Sabtu, 09 Desember 2017

Tanda-tanda Kamu Cocok Jadi Mahasiswa Kedokteran

Tags


Berencana mengambil studi Ilmu Kedokteran‍ ‍? Cek dulu tanda-tanda berikut ini untuk mengetahui apakah kamu cocok jadi mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Karena mahasiswa kedokteran itu mesti…..

1. Punya niat kuat menjadi dokter. Ya iya lah, kalau pengen jadi Pengacara‍   masuknya ya Fakultas Hukum. Hehehe… Memang sih, ada yang masuk Fakultas Kedokteran (FK) karena disuruh ortu, atau alasan lain. Biasanya, kalau yang setengah hari bakalan sulit menjalani perkuliahan, bahkan sampai putus di tengah jalan.

Menurut dr. Sania seorang Dokter Umum (General Practitioners)‍  yang pernah jadi narasumber Jurusan 101 Youthmanual, passion itu penting banget. "Kalau memang sudah punya passion (menjadi dokter), pasti bisa, kok, belajar apa saja,” jelasnya.

2. Jago biologi. Waktu masih sekolah, harusnya mahasiswa kedokteran unggul di pelajaran biologi. Soalnya, ilmu biologi bakalan banyak dipelajari saat kuliah. Kalau memang nggak tertarik sama pelajaran biologi, sebaiknya sih, berpikir ulang buat ngambil kedokteran.

3. Super tekun dan berkomitmen. Setiap jurusan punya gaya dan sistem belajar tersendiri. Nah, kalau jurusan lain umumnya mengenal UTS dan UAS, jurusan kedokteran  ujiannya agak berbeda. Bisa saja ujian tiap bulan atau tiap dua minggu sekali. Ketekunan mahasiswa kedokteran juga teruji dalam tahapan menjadi dokter. Selain perkuliahan seperti biasa, ada juga tahap klinik. Semua itu dijalani selama sekitar 5 tahun.

Kemudian harus menjalani serangkaian ujian supaya bisa disumpah dokter. Kelar, dong? Masih ada sesi magang wajib selama setahun. Alhasil, tekun belajar sangat diperlukan. Kalau kamu tipe yang doyan santai dan nggak mau wiken kamu terganggu, kayaknya agak berat  tuh, menjadi mahasiswa kedokteran.

“Sebetulnya ada aja mahasiswa yang malas-malasan. Tapi mereka yang begitu bakal tereliminasi dengan sendirinya, kok. Setiap tahun, ada banyak juga mahasiswa Kedokteran yang berguguran,” cerita Shabrina, alumni FK Universitas Indonesia‍

4. Peduli sama orang lain. Jujur nih, kamu sebenarnya tipe yang cuek atau punya rasa kepedulian tinggi? Saya sendiri tipe yang kurang care, makanya nggak cocok masuk FK. Soalnya, tujuan utama seorang dokter adalah menolong orang lain, bukan karier, gengsi, atau penghasilan.

Kamu harus penuh perhatian sama pasien. Kalau tipe yang malas berdekatan dan berhubungan sama orang lain serta sulit berempati, mendingan dipikir ulang deh, niat kamu menjadi dokter.

5. Komunikatif. Lah, ini 'kan FK, bukan jurusan Ilmu Komunikasi? Yang pasti dokter harus bisa menyampaikan ilmu, info dan analisanya kepada pasien atau masyarakat. Mengobati itu nggak bisa sepihak, sob. Perlu ada kerja sama antara dokter dengan pasien/masyarakat.

Misalnya nih, ada pasien yang mengalami gejala maag. Sebagai dokter, tugasnya nggak hanya memberikan pereda, tapi juga memberikan informasi pada pasien tentang penyakitnya, dan mengedukasi apa saja yang perlu/pantang dilakukan supaya cepat pulih serta mencegah gejala serupa. Karena pasiennya beda-beda dari segi umur dan tingkat pendidikan, mesti menyesuaikan cara berkomunikasinya.

6. Cekatan. Sejak di bangku kuliah mahasiswa FK sudah dituntut untuk mampu bertindak dan berpikir dengan cepat, tapi tetap akurat. Ketelitian, keterampilan tangan, serta kesigapan dalam bergerak sangat diperlukan. Lelet, lemot dan lengah? Bhay!

7. Perhatian terhadap detail. Misalnya, dosis obat, jahitan (apabila pasien perlu dijahit), dan sebagainya. Kalau ngasal, bisa dianggap malpraktek. Gawat.

8. Memiliki kemampuan menganalisa. Ilmu kedokteran terus berkembang, dan tiap manusia (pasien) berbeda-beda. Misalnya, ada pasien dengan gejala sakit yang sama, namun yang satu alergi dingin, sementara yang lain alergi udara panas. Nah, sebagai dokter tiap hari ada ilmu baru yang perlu dianalisa.

Makanya, analisa menjadi salah satu kemampuan terpenting dokter. Mahasiswa kedokteran harus memiliki wawasan luas dan berpikiran terbuka, supaya bisa menganalisa pasien dengan baik.

9. Berani. Oke, saya adalah orang yang ngeri melihat darah dan bergidik melihat jarum suntik. Itu tandanya saya nggak ditakdirkan menjadi mahasiswa FK

10. Bermental kuat. Tugas dokter adalah berusaha semampunya untuk merawat dan membantu kesembuhan pasien. Tapi dokter bukan tuhan. Bisa saja ada pasien yang kondisinya nggak membaik, gagal disembuhkan, bahkan kehilangan nyawa. Dengan mental yang kuat, seorang dokter bisa menghadapi itu semua.

Dokter juga harus cukup kuat untuk menyampaikan kabar yang tidak baik pada pasien beserta keluarganya.

sumber: youthmanual

Butuh soal saintek: Klik disini
Butuh Soal Soshum: Klik disini
Ebook Materi Saintek: Klik disini
Ebook Materi Soshum: Klik disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon