Senin, 13 November 2017

Info Tentang Teknik Nuklir

Tags
Loading...

Setiap membahas soal nuklir, saya pasti teringat dengan Perang Dunia II, ketika kota Hiroshima-Nagasaki dibom atom oleh sekutu. Saya juga teringat dengan kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl, Ukraina pada tahun 1986, yang melepaskan radioaktif 400 kali lebih banyak dibandingkan bom atom Hiroshima-Nagasaki. Akibatnya memang sangat fatal. Makanya, negara-negara yang bisa mengembangkan teknologi nuklir dengan baik biasanya dianggap negara “adikuasa” yang ditakuti.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia pun sebenarnya giat, kok, dalam mengembangkan teknologi nuklir. Bahkan kita juga punya jurusan kuliah Teknik Nuklir‍. Yuk, kenalan lebih jauh dengan jurusan ini!

Apa, sih, yang dipelajari di jurusan Teknik Nuklir?

Pertama, kamu harus tahu bahwa pada dasarnya, teknik nuklir mempelajari teknik penerapan fenomena interaksi radiasi pengion dengan materi. Apa itu pengion? Kamu yang anak IPA pasti pernah belajar tentang sinar X dan sinar Gamma di pelajaran Fisika. Nah, sinar-sinar tersebut adalah “pengion”, alias sesuatu yang dapat menyebabkan proses ionisasi pada suatu materi. Materi ini bisa berupa materi Fisika, misalnya untuk proses pengawetan makanan, ataupun materi berupa sel biologi.

Teknik Nuklir juga mempelajari fenomena reaksi nuklir.

Seperti yang mungkin sudah kamu pelajari di pelajaran Fisika, ada reaksi peluruhan, reaksi fusi (penggabungan), dan reaksi fisi (pemisahan) yang terjadi pada atom. Fenomena-fenomena ini dipelajari dalam jurusan Teknik Nuklir untuk penerapan dalam bidang energi.

Selama belajar di Teknik Nuklir, kamu akan mendapat beberapa mata kuliah seputar teknologi nuklir seperti Fisika Atom dan Inti, Elektronika Nuklir, Instrumentasi Nuklir, dan Analisis Reaktor Nuklir.

Universitas mana saja yang menyediakan jurusan Teknik Nuklir?

Nah, di Indonesia, jurusan S1 Teknik Nuklir hanya terdapat di Universitas Gadjah Mada‍. Di UGM, terdapat dua konsentrasi teknik nuklir, yaitu Teknik Energi Nuklir dan Fisika Medik. Teknik Energi Nuklir lebih fokus kepada pengembangan nuclear power plant dan aplikasi radiasi di bidang industri.

Sedangkan Fisika Medik lebih fokus kepada penerapan nuklir di bidang radiologi klinik.

Selain UGM, ada juga  Sekolah Tinggi Teknik Nuklir-BATAN yang berlokasi di Yogyakarta. Bedanya, STTN ini bersifat kedinasan dan menyediakan jenjang Diploma-IV, bukan S1. Di STTN, terdapat tiga program studi yang bisa kamu pilih, yaitu elektronika-instrumentasi, elektromekanik, dan teknokimia.

Bagaimana Prospek Kerja Lulusan Teknik Nuklir?

Yang pasti anak jurusan Teknik Nuklir bisa kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional sebagai peneliti. Bisa juga kerja di bagian radiologi di rumah sakit. Rontgen ataupun radioterapi yang biasa digunakan untuk pengobatan kanker adalah penerapan ilmu teknik nuklir, lho, gaes.

Kalau kamu tertarik di bidang energi, kamu juga bisa bekerja di nuclear power plant. Memang, saat ini Indonesia belum punya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, tetapi kamu juga bisa berpeluang bekerja di nuclear power plant di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Jepang, ataupun Rusia.

Tertarik?


Butuh soal saintek: Klik disini
Butuh Soal Soshum: Klik disini
Ebook Materi Saintek: Klik disini
Ebook Materi Soshum: Klik disini
kisi-kisi SBMPTN 2018: Klik disini

sumber: Youthmanual


Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon