Rabu, 04 Oktober 2017

Sejarah Perang Meksiko - Amerika Serikat

Tags
Loading...

Perang Meksiko - Amerika terjadi antara tahun 1846-1848, akar konflik kedua negara ini dapat ditelusuri setelah Texas mendapat kemerdekaannya dari Meksiko tahun 1836. Setelah kemenangan di pertempuran San Jacinto, Jendral Meksiko Antonio Lopez de Santa Anna dipaksa untuk mengakui kemerdekaan Texas. Setelah merdeka Texas mendapat pengakuan kedaulatan dari Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Pengakuan kedaulatan dari negara lain mencegah Meksiko untuk mendapatkan kembali bekas tanah jajahannya itu.

Sembilan tahun berselang banyak warga Texas yang berkeinginan untuk menjadikan Texas sebagai negara bagian AS namun pihak AS menolak keinginan Texas karena AS tidak ingin jumlah negara bagian "budak" bertambah karena pada saat itu AS sudah mulai melarang perbudakan. Keputusan AS berubah ketika Presiden James K Polk terpilih ditahun 1844. Presiden Polk adalah orang yang pro terhadap aneksasi Texas selain itu Polk juga tengah gencar untuk mendapatkan wilayah Oregon yang terletak dibagian barat. Texas pun resmi menjadi bagian dari AS tanggal 29 Desember 1845.

AS juga memiliki ketertarikan dengan wilayah California dan Teritori New Mexico yang waktu itu dikuasai negara Meksiko. AS pun menawarkan kepada Meksiko untuk membeli wilayah tersebut, namun pihak Meksiko menolak tawaran tersebut. Akibat penolakan ini hubungan antara AS dan Meksiko memanas. Pemerintah AS merespon penolakan ini dengan mengirim pasukannya ke wilayah sengketa Rio Grande dan Sungai Nueces dimana kedua negara sama sama mengklaim atas kedua wilayah ini.

Tanggal 25 April 1846 patroli pasukan dragoon AS dibawah pimpinan Kapten Seth Thornton memergoki 2000 prajurit Meksiko di wilayah sengketa dan baku tembak antar kedua pasukan pun terjadi, 16 prajurit AS tewas sedangkan sisanya dipaksa menyerah. Begitu kabar mengenai Insiden Thornton ini diketahui Presiden Polk akhirnya Polk dan atas izin kongres pun mendeklarasikan perang terhadap Meksiko tanggal 11 Mei 1846.

Dengan dikeluarkannya deklarasi perang maka perang Meksiko dan AS pun pecah. Dalam perang ini terbagi jadi tiga front yaitu front Texas, front timur yaitu Veracruz sampai Mexico City, dan front California dan New Mexico.

Front New Mexico & California
Untuk menaklukan New Mexico, Presiden Polk mengirim pasukannya yang berjumlah 1700 prajurit dipimpin oleh Jendral Stephen Kearny. Kearny berhasil menduduki wilayah Saint Fe, kemudian tentara dibawah pimpinan Kolonel Alexander Doniphan bergerak ke selatan sedangkan Kearny bergerak ke arah barat. Pasukan Doniphan pun berhasil memenangkan pertempuran di Sacramento dan El Brazito sampai akhirnya pasukan AS berhasil menduduki Chihuahua.

Sementara Kearny menaklukan New Mexico, di California perang sudah berkecamuk. Tanggal 23 Juni 1846, 60 prajurit AS dibawah pimpinan Kapten John C. Fremont bergabung dengan para penduduk Amerika di California yang tengah mengadakan perlawanan terhadap pemerintah Meksiko. Sementara itu tentara AL AS dibawah pimpinan Komodor Robert Stockton berhasil menduduki Monterey, Los Angeles, dan San Diego, walaupun Los Angeles sempat jatuh ke tangan Meksiko, pasukan AS dibawah pimpinan Kearny dan Stockton berhasil merebut kembali Los Angeles. New Mexico dan California akhirnya berhasil ditaklukan tanggal 13 Januari 1847.

Front Texas
Untuk memperkuat klaim AS atas wilayah sengketa Rio Grande, tentara AS dibawah pimpinan Zachary Taylor dikirim ke wilayah itu dan membangun benteng pertahanan Fort Texas. Pada 3 Mei 1846 tentara Meksiko mengepung Fort Texas selama seminggu. Tentara Taylor pun bergerak menuju Fort Texas untuk menyelamatkan benteng itu namu dalam perjalanan mereka dicegat oleh tentara Meksiko yang dipimpin Jendral Mariano Arista.

Prajurit Taylor pun berhadapan dengan prajurit Arista di dua pertempuran yaitu di Palo Alto dan Resaca de la Palma. Berkat keunggulan meriam dan senapan yang digunakan pasukan AS kedua pertempuran ini berhasil dimenangkan pihak AS dan pasukan Arista pun terpaksa mundur.

Musim panas tahun 1846, Taylor memimpin pasukannya yang berjumlah 6000 prajurit bergerak menuju benteng kota Monterrey. Monterrey dipertahankan sekitar 10.000 prajurit Meksiko dibawah pimpinan Jendral Pedro de Ampudia. Tanggal 21 September pengepungan dimulai, meriam AS mencoba untuk menembus tembok kota Monterrey namun usaha tersebut sia-sia karena meriam ringan milik AS tidak cukup kuat untuk mendobrak dinding pertahanan Monterrey.

Hari ketiga pengepungan Taylor mendapat meriam berat tambahan yang merupakan meriam rampasan dari Meksiko. Dengan meriam berat inilah pasukan AS berhasil mendobrak tembok pertahanan dan memasuki kota. Pertempuran kota pun berlangsung sengit sampai akhirnya Jendral Ampidua berhasil disudutkan di alun alun kota dan Taylor menawarkan gencatan senjata sementara kepada pihak Meksiko sebagai imbalan Meksiko memberikan Monterrey ke tentara AS.

Setelah menduduki Monterrey, pasukan Taylor bergerak ke selatan dan berhasil menduduki Saltillo. Setelah mendengar bahwa Jenderal Santa Anna bergerak menuju utara dengan kekuatan 20.000 prajurit, Taylor menggeser posisinya untuk melewati gunung di Buena Vista. Sesampainya disana, tentara Taylor berhasil mengalahkan serangan Santa Anna. Setelah menderita kerugian hampir 4.000 korban tewas, Santa Anna menarik mundur pasukannya, yang pada dasarnya hal tersebut telah mengakhiri pertempuran di utara Meksiko.

Dari Pendaratan Veracruz Sampai Pertempuran Mexico City
Presiden Polk memilih untuk melanjutkan invasi ke Meksiko melalui Veracruz dan tujuan invasi ini adalah menduduki ibukota Mexico City. Dalam invasi ini Jendral Winfield Scott ditunjuk sebagai pemimpin. Akhirnya bulan Maret 1847, 12.000 prajurit AS mendarat di pelabuhan sekitar Veracruz, setelah pengepungan singkat kota itu pun berhasil diduduki. Setelah itu Scott bergerak menuju pedalaman Meksiko dan berhasil mengalahkan tentara Santa Anna di Pertempuran Cerro Gordo dibulan April 1847.

Loading...
Bulan Agustus 1847, tentara Scott semakin dekat dengan Mexico City dan berhasil mengalahkan tentara Meksiko di Pertempuran Contreras dan Churubusco. Kemenangan ini memberi batu pijakan bagi tentara AS untuk menyerang Mexico City. Tentara AS juga berhasil menghancurkan pertahanan sekaligus pabrik senjata di Morino del Rey. Bulan September 1847, tentara Scott mengepung kastil Chapultepec yang juga merupakan akademi kemiliteran Meksiko. Dalam pengepungan ini ada kisah legenda dimana para kadet yang berusia 13 sampai 17 tahun lebih memilih tetap tinggal di kastil daripada ikut mengungsi, akhirnya semua kadet ini bunuh diri dengan melompat dari tembok kastil sambil membawa bendera Meksiko bersamanya.

Setelah sukses mengepung Chapultepec, tentara Scott berhasil memasuki Mexico City dan menduduki kota tersebut, setelah itu Scott dan tentaranya menyusuri pedalaman Meksiko untuk menghabisi sisa-sisa tentara Meksiko yang masih mengadakan perlawanan dengan taktik gerilya. Akhir bulan September 1847, Jendral Santa Anna mengadakan serangan terakhir untuk memotong tentara AS. Santa Anna memulai pengepungan Puebla namun berhasil dikalahkan oleh pasukan yang dipimpin Brig. Jendral Joseph Lane. Perlawanan terakhir pun dilakukan tanggal 12 Oktober 1847, namun lagi-lagi tentara Meksiko berhasil dikalahkan.

Akhir Perang
Perang resmi berakhir pada tanggal 2 Februari 1848, dengan ditandatanganinya Perjanjian Guadalupe Hidalgo. Perjanjian itu berisi penyerahan tanah yang sekarang terdiri dari negara bagian California, Utah, dan Nevada, serta bagian Arizona, New Mexico, Wyoming, dan Colorado ke pihak AS. Dalam pertukaran ini, AS membayar Meksiko sebesar $ 15.000.000. Kemudian Semua hak Meksiko atas Texas dihapuskan dan perbatasan secara permanen didirikan di Rio Grande.

Seperti halnya perang yang sering terjadi di abad 19, kebanyakan tentara yang tewas akibat penyakit dari luka yang diterima dalam pertempuran. Selama perang ini, 1.773 orang Amerika tewas dibandingkan dengan 13.271 yang mati akibat penyakit. Sedangkan sekitar 25.000 prajurit Meksiko tewas.

AS mendapat wilayah cukup luas dari perang ini ditambah beberapa hari setelah California menjadi wilayah AS, emas yang melimpah ditemukan sehingga memberi keuntungan besar bagi pemerintah AS, dan nantinya banyak warga AS dan imigran yang berbondong bondong datang ke California untuk menambang emas peristiwa ini lebih dikenal dengan "Demam Emas California". Perang Meksiko-Amerika juga menjadi awal dari karir militer jendral-jendral yang terkenal saat Perang Saudara Amerika 12 tahun kemudian seperti Robert E. Lee, Ulysses S. Grant, William Tecumseh Sherman, George McClellan, Stonewall Jackson, dll. Beberapa jendral yang memimpin perang ini nantinya juga ada yang jadi presiden AS seperti Zachary Taylor, Ulysses S. Grant, dan Franklin Fierce dan Abraham Lincoln juga menorehkan namanya dalam sejarah perang ini sebagai orang yang sangat menentang perang antara kedua negara tetangga ini.

-Wellesley/Wellington
OA LINE Historypedia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon