Rabu, 04 Oktober 2017

Zurkhaneh

Loading...


Zurkhaneh adalah bentuk ritual atau nama tempat di mana ritual ini dilaksanakan untuk sebuah sistem olah tubuh tradisional yang di masa lalu digunakan untuk melatih para ksatria di Iran. Olahraga tradisional Iran ini menggabungkan seni bela diri, kalistenik, latihan fisik, dan musik.

Zurkhaneh berasal dari kata Zur berarti kekuatan, khaneh berarti rumah. Begitu memasuki gerbangnya, akan terdengar suara gendang (Zarb) dan lantunan selawat, lengkap dengan pasangan foto Imam Khomeini dan Ayatullah Ali Khamenei. Di dinding, terpampang ratusan foto hitam-putih menampilkan kejayaan para atlet zurkhuneh sejak masa Iran masih dipimpin raja-raja (Shah).

Begitu memasuki gerbangnya, Anda akan disambut tetabuhan kendang dan lantunan selawat, lengkap dengan pasangan foto Imam Khomeini dan Ayatullah Ali Khamenei. Di dinding, terpampang ratusan foto hitam-putih menampilkan kejayaan para atlet Zurkhuneh sejak masa Iran masih dipimpin raja-raja.

Pusat kebugaran ini berbeda dengan gym pada umumnya. Tidak barbel dan cakram, treadmill atau barisan kursi untuk melatih otot. Alat latihan ada di sini adalah barisan gada (Meel) mirip kepunyaan Betara Kala atau Flinstone, dari ukuran kecil sampai raksasa. Ada pula tongkat-tongkat kayu pendek dan busur yang dipasangi kerincing besi. Nantinya, praktisi Zurkhaneh akan mengangkat dua "meel" ke pundaknya kemudian melakukan gerakan dengan itu, seperti memutar-mutar, melempar dan menangkap dengan gaya akrobatis.

Lupakan binaragawan yang mati-matian membentuk perut menjadi six-pack. Atlet Zurkhuneh kebanyakan sudah tua & berbadan kekar. Celana mereka terbuat dari kulit, ketat melekat di paha, mirip atlet gulat.

Di tempat latihan ini terdapat cekungan besar berbentuk segi 8 sedalam satu meter di ruang utamanya. Di dalam cekungan inilah para atlet Zurkhaneh berlatih.

Yang membuat Zurkhaneh menjadi unik salah satunya adalah adanya musik pengiring (mirip silat & Muay Thai), tetapi disini musik pengiringnya berupa gendang & penyanyinya melantunkan salawat & pujian kepada Tuhan, Muhammad, Ali, Hasan & Husein.

Setiap gerakan dalam latihan ini berharmoni. Butuh latihan panjang untuk mengikuti ritmenya. Para pria mengelilingi lingkaran, mengambil tongkat kayu, dan melakukan gerakan push-up mengikuti aba-aba, tetabuhan kendang, serta lantunan melodi religius. Push-up dua tangan, satu tangan, naik, turun, naik, turun. Kemudian satu per satu mereka menuju ke tengah lingkaran, berputar cepat bak gasing sambil melompat di udara.

Ketika bangsa Arab menjajah Persia, agama kuno Zoroaster tenggelam, Zurkhaneh sempat diharamkan. Tetapi, olahraga ini dihidupkan lagi setelah unsur pagan dihilangkan, diganti unsur Islami.

Pahlawan agung yang menjadi idola atlet Zurkhaneh adalah Rustem. Kisah tentang dia ada dalam Shahnameh (Kitab Raja-raja) yang ditulis pujangga besar Ferdowsi. Rustem adalah pahlawan Iran. Dia tak gentar menghadapi singa dan naga. Kecintaan pada bangsanya membuat dia secara tak sengaja membunuh anaknya sendiri yang dibesarkan musuh. Rustem digambarkan amat perkasa, bisa menghancurkan segala kekuatan jahat.

Kini Zurkhaneh bukan sekadar olahraga. Setiap gerakannya adalah ibadah. Ini juga bukti identitas Persia tak akan luntur sekalipun harus bercampur dengan berbagai macam kebudayaan dan nilai.

Sumber OA Line Historypedia 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon