Selasa, 01 Agustus 2017

Kebijakan Moneter

Loading...

A. Pendahuluan
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga

Tujuan Kebijakan Moneter:
1) Menciptakan stabilasasi ekonomi.
2) Menjaga stabilitas harga-harga
3) Mencegah pengangguran
4) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
6) Pemerataan distribusi pendapatan
7) Menyelsaikan masalah deflasi-inflasi

Kebijakan moneter dikendalikan oleh pemerintah melalui Dewan Moneter yang terdiri dari:
1) Menteri keuangan sebagai ketua
2) Menteri Perdagangan dan industri dan Gubernur Bank Indonesia sebagai anggota

B. Jenis-Jenis Kebijakan moneter
Kebijakan moneter secara tidak langsung:
1) Open Market Policy(Operasi Pasar Terbuka)
Dilakukan dengan penjualan obligasi, Surat Berharga Pasar Uang(SPBU). Mekanisme pengaturan peredaran uang:

2. Cash Ration Policy(Kebijakan Rasio Kas)
Dilakukan dengan menaikan dan menurunkan cadangan kas minimum. Cadangan kas minimum adalah perbandingan antara uang tunai yang disimpan di bank dengan jumlah simpanan masyarakat(giro wajib minimum).
Mekanisme pengaturan peredaran uang:
Loading...
a. Jika ingin mengurangi jumlah uang yang akan berededar, cadangan kas akan dinaikan
b. Jika ingin menambah jumlah uang yang beredar, cadangan kas akan diturunkan.

3. Discount Policy(Kebijakan Diskonto)
Dilakukan dengan menaik-turunkan suku bunga yang mempengaruhi tabungan. Mekanisme peredaran uang:
a. Jika ingin mengurangi jumlah uang yang akan beredar, suku bungan akan dinaikan
b. Jika ingin menambah jumlah uang yang beredar, suku bunga akan diturunkan.

4. Kredit Selektif
Dilakukan dengan mengatur pemberian kredit pada sifatnya produksi, bukan konsumsi. Mekanisme pengaturan peredaran uang:
a. Jika ingin mengurangi jumlah uang yang beredar, pemberian kredit akan dibatasi.
b. Jika ingin menambah jumlah uang yang beredar, pemberian kredit akan dilonggarkan.

Kebijakan moneter secara tidak langsung secara umum terdiri dari dua:
1. Tight money policy (kebijakan uang ketat), yaitu kebijakan bank sentral mengurangi jumlah uang beredar, dengan:
a. Menjual obligasi
b. Menaikan cadangan kas minimum
c. Menaikan suku bunga
d. Membatasi pemberian kredit
2. Easy money policy (kebijakan uang longgar), yaitu kebijakan bank sentral menambah jumlah uang beredar, dengan:
a. Membeli obligasi
b. Menurunkan cadangan kas minimum
c. Menurunkan suku bunga
d. Melonggar pemberian kredit

Kebijakan moneter secara langsung antara lain:
1. Pencetakan uang, dapat dilakukan dengan menambah atau membatasi pencetakan uang.
2. Sanering, pemotongan nilai mata uang yang menurunkan nilai mata uang.
3. Redenominasi, pengurangan digit mata uang namun tidak menurunkan nilainya.
4. Devaluasi, menurunkan nilai mata uang asing untuk mendorong ekspor dan menghambat impor
5. Revaluasi, menaikan nilai mata uang sendiri.
6. Kebijakan dorongan moral (moral persuasion), memberi imbaun kepada pelaku ekonomi untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan yang bersifat makro.
7. Likuidasi bank, pengmabilalihan aktivitas bank umum

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon