Kamis, 30 November 2017

Dinamika Antroposfer

A. Pendahuluan
Antroposfer berasal dari kata antropos yang berarti manusia dan spaira yang berarti lingkungan.
Antroposfer adalah salah satu objek material dari geografi yang membahas mengenai persoalan kehidupan manusia.

B. Dinamika Antroposfer
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah suatu negara selama 6 bulan atau lebih, atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan, tetapi bertujuan untuk menetap.

C. Komposisi Penduduk
Komponen komposisi kuantitas penduduk
antara lain:
1) Jumlah penduduk
2) Tingkat kelahiran/natalitas
3) Tingkat kematian/mortalitas
4) Angka imigrasi dan emigrasi
5) Pertambahan/pertumbuhan penduduk
6) Kepadatan penduduk
7) Sex ratio
8) Dependency ratio
9) Angka harapan hidup
Jumlah penduduk dapat dihitung dengan:
1) Sensus penduduk
2) Survei penduduk
3) Registrasi penduduk
Sensus penduduk atau cacah jiwa adalah proses mendapatkan informasi kependudukan penduduk suatu negara.
Sensus penduduk suatu negara pada umumnya dilakukan sekali tiap 10 tahun.
Di Indonesia, sensus penduduk pernah dilakukan pada tahun 1930, 1961, 1971, 1980,
1990, 2000 dan 2010. Pada tahun 1940 tidak dilakukan karena sedang terjadi Perang Dunia II. Sensus penduduk berdasarkan tempat tinggal
penduduk dibagi menjadi:
1) Sensus de jure, yaitu sensus yang dilakukan kepada penduduk yang mempunyai tempat tinggal yang tetap di suatu wilayah atau negara.
2) Sensus de facto, yaitu sensus yang dilakukan kepada seluruh penduduk yang sedang nyata ada di suatu wilayah atau negara yang melakukan sensus tersebut.
Metode pelaksanaan sensus terbagi menjadi:
1) Metode House Holder
Metode ini dilaksanakan di negara maju. Pertanyaan sensus diisi oleh kepala keluarga yang disensus.
2) Metode Canvaser
Metode ini dilaksanakan negara berkembang dan belum berkembang. Proses dilakukan secara tanya jawab dengan kepala keluarga oleh petugas sensus.
Survei penduduk adalah pencatatan mengenai jumlah penduduk yang hanya dilakukan di wilayah-wilayah tertentu.
Wilayah yang dipilih dalam survei adalah wilayah yang mewakili seluruh wilayah suatu negara.
Survei penduduk dilakukan diantara pelaksanaan sensus penduduk.
Jika pengambilan sampel cukup baik, maka hasil survei penduduk akan lebih baik dari sensus penduduk.
Registrasi penduduk adalah laporan perubahan mengenai kependudukan.
Registrasi penduduk pada umumnya sudah terlaksana dengan baik di negara maju.

D. RUMUS-RUMUS KUANTITAS PENDUDUK
Angka kelahiran kasar/CBR (Crude Birth Rate) menunjukkan jumlah bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk dalam satu tahun.


Angka kelahiran kasar digolongkan menjadi:
a. Golongan tinggi, jika jumlah kelahiran >30.
b. Golongan sedang, jika jumlah kelahiran 20-30.
c. Golongan rendah, jika jumlah kelahiran <20.
Angka kelahiran khusus/ASBR (Age Specific Birth Rate) menunjukkan jumlah bayi yang lahir
setiap wanita kelompok usia tertentu dalam satu tahun.
Angka kelahiran umum/GFR (General Fertility Rate)   menunjukkan   banyaknya   kelahiran tiap
1.000 wanita yang berusia 15 - 49 tahun dalam setahun.
Faktor-faktor yang mendukung kelahiran
(pronatalitas):
1) Kawin dalam usia muda atau di bawah umur,
2) Rendahnya tingkat kesehatan,
3) Anggapan ”banyak anak banyak rezeki”,
4) Jaminan untuk hari tua ada yang merawat,
5) Masa-masa damai.
Faktor-faktor yang menghambat kelahiran
(antinatalitas):
1) Adanya ketentuan batas umur menikah. Di Indonesia, untuk wanita ditetapkan minimal umur 16 tahun, sedangkan untuk laki-laki batas minimal 19 tahun,
2) Adanya program KB,
3) Anggapan bahwa banyak anak menjadi beban orang tua,
4) Adanya pembatasan tunjangan anak, terutama bagi pegawai negeri,
5) Masa-masa perang.
Angka kematian kasar/CDR (Crude Death Rate) menunjukkan jumlah orang yang meninggal setiap 1.000 penduduk dalam satu tahun.
Angka kematian kasar digolongkan menjadi:
a. Golongan tinggi, jika jumlah kematian >20.
b. Golongan sedang, jika jumlah kematian 10-20.
c. Golongan rendah, jika jumlah kematian <10. 
Angka kematian khusus/ASDR (Age Specific Death  Rate)  menunjukkan  jumlah  orang yang
meninggal dalam kelompok usia tertentu  dalam satu tahun.
Faktor-faktor yang mendukung kematian
(promortalitas):
1) Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
2) Kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai,
3) Buruknya kondisi kesehatan lingkungan,
4) Seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas,
5) Adanya bencana alam atau wabah penyakit,
6) Peperangan.
Faktor-faktor yang menghambat kematian
(antimortalitas):
1) Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
2) Fasilitas kesehatan yang memadai dan iptek yang maju,
3) Lingkungan yang bersih, sehat dan teratur,
4) Ajaran agama yang melarang bunuh diri,
5) Angka harapan hidup yang tinggi.
Angka imigrasi dan emigrasi menunjukkan jumlah imigran/emigran setiap 1.000 penduduk dalam satu tahun.
Pertumbuhan penduduk alamiah adalah pertumbuhan penduduk yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian suatu wilayah.

Presentase pertumbuhan penduduk alamiah dapat dihitung:
Jumlah penduduk dapat dihitung:
Proyeksi penduduk adalah perkiraan jumlah penduduk di suatu wilayah pada tahun-tahun yang akan datang.
Jumlah tahun pertumbuhan penduduk dapat dihitung:
Laju pertumbuhan penduduk dapat dihitung:
Kepadatan penduduk aritmatik adalah perbandingan rata-rata antara jumlah penduduk di suatu daerah dengan luasnya daerah tersebut dihitung setiap km2.
Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan rata-rata antara penduduk petani saja dengan tanah pertanian produktif.
Sex ratio (rasio jenis kelamin) menunjukkan jumlah penduduk wanita pada tiap 100 penduduk pria.
Dependency ratio (rasio beban ketergantungan) menunjukkan besar tanggungan kelompok tiap
100 orang usia produktif (15-60 tahun) atas penduduk usia non-produktif.
Angka harapan hidup (life expectancy rate)
menunjukkan angka rata-rata harapan hidup penduduk disuatu daerah. Hal ini sangat tergantung pada angka kematian pada usia muda.

E. Piramida Penduduk
Piramida penduduk adalah grafik penduduk yang menggambarkan kaitan komposisi umur penduduk dengan komposisi jenis kelamin penduduk.
Piramida penduduk terdiri dari dua sumbu:
1) Jumlah penduduk dan jenis kelamin (horizontal)
2) Usia penduduk (vertikal).
Macam-macam piramida penduduk:
1) Piramida penduduk muda/ekspansif
berbentuk limas

Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa (natalitas > mortalitas). Di waktu yang akan datang, jumlah penduduk akan bertambah. Jadi penduduk sedang mengalami pertumbuhan.
Contoh: Indonesia, Filipina, Brazil, dll.
2) Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk granat
Bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa (natalitas = mortalitas). Hal ini berarti penduduk dalam keadaan stasioner sehingga pertambahan penduduk akan tetap di waktu yang akan datang.
Contoh: Finlandia, AS, Belanda, dll.
3) Piramida penduduk tua/kontraktif
Piramida bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila dibandingkan dengan usia dewasa (natalitas < mortalitas). Di waktu yang akan datang jumlah penduduk mengalami penurunan karena tingkat kelahiran yang rendah dan kematian yang tinggi.
Contoh: negara-negara miskin di Afrika dan negara yang sedang dilanda perang.

F. Komposisi Sosial Penduduk
\Komponen komposisi sosial penduduk:
1) Tingkat pendidikan
2) Tingkat kesehatan
3) Tingkat ekonomi
4) Agama
5) Sosial dan budaya
6) Jenis kelamin
7) Status perkawinan
G. Masalah Kependudukan Indonesia
Masalah kependudukan yang dihadapi Indonesia antara lain:
1) Jumlah penduduk yang tinggi.
2) Pertumbuhan penduduk yang tinggi.
3) Komposisi penduduk non-produktif yang terlalu banyak sehingga tidak meng- untungkan.
4) Persebaran penduduk tidak merata.
5) Kualitas penduduk rendah.
6) Pendapatan perkapita rendah.
7) Fasilitas umum dan lapangan kerja yang tidak mengimbangi pertumbuhan penduduk.
 Kedua hal diatas adalah masalah utama dan menyebabkan masalah-masalah lain muncul. Beberapa penyelesaian masalah kependudukan yang dapat dilakukan:
1) Melakukan penyuluhan dan penyebarluasan program KB.
2) Transmigrasi.
3) Pemerataan pembangunan.
4) Meningkatkan kualitas SDM.

H. Urbanisasi dan Transmigrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dengan tujuan untuk menetap, yang melampaui batas administratif suatu wilayah.
Migrasi internasional terdiri dari:
a. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain.
b. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain.
c. Remigrasi, yaitu pulangnya penduduk ke negaranya sendiri.
Migrasi dalam negeri atau transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yangpadat penduduknya ke daerah yang jarang penduduknya.
1) Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang semua kebutuhan termasuk biaya transportasi, koordinasi dan fasilitas ditanggung oleh pemerintah.
2) Transmigrasi swakarya, yaitu transmigrasi yang sebagian biaya ditanggung oleh pemerintah, sedangkan untuk pembukaan lahan ditanggung oleh transmigran.
3) Transmigrasi spontan/swakarsa, yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh individu atau niatan sendiri tetapi mendapat fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah.
4) Transmigrasi bedol desa, yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh warga desa termasuk perangkat desanya yang dikarenakan adanya bencana alam.
5) Transmigrasi lokal, yaitu transmigrasi yang terdiri dari satu daerah ke daerah lainnya di dalam satu provinsi.
6) Transmigrasi keluarga, yaitu transmigrasi yang terjadi karena melihat keluarga yang lain berhasil.
7) Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah yang sifatnya khusus dengan tujuan tertentu, misalnya transmigrasi pensiunan atau tentara.

Tujuan transmigrasi yang diselenggarakan
pemerintah adalah untuk lebih meratakan persebaran penduduk, mensejahterakan kehidupan penduduk, dan meratakan pembangunan.
Urbanisasi adalah perubahan penduduk desa ke kota. Orang yang melakukan urbanisasi disebut kaum urban.
Urbanisasi juga dapat diartikan sebagai perubahan desa menjadi kota.
Faktor penyebab urbanisasi dari desa (faktor pendorong) antara lain:
1) Lapangan dan jenis pekerjaan terbatas.
2) Upah tenaga kerja rendah.
3) Kepemilikan lahan pertanian semakin sempit.
4) Fasilitas kurang memadai atau terbatas.
Faktor penyebab urbanisasi dari kota (faktor penarik) antara lain:
1) Lapangan kerja di kota lebih banyak dan bervariasi.
2) Kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik.
3) Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
4) Tersedianya berbagai jenis fasilitas seperti fasilitas pendidikan, perumahan, kesehatan, penerangan, hidup dan transportasi.

Urbanisasi memiliki dampak negatif dan dampak positif bagi desa yang ditinggalkan serta menimbulkan dampak negatif bagi kota yang dituju.
Dampak negatif urbanisasi bagi desa adalah:
1) Tenaga kerja usia muda berkurang,
2) Produksi pertanian menurun,
3) Pembangunan terhambat.
Dampak positif urbanisasi bagi desa adalah:
1) Jumlah pengangguran di desa berkurang, dan
2) Taraf hidup penduduk di desa meningkat.
Dampak negatif urbanisasi bagi kota adalah:
1) Banyak berdirinya rumah-rumah kumuh,
2) Tingkat pengangguran di kota semakin tinggi,
3) Pengangguran yang tinggi berpengaruh terhadap tingkat kejahatan yang tinggi,
4) Kepadatan penduduk di kota semakin meningkat,
5) Kepadatan penduduk berpengaruh terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup, seperti pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran suara.

Soal dan Pembahasan Antroposfer klik disini
Materi geografi lainnya:
  1. Pengantar Geograf klik disini
  2. Dinamika Planet Bumi sebagai Ruang Kehidupan klik disini
  3. Atmosfer klik disini
  4. Hidrosfer klik disini
  5. Litosfer klik disini
  6. Pedosfer klik disini
  7. Biosfer klik disini
  8. Sumber Daya Alam klik disini
  9. Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup klik disini
  10. Peta klik disini
  11. Penginderaan Jauh klik disini
  12. Sistem Informasi Geografis klik disini
  13. Pola keruangan kota klik disini
  14. Pola keruangan desa klik disini
  15. Konsep Wilayah dan Perwilayahan klik disini
  16. Negara Maju dan Berkembang klik disini
  17. Permasalahan Penduduk Indonesia klik disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon