Sabtu, 15 Juli 2017

Rahma Anak Tukang Gorengan Diterima UI dan UGM tanpa Bimbel

Tags

Gadis satu ini luar biasa. Meski tak dilahirkan dalam keluarga berada, tetapi dikaruniai kecerdasan mumpuni sehingga mampu meneruskan pendidikannya dengan baik. Adalah Rahmadia Latifa Kushardani (18) putri dari pasangan Hari Kusharyanto dan Wiwin Pamudya Wardani, warga Jalan Jeruk V/20 RT 06 RW 04, Lamper Lor, Kota Semarang, mampu diterima di tiga perguruan tinggi bergengsi di Tanah Air tanpa melalui bimbingan belajar (Bimbel).

Dia diterima di Universitas Pertamina, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Manajemen melalui SBMPTN 2017. Rahma, sapaan akrabnya, bericerita banyak saat ditemui Tribun Jateng, Selasa (4/7) di rumahnya. Ia mengaku memiliki cara belajar yang berbeda dengan teman seusianya, yang saat itu kebanyakan ikut Bimbel di suatu lembaga kursus.
Gadis itu lebih memilih belajar sendiri melalui video tutorial online dan membaca buku soal-soal latihan tentang SBMPTN tahun lalu.

"Kalau belajar di Bimbel biayanya sangat mahal. Makanya saya milih belajar sendiri," kata, dara lulusan SMA Kolese Loyola Semarang Ini. Selain belajar melalui video tutorial online, dia juga belajar kelompok dengan teman-teman sekolahnya. "Kegiatan belajar kelompok ini biasanya dilakukan saat ada jam kosong di sekolah. Dan biasanya hanya tiga kali dalam seminggu, beruntung para guru yang mengajar kami juga antusias dan saya pun jadi makin semangat juga," jelas Rahma, yang juga alumni SD Lamper Kidul 03 dan SMP Maria Mediatrix.

Rahma membagi waktu belajar antara persiapan Ujian Sekolah dengan ujian masuk perguruan tinggi cukup teliti. Setiap di sekolah ia fokus belajar untuk ujian sekolah, sedangkan saat ada waktu senggang dan di malam hari ia gunakan belajar untuk persiapan ujian. Bahkan, ia rela belajar setiap malam sampai pukul 02.00. "Ayah dan Ibu selalu mengingatkan saya untuk cukup istirahat dan jangan begadang. Tapi, mau bagaimana lagi. Kalau belajar malam tuh rasanya bisa cepet masuk soalnya tenang," kata peraih peringkat 1 Try Out Semargama 2017--Paguyuban Pelajar UGM di Semarang.

Perjuangan Rahmah akhirnya terbayar. Orangtuanya adalah penjual gorengan. Dan mengelola persewaan layar (screen). Dia bangga diterima di tiga universitas bergengsi.
Meski dia diterima di 3 universitas, tetap harus memilih salah satu saja. Akhirnya dia memilih untuk kuliah di Universitas Indonesia jurusan Manajemen. Rahma menjelaskan sempat mendapat tawaran beasiswa keringanan biaya sekitar Rp 12.500.000 untuk biaya SPI, lalu Rp 10.000.000 untuk biaya SPP di Universitas Pertamina.

Dari beasiswa itu, ia hanya dikenakan bayar SPP sekitar Rp 5.000.000 per semester. "Dari awal saya memang tertarik ingin masuk jurusan Manajemen, makanya saya pilih jurusan tersebut di semua Universitas yang saya tuju. Tapi karena saya sudah sangat ingin masuk di Universitas Indonesia, akhirnya saya bulatkan tekad memilih kuliah di sana saja," jelas gadis quarter finalis lomba debat Bahasa Ingris EAD Sanata Dharma dan DCEC Unika Soegijapranata 2016.

Pelajaran yang patut diambil dari kisah Rahma adalah, jangan sampai keterbatasan seperti tidak bisa bimbel mematahkan semangat kamu. BIMBEL BUKAN JAMINAN LO LOLOS PTN.  Jangan sampe keterbatasan ekonomi juga menghalangi kamu untuk bisa kuliah di PTN yang kamu inginkan. Tuhan akan selalu memberi jalan untuk hambaNya yang bersung-sungguh.


Butuh soal+pembahasan saintek buat sbmptn : Klik disini
Butuh Soal+pembahasan Soshum buat sbmptn : Klik disini
Ebook Materi Saintek: Klik disini
Ebook Materi Soshum: Klik disini
Kisi-kisi SBMPTN 2018: Klik disini
cara lolos SBMPTN tanpa bimbel: Klik disini

sumber berita: tribunnews.com

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon