Rabu, 03 Januari 2018

Operation El-Dorado Canyon

Pada 14 April 1986, AS meluncurkan serangan udara ke Libya dengan alasan pembalasan atas sikap Libya yang diduga mendukung aksi terorisme terhadap Tentara AS dan warganya.

Sebelumnya, Sekitar tahun 1970 - 1980an, Pemerintahan Khaddafi membiayai kelompok Anti - Amerika dan Anti - Inggris seperti Gerilyawan Palestina, Pemberontak Filipina, IRA, hingga organisasi seperti Black Panther.

Amerika merespon dengan memberikan sanksi kepada Libya hingga pada tahun 1981 ketika pesawat AS terbang di atas Teluk Sidra ditembak jatuh oleh Libya yang diduga telah memasuki wilayah Libya, Dari peristiwa itulah hubungan kedua negara tersebut terus memburuk.

AS telah menemukan bukti bahwa Libya telah mensponsori aksi aksi terorisme seperti upaya pembunuhan Pejabat AS dan pengeboman Kedutaan AS di Sudan. Pada 5 Desember 1985 terjadi serangan teroris di Roma dan Wina yang mengakibatkan 5 warga sipil AS tewas.

AS menyalahkan Libya atas kejadian ini dengan memberikan sanksi yang lebih berat serta membekukan aset-aset libya yang ada di AS. Kemudian pada 5 April 1986 terjadi pengeboman di sanggar tari  yang terletak di Berlin Barat mengakibatkan seorang warga negara AS tewas dan melukai ±200 orang lainnya.

Intelejen AS berhasil mendapatkan pesan radio yang dikirim dari Libya yang dikirim ke Berlin Timur untuk menyerang sebuah diskotik pada 5 April.

AS kehabisan kesabarannya, Pada 14 April, AS melancarkan serangan udara ke Libya dengan kode sandi "Operation El Dorado Canyon",  Dengan membawa pesawat nya seperti A-6E  & F-111 melabrak fasilitas militer, Bandara, serta kediaman Khaddafi, dalam serangan tersebut putri khaddafi ikut meregang nyawa serta melukai 2 putra khaddafi.

Sebuah Laporan mengatakan dalam serangan tersebut menewaskan 15 penduduk sipil serta Kedutaan Perancis terkena serangan itu namun tidak ada yang terluka. Namun serangan AS tersebut seperti tidak memberikan efek apa-apa pada Libya, lagi-lagi terdapat serangan teroris pada Pesawat Pan Am 747 yang diduga didanai oleh Libya.

Hingga pada tahun 2004, Perdana Menteri Libya setuju terhadap sanksi AS dengan membayar uang kompensasi sekitar 8 Juta dolar AS kepada keluarga2 korban yang terkena serangan teroris, Serta Maskapai Pan Am Airlines yang bangkrut akibat pengeboman masih meminta ganti rugi sebesar 4,5 Milyar Dollar hingga kasus ini dibawa ke pengadilan.

sumber: OA 20th Century History

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon