Kamis, 12 Oktober 2017

Sejarah Anime, kultur Jepang yang mendunia

Loading...

Sobat Historypedia pasti sudah pada kenal atau minimal pernah mendengar kata Anime kan? Bagi yang belum tau definisi dari Anime. Anime adalah animasi dari Jepang yang digambar dengan tangan atau komputer. Kata Anime diserap dari bahasa Inggris "Animation". Di zaman sekarang ini sudah banyak judul serial anime yang diproduksi Jepang dari berbagai genre. Nah kali ini saya bakal membahas mengenai sejarah perkembangan Anime.

Awal mula film animasi Jepang dapat dilihat dari awal abad 20. Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro adalah orang yang pertama mencoba melakukan eksperimen untuk membuat animasi pada tahun 1913. Empat tahun kemudian pada 1917 rilis film pendek yang berjudul Mukuzo Genkanban no Maki karya Oten Shimokawa yang menjadi film animasi Jepang pertama. Waktu itu film Mukuzo Genkanban no Maki masih berformat film bisu dan butuh waktu 6 bulan untuk membuat animasi yang berdurasi hanya 5 menit.

Kemudian pada 1927, muncul anime dengan suara musik pertama yang berjudul Kujira karya Noburo Ofuji kemudian Ofuji membuat anime dengan dialog pertama yang berjudul Kuro Nyago pada 1930. Memasuki era Perang Dunia II, anime digunakan sebagai alat propaganda oleh pemerintah Kekaisaran Jepang. Beberapa anime rilis pada masa Perang Dunia II seperti Momotaro no Umiwashi karya Kenzo Masaoka dan Senoo Kosei dan pada tahun 1945 Senoo Kosei juga membuat anime lain berjudul Momotaro: Umi no Shinpei yang menjadi anime berdurasi panjang pertama dengan durasi selama 75 menit.

Setelah Perang Dunia II berakhir tepatnya pada 1948 studio produsen animasi pertama, Toei Animation didirikan dan menciptakan anime berwarna pertama yang berjudul Hakujaden pada 1958. Kemudian Osamu Tezuka, salah satu animator terkenal dari Toei Animation mendirikan perusahaannya sendiri pada 1962 yang dikenal sebagai Mushi Production setelah masa kontrak Tezuka dengan Toei Animation habis. Mushi Production dikenal memproduksi berbagai judul anime legendaris seperti Astro Boy , Kimba the White Lion, Gokū no Daibōken dan Princess Knight .

Memasuki era 1980an anime semakin digemari masyarakat dan banyak produser anime yang ingin memenuhi keinginan penggemarnya dan ditambah dengan adanya teknologi VCR, masyarakat bisa memperoleh anime kesayangan mereka dalam bentuk video. Hal inilah yang kemudian mendorong munculnya versi video sebuah anime yang langsung dijual kepada masyarakat tanpa harus ditayangkan di televisi terlebih dahulu. Dan anime pun tidak hanya menjadi konsumsi anak-anak namun anime juga mengangkat cerita yang kompleks dan mendalam untuk segala umur.

Sejak era 1990-an tersebut anime telah menyebar secara luas diluar Jepang. Memasuki abad 21, anime semakin membuktikan kualitasnya dengan diraihnya berbagai penghargaan internasional. Studio Ghibli dengan Hayao Miyazaki mulai mendominasi. Spirited Away berhasil meraih Academy Award pada tahun 2001 untuk kategori Best animated Feature. Disusul film Miyazaki berikutnya, Howl’s Moving Castle pada tahun 2004 yang dinominasikan untuk kategori yang sama pada 78th Academy Award.

Dan memasuki era 2000an banyak judul anime dari berbagai genre ditayangkan di Jepang maupun diluar Jepang seperti Naruto, Fullmetal Alchemist, Clannad, Death Note, Fairy Tail, dll. Dan sampai sekarang anime masih digemari oleh banyak orang di dunia termasuk di Indonesia dimana penggemar anime di Indonesia terbilang banyak.

sumber: Historypedia LINE OA

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon