Rabu, 04 Oktober 2017

Vlad III Draculea atau Drakula


Kalian pasti sering mendengar nama "Drakula" atau "Count Dracula", 'kan? Tokoh ini diperkenalkan kembali dalam novel karya Bram Stoker, Dracula. Tokoh ini juga sering digambarkan sebagai penghisap darah, taring yang mencuat dan memiliki jubah kelelawar. Sumber inspirasi Bram Stoker adalah seorang Voivode Wallachia, hidup 600 tahun lalu, memerintah selang-seling dan kejam. Dunia mengenalnya dengan banyak nama: Vlad III Draculea, Vlad si Tukang Sula, Vlad the Impaler & Vlad Țepeș.

***

Vlad III Draculea, berarti "anak sang naga", diberi julukan demikian bukan karena dia adalah peminum darah, melainkan karena ayahnya, Vlad II mendapat gelar "Dracul" atau "sang naga" karena bergabung dengan Ordo Naga, atau Societas Draconistratum yang dibentuk oleh Raja Sigismund untuk membendung ekspansi Ottoman. Ibunya adalah Countess Cneajna dari Moldavia. Dia dilahirkan pada tahun 1431 di Sigishoara, Transylvania. Menurut beberapa cerita, kelahirannya diiringi hujan badai dan ibunya meninggal saat melahirkannya.

Pada masa mudanya, Vlad III dan adik tirinya, Radu, dikirim ke Edirne oleh ayahnya, Vlad II sebagai tanda kesetiaan. Pada tahun 1447, ketika Vlad berusia 16 tahun, ayahnya dibunuh oleh para bangsawan atau boyar Wallachia atas perintah John Hunyadi, seorang jenderal besar Hungaria yang membenci kesepakatan yang dibuat Vlad II dengan pihak Ottoman.

Vlad III dilepaskan dan seketika itu juga bersiap untuk membalas kematian ayahnya dan saudara tuanya, Mircea II, yang dibuat buta dan dikubur hidup-hidup oleh para boyar. Vlad membawa sepasukan orang Turki dan kembali ke Wallachia untuk menyerang pasukan John Hunyadi dan mengambil alih kekuasaan. Kemenangannya hanya singkat karena Hunyadi menyerang balik dan menjatuhkan Vlad. Dalam beberapa tahun berikutnya, kedua pihak yang bermusuhan ini saling berebut kendali, tetapi akhirnya pada tahun 1456, Vlad III muncul sebagai pemenang.

Vlad kemudian bersiap meneruskan balas dendamnya terhadap para boyar dan pendukungnya dengan menjadikan mereka pekerja paksa untuk membangun benteng yang kemudian dinamai Benteng Dracula atau Benteng Poenari. Setelah benteng tersebut selesai, giliran para boyar untuk ditusuk pada tiang sula. Masa pemerintahannya yang kedua inilah, dari tahun 1456-1462 dia menjadi terkenal karena telah menyula 20.000 orang, baik itu para boyar sampai prajurit Turki Ottoman.

Kemudian tahun 1462 Vlad dipenjara oleh Raja Hongaria, Matthias Corvinus, karena kekejamannya. Selama dia dipenjara, orang-orang Turki merebut Wallachia dan meletakkan Basarab cel Batrin sebagai penguasa barunya. Pada tahun 1475, setelah dilepaskan dari penjara rumah, Vlad mengumpulkan pasukan kecil berkekuatan 4.000 orang dan dibantu oleh Stephen The Great dari Moldavia, kemudian menyerbu Wallachia dengan tujuan merebut kembali tahtanya untuk ketiga kali. Tidak lama setelah itu, pasukan Turki Ottoman berhasil membalas kekalahan mereka saat Sultan Mehmed II terjun langsung ke medan konflik. Ada banyak versi terbunuhnya Vlad III, salah satunya adalah dia terbunuh dalam sebuah pertempuran dekat Bucharest pada tahun 1476, dimana pasukan Turki Ottoman dipimpin oleh adik tirinya sendiri, Radu cel Frumos.

Pasukan Ottoman akhirnya memenggal kepalanya dan membawa kepala itu ke ibu kota mereka, Islambul, namanya pada masa itu atau Istanbul, namanya saat ini. Di sana, kepala itu diawetkan dengan madu dan dipajang oleh Sultan Mehmed II untuk menunjukkan bahwa Vlad Țepeș, si tukang sula, benar-benar telah mati. Sementara jasadnya, yang tanpa kepala dimakamkan di Gereja Snagov, sesuai permintaannya.

sumber: OA Historypedia LINE

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon