Selasa, 10 Oktober 2017

Jatuhnya Monarki dan Bangkitnya Republik: Sebuah Trauma Berdarah


Seringkali kita melihat jatuhnya sebuah monarki yang disebabkan tirani rezim absolutis, yang kemudian melahirkan sebuah republik. Contohnya adalah Republik Roma, yang lahir setelah tujuh generasi raja.

Republik ini adalah hasil dari nafas-nafas yang melenguh karena ketakutan dan penindasan, keluhan yang dibungkam dan tirani para autokrat.

Dalam revolusi Roma ini kaum-kaum patricianlah yang bergerak. Atas itu ini adalah revolusi yang digerakkan oleh sekelompok orang-orang penting negara. Maka lahirnya Republik Roma ini adalah atas dasar mencegah tirani. Didalam sistem pemerintahan baru ini ditaruh kepercayaan besar kepada populasi, berlawanan dengan Athena. Ini adalah karena penggerak besar di Roma biasanya adalah orang-orang kalangan atas, sedangkan di Athena para pemimpin dan tiran menjadi demagog yang menggerakan rakyat untuk kekayaannya sendiri. Di Roma, rakyat adalah orang yang patut dipercaya.

Demo. Rakyat minta perwakilan di pemerintahan. Maka dibuatlah kursi Tribunus, wakil rakyat mahasuci yang bisa disebut sebagai salah satu orang terkuat di senat. Ia dipilih rakyat dan mengemban tugas suci dan kehendaknya adalah kehendak rakyat.

Banyaknya budak berarti sumber pekerja efisien. Para patrician mulai mengganti petani-petani Roma yang dibayar dengan budak hasil taklukan yang gratis. Rakyat yang marah menggerakkan Gracchi bersaudara yang masing-masing pernah menjabat sebagai tribunus, Gaius Gracchus dan Tiberius Gracchus. Mereka menginginkan redistribusi tanah dimana tanah juga akan dibagi kepada para plebeii sekalipun. Merekalah jiwa-jiwa populis, yang dengan semangat bahu-membahu ingin membantu mereka yang ditindas. Patriciae dan orang-orang kaya lainnya ketakutan akan tanah mereka disita, mengumpulkan 300-an orang dan memukuli Tiberius dan pengikutnya hingga mati. Apa arti dari semua ini?
  Kekerasan politik pecah untuk pertama kali sejak 400 tahun, dan status tribunus yang tercoreng. Tribunus yang suci, merupakan suara rakyat, dijunjung tinggi oleh semua orang mati dibunuh dalam sebuah aksi politik. Apa arti semua ini? Seorang suci dan sangat dilindungi, dan juga melindungi para kaum tertindas dibunuh. Tak lama, saudaranya pun menjabat dan dicabut, hingga akhirnya mereka berdua mati dengan tragis.

  Iulius Caesar. Pater Patriae, penakluk dan diktator seumur hidup. Ketakutan lama hidup kembali: tirani dan kekejaman. Namun, apakah ini rencana terbaik? Iulius Caesar yang mati dibunuh oleh beberapa anggota senat yang tidak sengaja membuat Triumvirat Kedua.
Apa jadinya? Dengan kalahnya Lepidius dan matinya Antonius, Octavius Caesar menjadi satu-satunya penguasa Roma. Princeps Civitatis dan autokrat pertama sejak 500 tahun republik. Meski menolak gelar-gelar kerajaan dan kekaisaran, Octavius dalam praktik adalah seorang monarki pertama.

Lima Abad republik harus diakhiri dengan trauma dan paranoia beberapa senator.

Kesucian sebuah badan pemerintahan harus dinodai karena tindakan mereka sendiri.

Penderitaan masyarakat menghasilkan sebuah reaksi kimia.

Akankah berulang?

-Kūrūš
OA Line Historypedia

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon