Sabtu, 23 September 2017

Perang Suksesi Austria (1740-1748)

Loading...

Berawal dari kematian Kaisar Romawi Suci Charles VI dari Wangsa Habsburg pada 1740, suksesi Habsburg pun diteruskan oleh anak perempuannya Maria Theresa. Beberapa negara Eropa awalnya menentang penobatan Maria Theresa sebagai ratu Austria dan tanah Habsburg lainnya, namun pada akhirnya negara-negara Eropa mau mengakui Maria Theresa, namun Prussia enggan mengakui penobatan Maria.

Akhirnya pada 16 Desember 1740, perang pecah ketika raja Prussia, Frederick II menginvasi tanah Habsburg di provinsi Silesia. Prussia yang dibantu Prancis sanggup mengalahkan tentara Austria. Perang makin besar ketika Inggris bergabung dan beraliansi dengan Austria. Bertemunya 2 raksasa kolonial Inggris dan Prancis dalam perang ini memperluas cakupan perang hingga ke Amerika Utara pada 1744. Selain Amerika, Inggris dan Prancis juga bertempur di India dalam perang ini Inggris dibantu oleh Nizam Hyderabad untuk memerangi Prancis.

Laut Karibia juga menjadi arena pertarungan antara Inggris dan Spanyol setelah kedua negara tersebut berperang sejak 1739. Selain  itu perang juga terjadi di Laut Mediterania dan Samudra Hindia. Perang di Eropa adalah perang dengan skala paling besar saat Perang Suksesi Austria karena perang terjadi di seluruh benua Eropa dan banyak negara yang ikut serta dalam front Eropa ini. Prussia yang dibantu Prancis, Bavaria, Spanyol, Saxony (sampai 1742), Naples berhadapan dengan Austria, Inggris, Hanover, Republik Belanda, Saxony (sejak 1743), dan Rusia.

Perang berakhir pada 1748 setelah disepakatinya Perjanjian Aix-la-Chapelle yang berisi Maria Theresa tetap bertahta atas Austria, Bohemia, dan Hungaria sementara suaminya Francis of Lorraine diangkat menjadi Kaisar Romawi Suci dalam perjanjian ini juga wilayah Silesia menjadi milik Prussia.

Perang Suksesi Austria (1740-1748)
sumber: OA Line Historypedia

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon