Jumat, 09 Juni 2017

Perilaku Menyimpang

Loading...


Perilaku menyimpang merupakan gejala bentuk pola perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial dalam masyarakat. Segala sesuatu yang bertentangan dengan nilai dan norma akan dianggap sebagai perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang sering disebut deviasi sosial
a. Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang
Ciri-ciri perilaku menyimpang sebagai berikut.

  • Didefinisikan menyimpang oleh masyarakat
  • Penyimpangan dapat diterima atau ditolak
  • Terdapat penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak
  • Terdapat norma penghindaran dalam penyimpangan
b. Sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang
Perilaku menyimpang dalam masyarakat disebabkan oleh beberap faktor sebagai berikut.
  • pengaruh mental tidak sehat
  • Pelampiasan rasa kecewa
  • keterbatasn ekonomi
  • keinginan seseorang untuk dipuji oleh orang lain
  • pengaruh lingkungan dan media massa yang cendrung negatif
  • adanya differential association atau asosiasi diferensial 
  • Sosialisasi tidak sempurna
  • Penyerapan nilai dan norma dalam proses sosialisasi tidak maksimal
c. Hubungan Sosialisasi dengan Perilaku menyimpang
Proses sosialisasi dapat memengaruhi timbulnya perilaku menyimpang. Proses sosialisasi yang memengaruhi perilaku menyimpang ini meliputi proses belajar menyimpang dan proses sosialisasi tidak sempurna.
  • Proses belajar menyimpang yaitu individu atau kelompok melakukan proses sosialisasi berupa belajar melakukan penyimpangan. Individu atau kelompok secara dasar ingin melakukan penyimpangan. Misalnya, pelajar secara sadar melanggar tata tertib sekolah
  • Proses sosialisasi tidak sempurna. Agen atau media sosialisasi yang tidak menjalankan proses sosialisasi secara benar dapat menyebabkan perilaku menyimpang. Misalnya orang tua yang tidak menjalankan proses afeksi dan perlindungan terhadap anak
d. Klasifikasi Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
Setidaknya terdapat tiga klasifikasi perilaku menyimpang, yaitu berdasarkan sifatnya, jumlah pelakunya, dan jenisnya.
1. Berdasarkan Sifat
  • Penyimpangan positif yaitu bentuk penyimpangan yang berdampak positif bagi pelaku penyimpangan atau orang disekitarnya. Meskipun demikian, perilaku ini tetap dianggap bertentangan dengan norma masyarakat
  • Penyimpangan negatif seluruh perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma dominan dalam masyarakat. Masyarakat biasanya tidak menoleransi tindak penyimpangan negatif
2. Berdasarkan Jumlah Pelakunya
  • Penyimpangan individual yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang melanggar tatanan nilai dan norma di lingkungan masyarakat
  • Penyimpangan kolektif yaitu bentuk penyimpangan terhadap nilai dan norma secara terkoordinasi oleh sekelompok orang
3. Berdasarkan Jenisnya
  • Penyimpangan primer yaitu penyimpangan sosial yang bersifat temporer. Penyimpangan ini baru dilakukan pertama kali bersifat, sementara, dan masih dapat ditoleransi oleh masyarakat
  • Penyimpangan sekunder yaitu penyimpangan sekunder yaitu penyimpangan sosial yang dilakukan secara berulang-ulang dan sudah mengarah pada pelanggaran hukum
e. Fungsi Pengendalian Sosial
Beberapa fungsi pengendalian sosial sebagai berikut
  • Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial
  • Memberika imbalan kepada warga yang menaati norma
  • Mengembangkan rasa malu
  • Mengembangkan rasa takut
  • Menciptakan sistem hukum
g. Proses Pengendalian Perilaku Menyimpang
Proses pengendalian perilaku menyimpang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu sifat pengendalian sosal, cara pengendalian sosial
1. Sifat Pengendalian Sosial

  • Preventif yaitu pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara mecegah munculnya gangguan dalam keserasian masyarakat
  • Represif yaitu pengendalian sosial yang dilakukan untuk mengembalikan keserasian akibat pelanggaran nilai dan norma masyarakat
2. Cara Pengendalian Sosial
  • Persuasif yaitu pengendalian sosial tanpa kekerasan dengan cara menyarankan dan membimbing individu atau kelompok agar mematuhi nilai dan norma masyarakat
  • Koersif yaitu pengendalian sosial dengan cara kekerasan atau paksaan baik secara fisik maupun nonfisik untuk membentuk masyarakat yang tertib sosial
3. Bentuk Pengendalian Sosial
  • Formal yaitu pengendalian sosial secara formal dilakukan secara sadar dan berkesinambungan dalam membentuk perilaku individu berdasarkan nilai dan norma sosial
  • Nonformal yaitu cendrung dilakukan oleh masyarakat tradisional melalui desas-desu, pengucilan, celaan, dan ejekan.



Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon