Sabtu, 23 September 2017

PERANG KOALISI (1792-1815)

Loading...


Akhir abad 18 sampai awal abad 19, Prancis yang baru saja "lahir kembali" sebagai sebuah republik harus berhadapan dengan koalisi yang terdiri dari negara Inggris, Prussia, Austria, Rusia, dll. Dalam perang ini sosok Napoleon Bonaparte menjadi sangat dikenal karena kegemilangannya saat memimpin pasukan Prancis menaklukan banyak wilayah di Eropa.

Asal mula perang ini dapat dilihat dari tahun 1789 ketika revolusi di negeri Prancis pecah yang berujung pada runtuhnya monarki Prancis yang digantikan oleh sistem republik. Dampak revolusi ini pun langsung menyebar ke negara-negara Eropa lain. Cemas akan ancaman dari gerakan revolusi di Prancis akan terjadi di negeri sendiri, negara-negara Eropa seperti Inggris, Austria, dan Prussia pun memerangi Prancis.

Perang di Eropa pun pecah pada 1792. Prancis disini berhadapan dengan "Koalisi Pertama" yang terdiri dari Austria dan Prussia yang dibantu oleh Inggris. Awalnya Prancis kewalahan menghadapi serangan Prussia dan Austria namun berkat militer Prancis yang mengalami perombakan besar-besaran, Prancis berhasil mengungguli Austria-Prussia dan pada 1796, Prancis berhasil menguasai Semenanjung Italia dan setahun kemudian Austria-Prussia mengibarkan bendera putih yang menandai berakhirnya perang koalisi pertama.

Untuk memaksa Inggris keluar dari peperangan, Napoleon menyerang Mesir yang saat itu adalah wilayah Kekaisaran Ottoman, tujuannya agar Napoleon dapat memotong jalur penghubung antara Inggris dan koloninya di India. Tak lama kemudian Inggris bersama Rusia, Prussia, dan Ottoman pun membentuk "Koalisi Kedua". Koalisi Kedua sukses mengusir Prancis dari Mesir namun Prancis tetap menguasai jalannya peperangan di Eropa. Kemudian tahun 1799 Napoleon melancarkan kudeta terhadap pemerintahan berdaulat Prancis dan Napoleon mengangkat dirinya sebagai kanselir dan lima tahun kemudian Napoleon menjadi kaisar Prancis.

Inggris dan Prancis sempat mengadakan gencatan senjata melalui Perjanjian Amiens pada 1802 namun setahun kemudian Inggris kembali menyatakan perang dengan Prancis dan dimulailah "Perang Napoleon". Prancis pun mulai menyiapkan pasukannya untuk menginvasi Inggris namun pada 1805 "Koalisi Ketiga" yang terdiri dari Inggris, Austria, Rusia, dan Swedia terbentuk. Dan dengan cepat pasukan koalisi menyerang Bavaria dan Napoleon kini lebih fokus kepada serangan yang dilancarkan pihak koalisi.

Ketika perang di darat tengah berkecamuk sementara itu di laut armada Inggris berhasil mengalahkan armada Prancis dan Spanyol di Semenanjung Trafalgar. Kekalahan itu membuat Napoleon membatalkan invasinya ke Inggris. Perang di daratan Eropa mampu dimenangkan Prancis setelah Prancis Austria dan Rusia di Austerlitz pada 1806 yang mengakhiri perang koalisi ketiga.

"Koalisi Keempat" pun terbentuk setelah Inggris mengajak Rusia dan Prusia untuk bergabung memerangi Prancis. Tak lama setelah itu Napoleon mendirikan negara sekutu Konfederasi Rhine pada 1806. Prancis kembali merasakan manisnya kemenangan setelah menguasai sebagian besar wilayah Jerman dan berhasil memasuki ibukota Prussia di Berlin. Tak lama setelah itu Prancis juga berhasil mendepak Rusia dari peperangan.

Perjanjian Tilsit pun disepakati pada 1807 yang menyatakan kalau Rusia dan Prussia setuju untuk mengakhiri konflik dan bergabung dengan Sistem Kontinental, sistem bentukan Napoleon yaitu semacam perintah resmi untuk semua negara taklukan & sekutu Perancis agar tidak melakukan hubungan dagang dengan Inggris. Sementara itu Napoleon menginvasi Portugal dan mengangkat saudaranya Joseph Bonaparte sebagai raja Spanyol pada 1808 dan dengan ini Semenanjung Iberia jatuh ketangan Napoleon.

-Wellesley/Wellington
Sumber: OA Historypedia Line

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon