Sabtu, 02 Desember 2017

Biosfer

Loading...

A. Pendahuluan
Biosfer berasal dari kata bio yang berarti hidup dan spaira yang berarti lingkungan/lapisan.
Biosfer adalah lapisan lingkungan di bumi yang mendukung kehidupan flora dan fauna yang meliputi lithosfer, hidrosfer dan atmosfer sebagai satu kesatuan utuh.
Biosfer tersusun atas jenjang-jenjang berikut:
1) Individu, adalah makhluk hidup tunggal.
2) Populasi, adalah kumpulan individu sejenis pada suatu daerah.
3) Komunitas, adalah kumpulan populasi yang saling berinteraksi pada suatu daerah.
4) Ekosistem, adalah kumpulan komunitas yang memiliki ciri berbeda dan saling mempengaruhi pada suatu daerah.
5) Bioma, adalah kumpulan ekosistem yang berada pada satu iklim atau wilayah geografis yang dicirikan oleh vegetasi atau flora suatu tempat.
6) Biosfer, adalah kumpulan bioma-bioma yang mendukung kehidupan.
B. Persebaran Flora dan Fauna
Persebaran flora dan fauna dipelajari dalam ilmu biogeografi melalui pendekatan sejarah dan ekologi.
Persebaran flora dan fauna dipengaruhi oleh:
1) Iklim (suhu, angin, kelembapan udara, curah hujan, cahaya)
2) Keadaan tanah
3) Relief muka bumi dan ketinggian
4) Kemampuan adaptasi
5) Seleksi alam
6) Evolusi
7) Kebutuhan makanan
8) Simbiosis
Persebaran flora dan fauna dan vegetasi diakibatkan oleh perbedaan bioma dan ketinggian. Macam-macam bioma:
1) Bioma gurun

Gurun terdapat di sekitar daerah tropis di berbagai benua (kecuali Eropa).
Ciri-ciri bioma gurun:
Iklim gurun
Tanah berupa pasir atau kerikil kering
Perbedaan cuaca (amplitudo harian) tinggi
Intensitas matahari tinggi
Suhu tinggi (40–60oC)
Kelembapan udara rendah
Curah hujan rendah
Jumlah air terbatas
Makhluk hidup beradaptasi agar tidak kekurangan air

Flora
kaktus, semak-semak, alang-alang, kurma, palem
Fauna
unta, kalajengking, rubah, tikus, kadal, ular, burung hantu
Contoh
Gurun Gobi, Gurun Sahara, Gurun Rub al- Khali, Gurun Kalahari.

2) Bioma hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis terletak di sekitar daerah khatulistiwa di Afrika, Asia dan Amerika Selatan.
Ciri-ciri bioma hutan hujan:
Iklim tropis
Suhu normal (25-30oC)
Kelembapan udara tinggi
Curah hujan tinggi
Keanekaragaman hayati tinggi
Tumbuh pepohonan tinggi (20-40 m) sehingga membentuk tudung/ kanopi
Cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam hutan
Tumbuhan tumbuhan jenis liana (merambat) dan epifit (menumpang)

Flora
pepohonan, tumbuhan perdu, paku, parasit, saprofit, liana (anggrek) (rotan), epifit
Fauna
Afrika: gajah hutan, okapi, kera, tupai, badak, babi rusa, ular, burung
Asia: gajah, harimau, macan tutul, kera, badak, sanca, rusa, burung
Amerika Selatan: kera, tapir, armadilo, tamandua, kolibri, anakonda, jaguar

3) Bioma hutan taiga
Hutan taiga adalah hutan hujan yang terletak di daerah sedang (subtropik), terutama di belahan bumi Utara (Alaska, Kanada, Eropa, Amerika Serikat, Russia).
Ciri-ciri bioma hutan taiga:
Iklim sedang/dingin
Suhu dingin (kurang dari 30oC)
Kelembapan udara tinggi
Curah hujan tinggi
Tumbuh tumbuhan jenis biji terbuka
Setiap   bioma   ditumbuhi satu jenis tumbuhan saja

Flora
cemara, konifer, pinus, alnus, birch,  juniper, tusam, balsam 
Fauna
kijang, rusa, beruang, serigala, ikan salmon, kelinci, tikus salju

4) Bioma hutan gugur/musim
Hutan gugur/musim adalah hutan yang terletak di daerah sedang (subtropik) dan dingin.
Hutan gugur dapat berupa hutan pohon, gurun atau padang rumput.
Persebaran bioma hutan gugur:
a. Eropa Tengah (tipe hutan pohon pasang)
b. Eropa Tenggara (tipe hutan campuran)
c. Eropa Timur (tipe hutan faqus)
d. Amerika Selatan (tipe hutan natofaqus)
Ciri-ciri bioma hutan gugur:
Iklim sedang/dingin
Suhu, kelembapan udara dan curah hujan dipengaruhi 4 macam musim
Makhluk hidup beradaptasi sesuai musimnya
Tumbuhan tumbuh di musim semi dan musim panas, gugur di musim gugur, berhenti tumbuh di musim dingin
Kepadatan pohon atau kerapatan spesiesnya kecil

Flora
pohon bek, berangan, maple, redwood
Fauna
beruang, rusa, rakun, tupai, rubah, dan burung pelatuk, opposum, ular, burung falcon, serangga-serangga

5) Bioma padang rumput (sabana)

Sabana adalah padang rumput yang terletak di daerah tropik dan subtropik.
Macam-macam sabana:
a. Tundra, suhu rendah dan curah hujan rendah, menumbuhkan rumput pendek dan lumut.
b. Praire, musim hujan dan musim kering berimbang, menumbuhkan rumput yang lebih tinggi dari tundra.
c. Stepa, curah hujan tinggi, menumbuhkan rumput pendek dan semak belukar.
d. Hutan sabana, menumbuhkan rumput pendek dan pepohonan yang jarang.
Ciri-ciri bioma sabana:
Iklim tropik/subtropik
Suhu dipengaruhi daerah
Kelembapan udara normal  
Curah hujan dipengaruhi daerah dan tidak teratur
Hewan didominasi oleh herbivora dan beberapa karnivora
Tumbuhan didominasi rumput

Flora
semak belukar, rumput gajah, rumput buffalo, pohon akasia, baobab, eboni, tumbuhan semi-arid (tahan panas)
Fauna
zebra, kuda, jerapah, kuda nil, bison, anjing, singa, macan, belalang, capung

6) Bioma tundra

Tundra adalah padang rumput yang terletak di daerah dingin tanpa pepohonan.
Ciri-ciri bioma sabana:
Iklim dingin/kutub
Suhu rendah
Kelembapan udara tinggi
Curah hujan rendah
Jarang terpancar sinar matahari
Angin kencang
Lingkungan beku, kering dan tandus, di daerah kutub terdapat salju
Hewan didominasi oleh hewan berbulu tebal
Tumbuhan didominasi oleh rumput, lumut dan bunga satu musim

Flora
rumput pendek, lumut Spaghnum, lumut kerak (Lichens), bunga semusim
Fauna
karibu, rusa, kelinci, serigala, beruang kutub, lemur, penguin, walrus

7) Bioma air/samudera

Air/samudera adalah bioma terbesar di bumi yang terdiri dari air.
Berdasarkan kadar garam (salinitas), bioma air terbagi menjadi:
a. Habitat air tawar, terdiri dari sungai, danau, kolam, dan lain-lain.
b. Habitat air laut, terdiri dari laut, selat, teluk dan samudera.
Flora dan fauna air laut dipengaruhi oleh:
- Kedalaman laut, terdiri dari zona lithoral, neritik, bathial dan abisal.
- Jumlah cahaya masuk ke air, terdiri dari zona fotik dan afotik.
Ketinggian mempengaruhi vegetasi suatu tempat.
Ketinggian
Vegetasi
600 m ke bawah
iklim tropik
600-1.250 m
iklim tropik namun berkurang coraknya
1.250-1.900 m
iklim subtropik namun baru sedikit coraknya
1.900-2.600 m
iklim subtropik dengan pepohonan hijau
2.600-3.200 m
iklim subtropik dengan pepohonan meranggas
3.200-5.000 m
iklim dingin
5.000 m ke atas
iklim dingin dengan salju abadi (tidak ada vegetasi)
PETA PERSEBARAN BIOMA



PETA PERSEBARAN FAUNA (ZOOGEOGRAFI)
C. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
Flora dan fauna di Indonesia memiliki keanekaragaman yang besar dan persebaran yang tidak merata.
Berdasarkan sejarah geologis, sebelum datang Zaman Es daratan Indonesia terhubung dengan benua Asia dan benua Australia.
a. Benua Asia terhubung dengan Indonesia melalui Dangkalan Sunda.
b. Benua Australia terhubung dengan Indonesia melalui Dangkalan Sahul.
Keberadaan dangkalan tersebut menghasilkan flora dan fauna Indonesia yang bersifat Asiatis dan Australis.

Flora dan fauna Indonesia menurut Max Weber dan Alfred Wallace terbagi menjadi tiga corak wilayah:
a. Corak Asiatis, yaitu daerah Indonesia Barat yang memiliki corak Oriental.

Flora
pohon karet, pinus, kamper, meranti, mahoni, rotan, kayu besi, kayu manis, beringin, raflesia, anggrek, bougenvil
Fauna
gajah, harimau, kerbau, banteng, tapir, badak, macan, rusa, kijang, orang utan, kera, siamang, monyet, bekantan, landak, ular, trenggiling, kakatua, kutilang, belibis, rajawali, elang, jalak, merak, burung tekukur, burung gereja, burung hantu, arwana, pesut

b. Corak peralihan, yaitu daerah Indonesia Tengah yang memiliki corak peralihan dari corak Oriental dan Australasian.
Flora
pohon eboni, kayu hitam, kayu putih, akasia, cempaka, cendana, anggrek, jati, lenggua, sagu
Fauna
anoa, babirusa, biawak, mandar, krabuku, rangkong Sulawesi, maleo, komodo, kuda, sapi, kuskus, tarsius, ikan duyung, jalak, nuri

c. Corak Australis, yaitu daerah Indonesia Timur yang memiliki corak Australasian.

Flora
pohon merbau, sagu, nipah, bakau, matoa, eukaliptus, rasamala
Fauna
kangguru, koala, kuskus, cendrawasih, biawak, walabi, kelelawar, nokdiak

Perbedaan flora Asiatis dan Australis:
Pembeda
Asiatis
Australis
Pohon kayu
banyak
sedikit
Tanaman
besar
kecil
Vegetasi dominan
hutan hujan, hutan musim
sabana
Perbedaan fauna Asiatis dan Australis:
Pembeda
Asiatis
Australis
Mamalia
besar
kecil
Ikan air tawar
banyak
sedikit
Simpanse
banyak
sedikit
Karnivora
banyak
sedikit
Burung
tidak warna- warni
warna-warni
Hewan berkantung
tidak ada
ada
Iklim di Indonesia adalah iklim tropis yang memiliki pola curah hujan berbeda-beda:
a. Daerah barat memperoleh hujan lebih banyak daripada daerah timur.
b. Saatnya mulai turun hujan pada musim hujan bergeser dari barat ke timur.
Hal tersebut mempengaruhi bioma dan vegetasi di Indonesia.

Macam-macam bioma dan vegetasi yang terdapat di Indonesia:
1) Hutan hujan tropis
Merupakan vegetasi terbesar yang paling banyak terletak di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.
Vegetasi ini dapat berupa hutan basah, hutan bakau, hutan rawa, atau hutan bakau.
2) Hutan musim (muson)
Merupakan vegetasi yang terletak di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua.
3) Sabana
Merupakan vegetasi yang terletak di Nusa Tenggara.
Vegetasi ini dapat berupa prairi, stepa atau hutan sabana.

Hutan merupakan vegetasi yang paling banyak ditemukan di Indonesia.
Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh banyak pepohonan dan tetumbuhan lainnya.
Hutan digolongkan berdasarkan:
Berdasarkan asalnya, hutan terbagi menjadi:
1) Hutan primer
Yaitu hutan yang asli dan alami dan tidak pernah dijamah manusia.
2) Hutan sekunder
Yaitu hutan primer yang telah dijamah manusia atau rusak, yang kemudian tumbuh kembali secara alami.
Berdasarkan letak geografisnya, hutan terbagi menjadi:
1) Hutan tropika (di daerah khatulistiwa)
2) Hutan temperat (di daerah empat musim)
3) Hutan boreal (di daerah lingkar kutub)
Berdasarkan iklim, hutan terbagi menjadi:
1) Hutan hujan (rainforest)
Yaitu hutan dengan hujan berkelanjutan di daerah tropik dan subtropik.
2) Hutan musim hijau (evergreen forest)
Yaitu hutan di daerah empat musim yang hijau sepanjang tahun.
3) Hutan musim gugur daun (deciduous forest)
Yaitu hutan di daerah empat musim yang gugur pada musim gugur.
4) Hutan sabana (savannah forest)
Yaitu hutan di daerah dengan kemarau berkelanjutan di daerah tropik dan subtropik.
 
Berdasarkan ketinggian tempat, hutan terbagi
menjadi:
1) Hutan pantai (beach forest)
2) Hutan dataran rendah (lowland forest)
3) Hutan dataran tinggi (highland forest)
4) Hutan pegunungan rendah (sub-mountain forest)
5) Hutan pegunungan tinggi (mountain forest)
6) Hutan kabut/subalpin (mist forest)
7) Hutan alpin (alpine forest)
Berdasarkan keadaan tanah, hutan terbagi menjadi:
1) Hutan rawa air tawar (freshwater swamp forest)
2) Hutan rawa gambut (peat swamp forest)
3) Hutan bakau (mangrove forest)
4) Hutan tanah podzol/ kerangas (heath forest)
5) Hutan tanah kapur (limestone forest) 
Berdasarkan sifat-sifat pembuatannya, hutan terbagi menjadi:
1) Hutan alam (natural forest)
Contohnya adalah hutan hujan dan hutan musim.
2) Hutan buatan (man made forest) Contohnya adalah hutan rakyat, hutan kota, hutan tanaman industri.
Berdasarkan tujuan pengelolaan, hutan terbagi menjadi:
1) Hutan produksi
Yaitu hutan yang ditanam untuk diambil manfaat ekonomisnya.
2) Hutan lindung
Yaitu hutan yang ditanam untuk perlindungan dan kelestarian lingkungan.
Contohnya adalah taman nasional.
3) Hutan rekreasi
Yaitu hutan yang ditanam untuk hiburan dan memperindah lingkungan.
4) Hutan suaka alam
Yaitu hutan yang dikelola untuk melindungi kekayaan keanekaragaman hayati dari kelangkaan.
Contohnya adalah cagar alam.

Manfaat hutan antara lain:
1) Mencegah erosi, abrasi dan tanah longsor
2) Menjaga dan mengatur keseimbangan dan ketersediaan air tanah
3) Menyediakan makanan dan oksigen bagi
makhluk hidup
4) Habitat beragam flora dan fauna
5) Menyuburkan tanah
6) Menghasilkan bahan mentah untuk berbagai macam barang produksi
7) Mengurangi pencemaran lingkungan
 D. KERUSAKAN FLORA DAN FAUNA
Kerusakan flora dan fauna diakibatkan oleh:
1) Pemanasan global dan perubahan iklim
2) Pencemaran lingkungan
3) Eksploitasi sumber daya alam
4) Pembukaan hutan
5) Penggundulan hutan
6) Pembangunan liar
7) Perburuan liar
8) Perusakan ekosistem laut
9) Penggunaan pestisida dan pupuk kimia berlebihan
Dampak perusakan flora dan fauna bagi kehidupan di muka bumi:
1) Kepunahan spesies flora dan fauna tertentu
2) Ketidakseimbangan ekosistem
3) Kelangkaan sumber daya alam dan bahan pangan
4) Menurunnya kualitas lingkungan dan kesehatan
5) Munculnya bencana banjir dan tanah longsor
6) Hilangnya kesuburan tanah
7) Berkurangnya jumlah air tanah
8) Perubahan lahan potensial menjadi lahan kritis
9) Polusi udara, air dan tanah
 E. PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA
Pelestarian flora dan fauna dapat dilakukan dengan:
1) Penegakan hukum dengan mem-berlakukan Undang-Undang tentang pelestarian dan perlindungan flora, fauna, dan sumber daya alam lainnya.
2) Pembentukan lembaga pemantau lingkungan hidup.
3) Penyuluhan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
4) Menerapkan sistem tebang pilih.
5) Menanam kembali dan merawat hutan yang telah diambil manfaatnya.  
6) Penanaman kembali hutan yang gundul
(reboisasi).
7) Hemat dan bijaksana dalam meng-gunakan sumber daya alam.
8) Melakukan budidaya flora dan fauna.
9) Perlindungan dan konservasi alam. 

Perlindungan dan konservasi alam dapat dilakukan dengan:
1) Pembuatan hutan lindung berupa taman nasional.
Contoh taman nasional di Indonesia:
Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Gunung Rinjani
Taman Nasional Danau Kelimutu
Taman Nasional Gunung Halimun
Taman Laut Kepulauan Seribu
Taman Laut Karimunjawa
2) Pembuatan hutan suaka alam berupa cagar alam untuk konservasi flora.
Contoh cagar alam di Indonesia:
Cagar Alam Nusakambangan
Cagar Alam Lorentz
Cagar Alam Cibodas
Cagar Alam Wasur
3) Pembuatan suaka margasatwa untuk konservasi fauna.
Contoh suaka margasatwa di Indonesia:
Ujung Kulon (badak bercula satu)
Baluran (harimau Jawa, banteng dan rusa)
Pulau Komodo (komodo)
Tanjung Puting (orang utan)
4) Budidaya flora langka secara eksitu.
5) Penangkaran fauna langka secara eksitu.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon