Sabtu, 28 Oktober 2017

Gregory Yefimovich Rasputin

Gregory Yefimovich Rasputin adalah tokoh legendaris dari Rusia. Ia lahir di Siberia tanggal 23 Januari 1871. Pengaruhnya di Rusia sangat kuat hingga mampu menggoyahkan pemerintahan pada masa itu. Akan tetapi, dibalik sosoknya yang biasa, ia mempunyai suatu keistimewaan. Ia merupakan anak seorang petani yang cerdas, berdaya ingat tinggi, dapat mengobati hewan secara magis, dan mampu membaca isi hati orang.
Ketika berusia 12 tahun, ia mulai tertarik pada agama dan spiritual. Tetapi semakin ia beranjak dewasa, dorongan seksualnya juga semakin tinggi. Setelah menikah dengan Prascovie Dubrovin pada usia 19 tahun, ia tetapi 'bermain' dengan banyak wanita. Kendati demikian, ia tetap saja dihormati karena sering melakukan pengembaraan spiritual ke daerah lain dan pintar menafsirkan kitab suci.
Lambat laun, pengikut Rasputin pun semakin banyak sampai pendeta di desanya pun iri. Setelah merasa bahwa ia melihat bayangan perawan Maria, seorang pertapa Makari menganjurkan dirinya untuk pergi mengembara ke Pegunungan Althos, pusat gereja ortodoks. Namanya menjadi semakin terkenal karena kearifannya dalam mendiskusikan agama, memberikan nasihat, dan menolong orang sakit.
Dua setengah tahun kemudian, Rasputin pulang ke kampung halamannya sebagai orang suci. Ketika penduduk desa Pokrovskoe mengetahui bahwa ia telah kembali dari pengembaraannya, mereka berbondong-bondong datang ke rumahnya untuk mendengarkan kisah pengalamannya. Mereka dibuat terpesona dengan perubahan yang terjadi padanya. Ia tidak lagi mengonsumsi daging dan minum vodka. Kesunguhan dan kedalamannya saat berbicara tentang agama mampu membuat semua orang terpikat.
Rasputin selalu merasionalkan pelakunya dengan falsafah Khlyst yang meyakini bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dan nafsu seks. Sehingga, dalam menghadapi murid wanitanya, ia menerapkan kebijaksanaan berbeda. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa jika kita ingin dibebaskan dari dosa, maka kita harus berbuat dosa terlebih dahuulu.
Pada tanggal 16 Desember 1916, sekelompok bangsawan yang dipimpin oleh Pangeran Felix Yusupov, Grand Duke Dmitri Pavlovich, dan politikus Vladimir Purishkevich merencanakan pembunuhan terhadap Rasputin. Yusupov mencoba menembaknya dari belakang menggunakan pistol. Yusupov kemudian memastikan bahwa ia telah tewas. Tetapi, tiba-tiba saja ia bangkit dan langsung mencekik Yusupov. Tak lama berselang, anak buah Yusupov datang dan kembali menembak sebanyak tiga kali.
Dalam keadaan kritis, Rasputin mencoba bangkit dan melarikan diri. Akan tetapi, ia kembali dipukul dari belakang oleh komplotan Yusupov. Ajaibnya, ia belum mati dan berusaha untuk bangkit. Komplotan Yusupov pun akhirnya mengikat dan membungkusnya dengan karpet, kemudian membuangnya ke Sungai Neva yang dingin.
Tiga hari kemudian, jasad Rasputin ditemukan dan diangkat dari sungai Neva untuk diotopsi. Hasil otopsi menjelaskan bahwa ia tewas tenggelam, karena pada paru-parunya ditemukan banyak air. Ketika jasadnya ditemukan, lengannya mengarah ke atas seolah-olah ia berusaha untuk mencari jalan keluar dari sungai itu. 

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon