Jumat, 02 Juni 2017

Sistem Ekonomi Indonesia dan Negara Lain


Sistem ekonomi merupakan kemampuan atau cara suatu negara mengatur dan menjalankan kegiatan perekonomiannya. Sistem ini menjadi pedoman bagi negara dan masyarakat untuk mengatasi setiap permasalahan ekonomi yang muncul. Ada beberapa sistem ekonomi yang digunakan oleh negara-negara di dunia.

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradsional menitikberatkan pada kebiasaan (tradisi) dan adat istiadat masyarakat dalam menjalankan perekonomian. Ciric-ciri sistem ekonomi tradisional sebagai berikut.
a. Kegiatan perekonomian bergantung pada sumber daya alam
b. Belum ada pembagian kerja
c. Kebutuhan hidup dipenuhi dengan barter
d. Teknologi produksi masih sederhana
e. Menganut sistem kekeluargaan
f. Tidak ada persaingan dalam kegiatan ekonomi
g. Masyarakat menjunjung tinggi kebersamaa
h. Kegiatan ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan, tidak mencari laba.

2. Sistem Ekonomi Komando/Terpusat
Dalam sistem ekonomi ini seluruh kegiatan ekonomi direncanakan, diatur, dan diorganisasikan pemerintah pusat untuk dilaksanakan warga. Ciri-ciri negara dengan sistem ekonomi komando terpusat sebagai berikut.
a. Sumber daya ekonomi dikuasai negara
b. Kegiatan ekonomi, jenis, dan pembagian pekerjaan diatur pemerintah.
c. Hak milik pribadi tidak diakui pemerintah
d. Pemerintah bertanggung jawab atas kegiatan ekonomi masyarakat.
e. Keadaan ekonomi relatif stabil, jarang terjadi krisis.
f.  Distribusi barang dan pendapatan lebih adil dan merata
g. Daya kreasi dan inisiatif individu dibatasi
h. Pemerintah memiliki hak monopoli dalam menerapkan kebijakan perekonomian.

3. Sistem Ekonomi Liberal/Pasar
Sistem ekonomi pasar(liberal) menitikberatkan kebebasan masyarakat dan kegiatan ekonomi bergantung pada mekanisme pasar. Ciri negara dengan sistem ekonomi ekonomi liberal sebagai berikut.
a. Pemerintah tidak mencampuri kegiatan ekonomi
b. Kegiatan ekonomi berorientasi pada laba optimal
c. Sumber produksi dikuasai oleh swasta
d. Masyarakat bebas berinisiatif dan berkreasi dalam kegiatan ekonomi
e. Persaiangan usaha ketat.
f. Efektivitas dan efisiensi produk tinggi
g. Kesenjangan ekonomi dan sosial tinggi
h. Perekonomian cendrung tidak stabil.

4. Sistem Ekonomi Campuran 
Sistem ekonomi campuran menggabungkan tatanan sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Negara yang memiliki sistem ekonomi campuran memilki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Tatanan ekonomi merupakan perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan terpusat
b. Barang modal dan sumber daya vital dikuasai pemerintah
c. Campur tangan pemerintah dilakukan dengan kebijakan ekonomi sehingga tercipta persaingan sehat
d. Ada peran berimbang antara pemerintah dan swasta dalam kegiatan perekonomian,
Saat ini hampir tidak ada negara yang secara penuh menerapkan sistem ekonomi terpusat ataupun sistem ekonomi pasar. Sebagian besar negara cendrung menerapkan sistem ekonomi pasar seperti Amerika Serikat, Hongkong, dan negara-negara Eropa Barat. Negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Tiongkok, Kuba, Polandia, dan Uni Soviet yang berideologi sosialis atau komunis. Negara yang menerapkan sistem ekonomi campuran adalah Malaysia, Singapura, dan Prancis. 
Perubahan politik dunia dapat memengaruhi perubahan sistem ekonomi suatu negara.Contohnya Uni Soviet pada masa pemerintahan Gorbachev. Kehancuran komunisme memengaruhi sistem ekonomi Soviet, dari sistem ekonomi terpusat(komando) mulai beralih pada ekonomi liberal.

5. Sistem Ekonomi Indonesia 
Indonesia menganut sistem demokrasi ekonomi atau sistem ekonomi Pancasila. Artinya kegiatan ekonomi dilakukan oleh, dari, dan untuk rakyat. Pemerintah berperan sebagai pelaku ekonomi sekaligus pengatur dan pengawas kegiatan kegiatan ekonomi di Indonesia. Pelaksanaan demokrasi ekonomi dijwai nilai-nilai Pancasila meliputi asas kekeluargaan, pandangan agamis tentang masyarakat, dan asas keadilan.
Sistem ekonomi Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Sesuai dengan perkembangan dan ideologi bangsa
b. Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
c. Mengutamakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat
d. Kegiatan ekonomi merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
e. Sumber daya ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
f. Penggunaan sumber daya ekonomi harus berorientasi pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Penerapan sistem ekonomi Indonesia juga rentan mengalami penyimpangan. Oleh karena itu, pada penerapanya harus menghindari aspek-aspek negatif antara lain sistem persaingan bebas(free fight liberalism), sistem etatisme, monopoli dan persaingan tidak sehat.

6. Kegiatan Ekonomi dalam Perubahan Sistem Ekonomi 
Setiap elemen dalam kegiatan ekonomi (unit-unit ekonomi dan pelaku-pelaku ekonomi) mempunyai fungsi-fungsi tertenu yang harus dijalankan selama berlangsungnya kegiatan ekonomi seperti fungsi produksi, konsumsi, distribusim investasi, dan regulasi. Kegiatan ekonomi dilakukan manusia dalam memperoleh barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jenis kegiatan ekonomi meliputi konsumsi, produksi, dan distribusi.
Perubahan sistem ekonomi biasanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, yang berhubungan dengan perubahan sistem politik, contohnya Tiongkok. Pada era sebelum 90-an,sistem ekonomi Tiongkok bersifat terttutup atau menganut sistem ekonomi sosialis. Selanjutnya, Tiongkok mengubah sistem ekonominya menjadi sistem ekonomi pasar. Indonesia juga mengalami perubahan sistem ekonomi. Pada tahun 1950-1959 Indonesia menggunakan sistem ekonomi liberal(masa demokrasi liberal); 1959-1966 menggunakan sistem ekonomi etatisme/sosialism(asa demokrasi terpimpin); 1966-1998 menggunakan sistem ekonomi Pancasila(demokrasi ekonomi); dan 1998-sekarang menggunakan sistem ekonomi Pancasila (demokrasi ekonomi).

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon