Sabtu, 28 Oktober 2017

Isoroku Yamamoto

Loading...

Isoroku Yamamoto adalah seorang ahli strategi perang laut Jepang yang terbaik di antara pakar strategi angkatan laut yang lain. Ia pernah menjabat sebagai komandan angkatan laut Jepang selama 4 tahun pertaam saat Perang Dunia II.
Isoroku Yamamoto lahir di Nagaoka, Niigata, Jepang, pada tanggal 4 April 1884, Ketika kecil, ia bernama Isoroku Takano. Ayahnya adalah Takano Sadayoshi yang merupakan pendekar samurai tahap rendah di Nagaoka-han. Isoroku ialah suatu istilahh Jepang lama yang berarti 56, yaitu nama yang merujuk pada usia ayahnya ketika ia dilahirkan.
Isoroku memasuki Akademi Angkatan Laut di Etajima, pulau Hiroshima pada tahun 1901 dan lulus pada 1904. Ketika Perang Rusia-Jepang pecah pada tahun 1905, ia turut terlibat sebagai letnan muda, khususnya pada pertempuran Tsushima melawan Angkatan Baltik Rusia. Dalam pertempuran itu, ia kehilangan dua jari pada tangan kirinya. Setelah perang usai, ia menyertai beberapa kapal layar Jepang di seluruh Samudra Pasifik. 
Pada tahun 1913 Isoroku melanjutkan studinya di Universitas Staf Angkatan Laut di Tsukiji. Hal ini merupakan suatu tanda bahwa ia sedang dipersiapkan untuk menjadi seorang pemimpin. Setelah lulus pada tahun 1916, ia dilantik sebagai Skuadron Tempur kedua dan diambil sebagai anggota keluarga Yamamoto, sehingga ia pun mengganti nama akhirnya menjadi Yamamoto, karena Yamamoto merupakan nama yang dihormati dan tergolong tua dalam sejarah Jepang. Selama tahun 1919-1921, ia belajar di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Setelah itu, ia belajar penerbangan di Pusat Latihan Udara baru di wilayah Kasumigaura pada tahun 1924. 
Pada Desember 1936, Isoroku Yamamoto dilantik sebagai wakil menteri Angkatan Laut Jepang dan menggunakan kedudukannya untuk menunjukan kekuatan udara Angkatan Laut Jepang kepada bangsa lain. Selain itu, ia juga menentang penjajahan atas wilayah Manchuria dan keinginan militer untuk bersekutu dengan Jerman.
Isoroku Yamamoto tewas terbunuh oleh peluru mesingan yang mengenai kepalanya. Tubuhnya ditemukan pasukan pencari dan penyelamat Jepang yang diketuain oleh Komisaris Militer Letnan Hamsuna di dalam hutan di bagian utara Buin. Jasadnya dipercaya dikremasi oleh pasukan pencari yang menemukan dirinya sebagai suatu tanda penghormatan. Ia diberikan pemakaman negara penuh pada tanggal 3 Juni 1943 dan menerima gelar sebagai laksamana armada anumerta. Ia pun dianugrahi Orde Krisantemum dengan pangkat pertama. Sebagian abunya ditanam di perkuburan umum di Tuma, Tokyo, sedangkan bakinya di perkuburan leluhurnya di Kuil Chuko-Ji di Kota Nagaoka. 

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon