Sabtu, 28 Oktober 2017

Dian Fossey

Loading...

Dian Fossey adalah seorang ahli zoologi dan etologi yang mempelajari keluarga gorila selama bertahun-tahun di Rwanda. Ia banyak disamakan dengan Jane Goodall yang terkenal sebagai peneliti simpanse. Ia lahir di San Francisco, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Januari 1932. Ayahnya, George Fossey, bekerja pada perusahaan asuransi.
Setelah lulus sekolah menengah, Fossey belajar dasar-dasar kedokteran hewan di Universitas California, Amerika Serikat. Ia sesungguhnya menentang keinginan ayah tirinya untuk belajar bisnis, sehingga ia terpaksa menghidupi dirinya sendiri dengan melakukan pekerjaan sambilan. Adanya kesulitan dalam ilmu kimia dan fisika, membuatnya beralih jurusan ergoterapi di Universitas Negeri San Jose.
Dengan pekerjaan sambilan, Fossey juga berhasil mendapatkan keahlian sebagai penunggang kuda. Setelah selsai kuliah, ia bekerja sebagai terapis anak-anak di Kota Louisville, Kentucky, sehingga ia mempunyai banyak keahlian untuk berkomunikasi dengan anak-anak yang cacat.
Ketertarikan Fossey pada gorilla dimulai ketika ia usai membaca buku George Schaller tentang gorilla gunung. Pada tahun 1963, ia meminjam uang sebanyak $8.000 ke bank untuk pergi ke Afrika mengunjungi gorilla. Di Tanzania, ia bertemu Dr. Louis Leakey dan istrinya Mary Leakey yang mempelajari evolusi manusia dari fosil-fosil. Selanjutnya, ia pergi ke Zaire dan bertemu dengan gorilla gunung. Ia pun sangat terpesona dengan pertemuan tersebut, lalu kembali ke Amerika Serikat dan melanjutkan pekerjaannya sebagai terapis.
Fossey menjadi terkenal ketika fotonya bersama gorila muncul di majalah National Geograpic pada tahun 1970. Ia berusaha memanfaatkan hal ini untuk mengumpulkan dana guna menyelamatkan gorila dari kepunahan. Ia ingin menunjukan bahwa gorila adalah mahluk lemah lembut, lain dari yang biasa digambarkn pada buku-buku atau film sebagai kingkong, binatang yang sadis dan agresif.
Disamping itu, Fossey juga menjadi aktivis dalam menentang pertunjukan gorila di kebun binatang. Menurutnya, penangkapan gorila sering kali melibatkan banyak kematian dalam keluarga gorila. Ia berpendapat bahwa menunjukan gorila di kebun binatang adalah tidak etis, seperti pada kasus penangkapan dua ekor gorilla pada tahun 1978 yang ditunjukan untuk ekspor ke kebun binatang, sehingga mengakibtkan kematian 20 ekor gorila.
Usaha Fossey menjadi aktivis dalam melindungi gorila pada akhirnya merenggut nyawanya sendiri. Ia pun kemudia ditemukan tewas terbunuh secara sadis di rumahnya pada tanggal 26 Desember 1985. Meskipun salah satu muridnya ditangkap sebagai tersangka 4 tahun kemudian, namun kematiannya tetap menjadi misteri. Saudara ipar dari mantan presiden Rwanda, Protais Zigiranyirazo, juga disebut-sebut terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap dirinya.
Dalam hal ini,  Protais Zigiranyirazo yang menjadi gubernur di provinsi tempat Fossey bekerja mempunyai kepentingan untuk mengeksploitasi gorilla. yang sangat ditentang oleh Fossey. Selain itu, ia juga dianggap bertanggung jawab atas kematian 800.000 warga Rwanda pada tahun 1994. Saat terjadi genosida di Rwanda pada tahun 1994, taman nasional di mana Fossey bekerja untuk menyelamatkan gorilla menjadi ajang kehancuran. Ia pun dimakamkan di samping gorilla kesayangannya, Digit.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon