Minggu, 10 Desember 2017

7 Desember 1975, Indonesia memulai invasinya terhadap Timor Timur

Loading...

Invasi Timor Timur atau Operasi Seroja adalah operasi militer yang dilakukan oleh Indonesia yang dimulai pada 7 Desember 1975, tujuan operasi ini untuk mencaplok wilayah Timor Timur yang baru saja mendeklarasikan kemerdekaannya dari kolonialisme Portugis ditahun yang sama. Invasi ini merupakan operasi gabungan yang dilakukan oleh AD, AU, dan AL hingga kepolisian Indonesia yang berjumlah 35000 prajurit dibawah pimpinan Panglima ABRI Jendral Maraden Panggabean.

Setelah mendapat kemerdekaan dari Portugis, masyarakat di Timor Timur terpecah menjadi 2 golongan besar yaitu UDT yang menginginkan Timor Timur masuk ke wilayah Indonesia dan Fretilin yang tetap menginginkan Timor Timur menjadi Negara merdeka akhirnya kelompok Fretilin mendeklarasikan kemerdekaannya pada 28 Novermber 1975, namun 9 hari kemudian Indonesia melancarkan invasinya ke Timor Timur.

Operasi Seroja dimulai dengan dibombardirnya kota Dili disusul dengan pendaratan yang dilakukan oleh 641 pasukan penerjun payung Indonesia di Dili dan langsung terlibat pertempuran dengan pasukan Fretilin. Pada 10 Desember pasukan Indonesia juga mendarat di kota Baucau dan hingga akhir bulan April 1976 sudah ada 35000 pasukan Indonesia yang berada di Timor Timur

Akhirnya pada 17 Juli 1976, Indonesia memasukkan wilayah Timor Timur sebagai provinsi ke 27 sementara itu pasukan Fretilin membuat basis pertahanan di hutan dan pegunungan sambil terus berjuang untuk mendapatkan kembali kemerdekaannya. Sampai awal tahun 1976 korban jiwa dipihak Timor Timur sebanyak 60000 jiwa dan sebagian besar mati akibat kelaparan akibat dari pemboman dan penghancuran desa yang dilakukan oleh tentara Indonesia, sementara itu dari pihak ABRI hingga tahun 1976 jumlah korban sebanyak 351 jiwa dan Operasi Seroja ini adalah operasi militer terbesar yang pernah dilakukan Indonesia.

Sumber: OA Historypedia Line

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon