Minggu, 31 Desember 2017

Pertempuran Jutlandia, Pertempuran Laut Terbesar Pada Perang Dunia I


Pada tanggal 31 Mei 1916 Armada Inggris yang dikomandoi oleh Laksamana Madya David Beatty berhadapan dengan Armada Kekaisaran Jerman yang berada di bawah komando Laksamana Franz von Hipper. Peristiwa ini terjadi di lepas pantai utara Semenanjung Jutlandi, Denmark. Skuadron armada kedua belah pihak mulai melemparkan salvo dan terus saling tembak menembak yang menandai sebagai pembukaan pertempuran angkatan laut terbesar pada perang dunia I.

Setelah kekalahan Jerman pada Pertempuran Dogger Bank (1915), Jerman memilih untuk menghindari pertempuran laut dengan armada inggris yang jauh lebih besar dan bergantung pada kapal selamnya yang dikenal mematikan dalam menjalankan operasi laut.

Mei 1916, ketika armada besar inggris berlabuh di Scapa Flow, Komandan Tinggi Armada Jerman, Reinhard Scheer sangat yakin bahwa saat inilah merupakan waktu yang tepat untuk melancarkan serangan ke armada inggris. Dengan penuh keyakinan bahwa komunikasi ooerasinya telah disandikan, Scheer mengirimkan 19 Kapal Selam untuk menyiapkan serangan di Sunderland, Scheer juga memerintahkan pengintaian lewat udara untuk mengawasi pergerakan armada inggris di Scapa Flow. Dikarenakan cuaca yang buruk, Scheer membatalkan serangan tersebut, padahal ia sudah menyiapkan 24 Kapal Tempur,  5 Kapal Penjelajah Tempur, 11 Kapal Penjelajah Ringan, 63 Kapal Perusak yang telah menunggu di Skagerrak.

Tanpa sepengetahuan Scheer, unit intelejen inggris yang baru dibentuk (Dikenal sebagai "Room 40") berhasil memecahkan sandi operasi jerman dan memperingatkan Komandan Armada Besar Inggris, Laksamana John Rushworth Jellicoe atas rencana serangan Scheer di Sunderland. Pada malam hari 30 Mei 1916, Inggris merespon nya dengan mengirimkan 28 Kapal Tempur, 9 Kapal Penjelajah Tempur, 34 Kapal Penjelajah Ringan,  80 Kapal Perusak dari Scapa Flow menuju Skagerrak.

Pada 31 Mei pertempuran pun meletus, Armada Inggris yang dipimpin oleh Beatty melontarkan salvo salvo ke arah Aramada Jerman dibawah von Hipper. Dalam pertempuran pembuka ini 2 Kapal Inggris, HMS Indefatigable & HMS Queen Mary tenggelam,  menewaskan lebih dari 2.000 pelaut. Pada 1 Juni 1916, Jellicoe mengerahkan 96 Kapal kedalam formasi V dan berhasil mengepung 59 kapal perang Jerman. Dalam taktik ini,  Kapal pemimpin Jerman Lützow,  mengalami kerusakan yang sangat serius karena terkena 24 tembakan namun dalam kondisi seperti itu ia dapat menenggelamkan HMS Invincible.

Ketika pertempuran hampir memasuki malam hari, Scheer memerintahkan untuk menarik mundur pasuknnya di bawah kegelapan malam menuju Pelabuhan Wilhelmshaven, penarikan mundur ini menandai akhir dari pertempuran Jutlandia.

sumber: OA 21th Century History

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon