Senin, 29 Januari 2018

Kimia Unsur Radioaktif

Loading...

Sifat radioaktif adalah sifat yang dimiliki atom sebuah unsur karena memiliki inti tidak stabil.
Pita kestabilan adalah daerah keberadaan inti- inti isotop stabil suatu unsur.
Pada pita kestabilan:
1) Isotop stabil terletak pada pita kestabilan, sedangkan yang tidak berada di atas, bawah atau luar pita kestabilan.
2) Unsur bernomor 83 ke bawah bersifat stabil (kecuali teknisium dan prometium), namun dapat memiliki isotop yang tidak stabil yang disebut radioisotop.
3) Unsur bernomor di atas 83 pasti bersifat
radioaktif.
4) Unsur bernomor 83 ke bawah berada pada pita kestabilan, sedangkan bernomor di atas 83 berada di luar pita kestabilan.
Radioisotop dan unsur radioaktif dapat mencapai kestabilan dengan melepas sinar radioaktif dan partikel dasar.
Sinar radioaktif adalah sinar yang dipancarkan dari reaksi inti.

Macam-macam sinar radioaktif:
Sifat-sifat sinar radioaktif:
1) Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.
2) Dapat mengionisasi gas.
3) Dapat menghitamkan pelat film.
4) Dapat menyebabkan ZnS berpendar.
5) Dapat diuraikan oleh medan magnet.

Jenis-jenis partikel dasar:
Partikel/gelombang Muatan Notasi
Sinar α + 2 4α, 2 4He
Sinar β -10β
Sinar γ/foton 0 0 0γ
Elektron e-1
0
Proton + 1 1p, 1 1H
Neutron 0 01n
Positron (antielektron) + 1 0e̅
Antiproton p̅-1
1
Deuteron/deuterium + 1 2H
Triton/tritium + 1 3H

Cara radioisotop dan unsur radioaktif
mencapai kestabilan:
1) Radioisotop terletak di atas pita kestabilan mengurangi jumlah neutron untuk stabil.
0 1n d 1 1p + -10e 
2) Radioisotop terletak di bawah pita kestabilan mengurangi jumlah proton untuk stabil.
3) Unsur radioaktif cenderung mengurangi jumlah proton dan neutron untuk stabil.
B. P ERSAMAAN REAKSI INTI
Reaksi inti adalah reaksi yang melibatkan perubahan jumlah neutron dan proton inti.
Persamaan reaksi inti adalah persamaan reaksi yang melibatkan perubahan nomor massa dan nomor atom.
Aturan pada reaksi inti:
1) Berlakunya hukum kekekalan nomor massa.
2) Berlakunya hukum kekekalan nomor atom.
3) Berlakunya hukum kekekalan energi.
Reaksi inti terbagi menjadi reaksi fisi (peluruhan inti) dan reaksi fusi (peleburan inti) yang melepas energi dan tergolong reaksi eksoterm.
Perbedaan reaksi fisi dan fusi:
Sifat
Fisi
Fusi
Reaksi
peluruhan inti
peleburan inti
Massa inti
massa reaktan lebih besar
massa produk lebih besar
Energi
lebih besar
lebih kecil
Reaksi fisi adalah reaksi peluruhan inti (disintegrasi) radioisotop/unsur radioaktif.
Contoh persamaan reaksi fisi:
1) Transmutasi alami
Menghasilkan inti yang mencapai kestabilan.
2) Transmutasi buatan (penembakan inti)
Menghasilkan inti yang tidak stabil. Notasi reaksi transmutasi buatan:
Deret radioaktif dalam reaksi peluruhan inti:
Deret Rumus inti Inti induk Inti stabil
Thorium 4n 232 90Th 208 82Pb
Neptunium 4n + 1 237 93Np 209 83Bi
Uranium 4n + 2 238 92U 206 82Pb
Aktinium 4n + 3 235 92U 207 82Pb
Reaksi fusi adalah reaksi peleburan dua inti yang
menghasilkan suatu inti baru.
Contoh persamaan reaksi fusi:1 2H + 1 3H d 2 4He + 0 1n1 1H + 1 1H d 1 2H + 1 0e 
C. PENGGUNAAN RADIOISOTOP 
Secara garis besar, radioisotop digunakan dalam dua hal:
1) Sebagai perunut, yaitu untuk mempelajari suatu sistem.
2) Sebagai sumber radiasi, yaitu untuk menghasilkan sinar-sinar radioaktif.

Penggunaan radioisotop dalam bidang kedokteran dan ilmu biologi:
Radioisotop
Fungsi/fokus
P-32



kanker/tumor
Co-60
Ir-192
I-131
Cs-137
Ra-226
C-14
diabetes, anemia
O-15
paru-paru
Na-24
peredaran darah
P-32
mata, hati
Cr-51
limpa, protein darah, ginjal
Fe-59
sel darah merah
Co-60
sterilisasi alat kedokteran
Ga-67
getah bening
Se-75
pankreas
Sr-89
kelenjar prostat dan tulang
Tc-99
jantung, hati, paru-paru, tulang
I-125
hormon
I-131
kelenjar tiroid, hati, ginjal
Xe-133
paru-paru
Cs-137
sterilisasi alat kedokteran
Tl-201
jantung

Penggunaan radioisotop dalam ilmu kimia dan fisika:
Radioisotop
Fungsi/fokus
C-14
fotosintesis
O-15
O-18
esterifikasi
I-131
kesetimbangan kimia
Ag-110
titrasi
Penggunaan radioisotop dalam bidang lainnya:
Radioisotop
Fungsi/fokus
C-14
usia fosil, khasiat tumbuhan
N-15
pupuk
Na-24
kebocoran pipa, aliran sungai
P-32
pupuk
Xe-41
kebocoran tangki reaksi
Co-60
pengawetan makanan
Kr-85
detektor polusi, pengukur ketebalan benda
Sb-124
kebocoran pipa
Cs-137
pengawetan makanan, aliran minyak, erosi tanah
Ir-192
kebocoran pipa, keretakan logam
U-235
pembangkit listrik (energi)
Pu-238
U-238
usia batuan

Am-241
detektor asap, detektor hidrokarbon, pengukur ketebalan benda
 

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon