Jumat, 29 Desember 2017

Kapal Penjelajah Belanda, HNLMS Java

Loading...

HNLMS Java merupakan kapal penjelajah (Kelas Java) milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Kapal tersebut dibangun oleh Koninklijke Maatschappij de Schelde di Flushing dan diluncurkan pada tahun 6 Agustus 1921 serta ditugaskan pada 1 Mei 1925. Dia kemudian berlayar ke Hindia Belanda pada 14 Oktober 1925 dan tiba di Tanjung Priok pada 7 Desember 1925.

Pada 31 Agustus 1929, bersama dengan Kapal Perusak De Ruyter (HNLMS Van Ghent) dan Eversten melakukan inspeksi terhadap Armada Angkatan Laut Kerajaan Belanda di Tanjung Priok dalam memperingati hari kelahiran Ratu Wilhelmina. Pada 13 November 1936, Java dan saudaranya Sumatra bersama Kapal Perusak Evertsen, Witte de With, dan Piet Hein melakukan kunjungan ke Singapura setelah menjalani rangkaian latihan di Laut China Selatan,  kemudian HNLMS Java kembali ke Belanda.

Saat berada di Belanda ia mendapat tugas untuk melakukan pengawalan terhadap konvoi kapal Belanda di Gibraltar ketika Perang Saudara Spanyol berkecamuk. Pada Mei 1938 ia juga mendapatkan tugas yang sama mengawal konvoi kapal kapal Belanda hingga tanggal 13 Mei 1938. Java kemudian tiba di Tanjung Priok pada 25 Juni 1938. Terdapat sebuah peristiwa cukup unik dalam perjalanan karir Java,  pada 13 Oktober ia bertabrakan dengan kapal kawannya sendiri yaitu Kapal Perusak Piet Hein  membuatnya mengalami kerusakan dan harus melakukan reparasi di Surabaya.

Ketika perang dengan Jepang di Asia Raya pecah, Pada 15 Februari 1942 Java beserta Konvoi dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris tiba - tiba diserang oleh pesawat Jepang yang berasal dari Kapal Induk Ryūjō namun Java tidak mengalami kerusakan yang serius.

Java pun turut serta dalam Pertempuran Selat Badung bersama Armada Gabungan American-British-Dutch-Australian (ABDA) guna mencegah pendaratan Pasukan Jepang ke Pulau Bali, lagi - lagi dalam pertempuran ini Java tidak mengalami kerusakan meski nyaris terkena tembakan dari Kapal Jepang. Namun pasukan Gabungan tersebut gagal membendung pendaratan Pasukan jepang di Bali, Belanda sendiri kehilangan Kapal Perusak Piet Hein.

Pada Pertempuran Laut Jawa, Java terkena torpedo dari Kapal Penjelajah Nachi. Torpedo tersebut menyebabkan ruang amunisi Java meledak dan akibatnya buritan pecah, air masuk kedalan ruang mesin dan akhirnya Para Kru Java meninggalkan kapal 15 menit setelah dihantam torpedo.

Persenjataan :
- 10 × Meriam Bofors 150 mm
- 8 × Merian Anti - Pesawat Bofors 40 mm
- 8 × Senapan Mesin Browning .50

sumber: OA 21th Century History

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon