Jumat, 13 Oktober 2017

Marie Curie

Marie Curie yang bernama lengkap Marie Skodowska Curie dilahirkan di Warsawa, Polandia, pada tanggal 7 November 1867. Ia adalah perintis dalam bidang radiologi dan pemenang hadiah nobel dua kali, yakni fisika pada 1903 dan kimia pada 1911. Ia mendirikan Curie Institute. Bersama dengan suaminya, Pierre Curie, ia menemukan unsur radium.
Sebagai wanit, Marie Curie sangat haus ilmu pengetahuan, sehingga menjadikan dirinya seorang siswi desa yang lulus dengan nilai terbaik. Ia melanjutkan studinya di Universitas Sorbonne, Paris, Prancis. Ia adalah mahasiswi yang cukup cemerlang. Setelah kelulusannya di bidang matematika, ia mendapat urutan pertama untuk studinya di bidang fisika. Rasa ingin tahunya pada ilmu pengetahuan tidak pernah habis, hingga membawanya sebagai wanita pertama yang meraih hadiah nobel.
Pada tahun 1903, Marie Curie berbagi penghargaan nobel fisika bersama dengan suaminya Pierre Curie, karena berhasil menemukan unsur radioaktif, yaitu Polonium dan Radium. Nobel keduanya didapatanya pada tahun 1911 di bidang kimia, berkat kerja kerasnya mengisolasi radium dan mengarakterisasi unsur baru tersebut.
Marie Curie dan suaminya sama-sama dibesarkan dalam keluarga yang menghargai pendidikan dan ilmu pengetahuan. Kedua ayah mereka adalah seorang profesor. Mereka bertemu di Paris dan kemudian menikah. Mereka sering mendiskusikan berbagai pengetahuan dan menyumbangkan tenaga serta pikiran mereka untuk menggali seputar fenomena alam.
Salah satu mimpi besar Marie Curie dan suaminya adalah mengetahui sifat-sifat unsur radioaktif. Polonium dan Radium adalah unsur radioaktif pertama yang berhasil mereka temukan. Polonium diambil dari nama Polandia tempat kelahiran Marie, sedangkan nama Radium diambil dari warna radiasi sinar biru garam klorida yang berhasil mereka sintesis. Metode untuk memisahkan garam Radium dan Polonium dari batuan uranium dipublikasikan secara bebas pada pengetahuan. Mereka memilih untuk tidak mematenkan metode tersebut, sehingga tidak memperoleh nilai ekonomi yang tinggi dari penemuan mereka.
Setelah mendapatkan hadiah nobel atas penemuan Polonium dan Radium, tetap tidak menyurutkan pasangan Curie untuk melanjutkan penelitian tentang unsur radioaktif. Akan tetapi, suatu ketika Pierre Curri harus meninggalkan Marie Curie dan anak-anaknya akibat kecelakaannya yang menimpanya.
Perjalan hidup Marie Curie tidak pernah lepas dari ilmu pengetahuan dan pengabdian terhadap kemanusiaan. Atas ketulusan dan kegigihannya, ia bisa mempengaruhi banyak orang untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Selama tahun 1903-1912, ia dan beberapa muridnya, serta kolegannya, melanjutkan penelitian radium dan berhasil menemukan 29 jenis isotop radioaktif selain radium.
Sayangnya, Marie Curie tidak mengetahui bahaya zat radioaktif saat mencoba mengisolasinya, sehingga ia terlalu sering berhadapan langsung dengan unsur-unsur tersebut. Radiasi sinari radium yang berlebih, akhirnya membuat tubuhnya terkena kanker leukemia. Pada tanggal 4 Juli 1934, di Haute, Savoie, ia kemudian menghembuskan napas terakhirnya. Dunia begitu kehilangan seorang wanita tangguh yang berjasa pada pengembangan pengetahuan dan kemanusian.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon