mampu menunjukan kemerdekaan dan kedaulatannya pada dunia. Indonesia yang kecewa dan merasa tersinggung dengan penolakan Indonesia dalam olimpiade membuat Indonesia tidak tinggal diam. Melalui organisasi Persatuan Olahraga Indonesia, mereka menggelar sebuah konferensi untuk membuat sebuah kompetisi yang dikenal dengan nama Pekan Olahraga Nasional (PON). Kota Solo dipilih sebagai tuan rumah dan PON diselenggarakan pada tanggal 9 -12 September dengan memperlombakan 9 cabang Olahraga yang diikuti 600 atlet. Dalam penyelenggaraan PON ini diikuti oleh 12 kota di Indonesia yaitu Solo, Yogyakarta, Bandung, Madiun, Magelang, Malang, Semarang, Pati, Jakartam Kedu, Banyuwangi dan Surabaya. PON ini dijuarai oleh tuan rumah Solo dengan 16 medali emas. 10 medali perak, dan 10 medali perunggu.


Berakhirnya penyelanggaraan PON pertama, telah membuktikan bahwa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat mampu menciptakan event olahrga besar yang tidak kalah dengan olimpiade yang juga memperlombakan berbagai cabang olahraga. Tanggal 9 September yang merupakan hari dibukanya PON akhirnya ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional oleh pemerintah. Pemilihan tanggal 9 September ini dikarenakan sebagai tonggak munculnya sebuah kesatuan berbagai macam olahraga yang bisa diikuti oleh atlet-atlet Indonesia. Semangat penyelenggaraan PON sangat mencerminkan persatuan olahraga. Oleh karenanya Hari Olahraga Nasional sangatlah penting untuk diperingati. Akhir kata, majulah olahraga Indonesia dan buatlah prestasi untuk mengharumlan nama negeri ini. 

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon