Jumat, 13 Oktober 2017

Pol Pot

Saloth Sar atau yang lebih dikenal sebagai Pol Pot lahir pada 19 Mei 1925. Ia merupakan pemimpin Khmere Merah atau Perdana Menteri Kamboja dari 1976-1979. Pemerintahannya banyak disalahkan atas kematian 2 juta warga Kamboja. Pada awal 1976, Khmer Merah menahan Pangeran Sihanouk sebagai tahanan rumah dan menghentikan jabatannya sebagai kepala negara.
Setelah itu, Kamboja berubah menjadi sebuah republik komunis dengan nama Kamboja Demokratis (Democratic Kampuchea) dengan Khieu Samphan sebagai presiden pertamanya. Pada tanggal 13 Mei 1976, Pol Pot dilantik sebagai perdana menteri Kamboja dan mulai menerepkan perubahan sosialis terhadap negara tersebut. Pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kambojo telah mengakibatkan wilayah pedesaan ditinggalkan dan penduduk pun berbondong-bondong datang ke Kota Phnom Penh, sehingga populasi di wilayah itu bertambah sekitar 1 juta jiwa dibandingkan dengan sebelum tahun 1976.
Ketika Khmer Merah berkuasa, rakyat dipaksa pindah dari perkotaan ke pedesaan. Mereka diharuskan hidup dalam ladang-ladang ditinggali bersama. Rezim Pol Pot sangat kritis terhadap kaum oposisi dan kritik politk.  Ribuan politikus dan pejabat dibunuh sehingga kota Phnom Penh berubah seperti kota hantu karena penduduknya banyak yang meninggal akibat kelaparan, penyakit, dan eksesuksi. Di samping itu, ia juga memerintahkan untuk menyebarluaskan ranjau-ranjau darat ke seluruh wilayah pedesaan.
Pada akhir 1978, Vietnam menginvasi Kamboja. Pasukan Kamboja dapat dikalahkan dengan mudah menyebabkan Pol Pot melarikan diri ke daerah perbatasan Thailand. Pada Januari 1979, Vietnam membentuk pemerintahan boneka di bawah Heng Samrin yang terdiri atas anggota Khmer Merah yang sebelumnya melarikan diri ke Vietnam untuk menghindari pembasmian yang terjadi sebelumnya pada tahun 1954. Banyak anggota Khmer Merah di Kamboja sebelah timur pindah ke pihak Vietnam, karena takut dituduh berkaloborasi.
Pol Pot berhasil mempetahankan sejumlah pengikut yang cukup untuk tetap bertempur di wilayah-wilayah kecil sebelah barat Kamboja. Saat itu, Tiongkok, yang sebelumnya mendukung Pol Pot, menyerang sehingga menyebabkan terjadinya Perang Tiongkok-Vietnam yang tidak berlangsung lama. Ia yang merupakan musuh Uni Soviet juga memperoleh dukungan dari Thailand dan Amerika Serikat.
Polpot memerintahkan eksekusi terhadap rekan dekatnya Son Sen dan sebelas anggota keluarganya pada 10 Juni 1997, karena mencoba mengadakan persetujuan dengan pemerintah. Akan tetapi, kabar ini tidak diketahui diluar Kamboja selama tiga hari. Setelah itu, ia melarikan diri, namun berhasil ditangkap Kepala Militer Khmere Merah, Ta Mok, dan dijadikan tahanan seumur hidup.
Pada April 1998, Ta Mok melarikan diri ke daerah hutan sambil membawa Pol Pot, karena adanya serangan dari pemerintahan yang baru. Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 15 April 1998, Pol Pot ditemukan tewas. Jasadnya lalu dibakar di wilayah pedesaan, yang disaksikan oleh beberapa anggota mantan Khmer Merah

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon