Sabtu, 28 Oktober 2017

Josep Stalin Manusia Baja

Joseph Stalin memiliki nama asli Iosif Vissarionovich Dzhugashvili. Ia merupakan diktator Uni Soviet yang sangat kejam dan terkenal dengan sebutan "manusia baja". Barangkali, tidak ada rezim di dunia ini yang begitu banyak menghabisi nyawa manusia selain rezimnya di Uni Soviet.
Jika Hitler yang merupakan diktator Jerman diperkirakan membunuh 7 Juta orang Yahudi, maka Stalin telah membunuh 30 juta orang Soviet. Siapa saja yang tidak disukainya, baik rekan separtai, mitra kerja, oposisi, musuh politik, maupun orang orang-orang yang tiba-tiba dibencinya, bisa langsung dibunuh olehnya. Sebagian contoh, salah seoarang musuh utama politiknya, Leon Trotski yang dibunuh oleh orang-orang suruhannya di Meksiko pada tahun 1940.
Joseph Stalin dilahirkan tahun 1878 di kota Gori, Georgia, Kaukasus. Bahasa aslinya adalah bahasa Georgia yang jauh berbeda dengan bahasa Rusia. Ia mencoba mempelajari bahasa Rusia, tetapi setiap kali berbicara, aksesn Georgia-nya tak pernah lenyap. Ia dibesarkan dalam kehidupan keluarga yang sangat miskin. Ayahnya adalah tukang sol sepatu yang gemar mabuk dan memukuli anaknya. Ayahnya meninggal ketika ia baru berumur 11 tahun.
Ketika masih muda, Joseph Stalin belajar di sekolah gereja di Kota Gori,kemudian masuk seminari teologi di Tiflis. Akan tetapi, pada tahun 1899, ia dikeluarkan dari seminari atas tuduhan menyebarkan pikiran-pikiran yang subsversif. Setelah itu, ia mulai bergabung dengan gerakan marxis bawah tanah. Dan, pada tahun 1903 ketika terjadi perpecahan dalam tubuh partai, ia memihak kaum Bolshevik.
Hingga tahun 1917, Joseph Stalin merupakan anggota partai yang gigih dan giat. Ia pernah ditahan sebanyak 6 kali. Namun, umumnya hukuman yang diberikan kepadanya tidak berat. Ia pernah mencoba melarikan diri dari tahanan lebih dari sekali. Ada dugaan bahwa ia merupakan seorang agen ganda. Sejak saat itulah, ia mulai menggunakan nama samaran, yakni Stalin yang berarti orang yang terbuat dari baja.
Pada bulan Agustus 1939, Hitler dan Stalin menandatangani sebuah perjanjian untuk tidak saling menyerang. Dalam tempo 2 minggu setelah perjanjian tersebut disepakati, Hitler menyerbu Polandia dari arah barat, sedangkan beberapa minggu kemudian Uni Soviet menyerbu dari arah timur dan menduduki sebagian wilayah Polandia. Pada penghujung tahun itu pula, Uni Soviet mengancam 3 negeri yang merdeka, yakni Latvia, Lithunia, dan Estonia dengan kekuatan senjata. Ketiga negara tersebut akhirnya menyerah tanpa perlawanan dan dimasukan ke dalam wilayah kekuasaan Uni Soviet.
Uni Soviet melakukan ancaman serangan pada sebagian daerah Rumania, sehingga kemudian dimasukan ke dalam wilayah kekuasaannya. Sementera itu, Finlandia juga menjadi ancaman karena menentang. Tetapi, pada akhirnya Uni Soviet menyerbu dan mampu mendudukinya.
Alasan Uni Soviet melakukan penyerbuan tersebut adalah karena daerah-daerah itu diperlukan untuk mempertahankan diri dari adanya kemungkinan penyerangan pihak Nazi Jerman. Namun, setelah perang usai dan Nazi sepenuhnya bisa dikalahkan, Joseph Stalin tidak mau melepaskan genggamannya atas daerah-daearah yang dikuasainya dan hal serupa juga dilakukan oleh para penggantinya.
Pada bulan Januari 1953, pemerintah Uni Soviet mengumumkan bahwa sekelompok dokter telah ditangkap atas tuduhan melakukan pembunuhan terhadap pejabat-pejabat tingkat tinggi Rusia. Hal ini tampaknya merupakan rencana Stalin untuk melaggengkan kekuasaannya.
Saat Perang Dunai II (1939-1945) meletus, Uni Soviet berperang bersama Inggris dan Amerika Serikat untuk melawan Nazi Jerman. Namun setelah perang usai, Joseph Stalin memasang 'tirai besi' antara sekutu barat dan Uni Soviet, serta sebagian besar negara di Eropa Timur untuk dijadikan sebagai negara komunis.
Joseph Stalin berkuasa hingga saat kematiannya pada usia 74 tahun. Kematiannya diduga kuat karena diracun oleh komplotan pimpinan Lavrenty Beria. Pada masa pemerintahannya, ia tidak hanya hanya mengawasi seluruh negara Soviet, tetapi juga negara-negara di luar Uni Soviet. Ia ditemukan tewas di istana Kremlin, Moskow. Jasadnya kemudian dimakamkan di samping Lenin di Mausoleum di Lapangan Merah, Rusia.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon