Jumat, 23 Juni 2017

Konsep Esensial dan Pendekatan Geografi

Loading...


Bumi sebagai tempat tinggal dan ruang hidup merupakan salah satu kesamaan sudut pandang yang mendorong perkembangan konsep esensial geografi. Konsep esensial geografi menyajikan gambaran secara umum mengenai suatu fenomena geosfer. Studi geografi berkaitan dengan konsep dan objek(objek material dan objek formal). Setiap fenomena pada objek studi geografi dapat dikaji menggunakan pendekatan geografi
1. Konsep Esensial Geografi
Konsep esensial geografi digunakan untuk mengkaji fenomena geosfer. Konsep esensial geografi terbentuk berdasarkan pola yang berkaitan dengan fenomena geosfer yang mempengaruhi kehidupan. Kajian mengenai berbagai fenomena geosfer didasarkan atas faktor, gejala,dan masalah keruangan, baik secara fisik maupun sosial. Konsep esensial geografi sebagai berikut.

a. Konsep Lokasi
Konsep lokasi menjelaskan suatu fenomena geosfer berkaitan dengan letaknya di permukaan bumi. Konsep lokasi menjadi ciri khusus ilmu geografi sejak awal perkembangannya. Konsep lokasi menjadi ciri khusus ilmu geografi sejak awal perkembangannya. Konsep lokasi dibedakan menjadi dua yaitu lokasi absolut yang bersifat tetap (berdasarkan pada garis lintang dan garis bujur) dan lokasi relatif yang menunjukan kondisi sesuai daerah di sekitarnya.

b. Konsep Jarak
Konsep jarak mengkaji jarak antara satu tempat dengan tempat yang lain. Konsep jarak dibedakan menjadi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut diukur menggunakan satuan panjang dan jarak relatif ditentukan dengan biaya pertimbangan rute, waktu, atau biaya

c. Konsep Keterjangkauan
Kajian mengenai keterkaitan jarak dan karakteristik wilayah dilakukan menggunakan konsep keterjangkauan. Ketersediaan sarana prasarana untuk menjangkau suatu wilayah menentukan tingkat aksesbilitas. Wilayah yang jauh akan mudah dijangkau apabila sarana dan prasarana transportasi memadai

d. Konsep Pola
Susunan keruangan objek di permukaan Bumi dikaji menggunakan konsep pola. Kegiatan manusia dalam memanfaatkan alam memengaruhi pola keruangan tertentu. Contohnya permukiman penduduk di daerah pantai berpola memanjang mengikuti garis pantai.

e. Konsep Morfologi
Konsep morfologi berkaitan dengan bentuk-bentuk permukaan bumi. Bentuk-bentuk permukaan bumi dihasilkan oleh tenaga dari dalam dan luar bumi. Misalnya bentuk lahan di hilir sungai membentuk kipas aluvial karena proses pengangkutan dan sedimentasi

f. Konsep Aglomerasi
Konsep aglomerasi berkaitan dengan pemusatan suatu fenomena di permukaan bumi. Aglomerasi berkaitan dengan kecendrungan terhadap pemusatan suatu fenomena pada wilayah yang relatif sempit dan paling menguntungkan. Contonya pemusatan kawasan industri di suatu wilayah terpadu.

g. Konsep Nilai Guna
Kegunaan suatu wilayah berdasarkan potensi yang dimiliki dikaji melalui konsep nilai guna. Karakteristik penduduk suatu wilayah  dapat menuntukan nilai guna suatu wilayah. Nilai guna suatu wilayah dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang perkembangan wilayah

h. Konsep Diferensiasi Area
Konsep diferensiasi area berkaitan dengan perbedaan karakteristik antarwilayah. Perbedaan karakteristik tersebut dapat berupa bentang alam, kependudukan, pembangunan, atau perekonomian.Setiap wilayah terbentuk karena adanya unsur dan fenomena yang berbeda dengan wilayah lain. Diferensiasi area tersebut mendorong adanya interaksi antarwilayah

i. Konsep Keterkaitan keruangan
Konsep keterkaitan ruangan menunjukkan tingkat saling membutuhkan antarwilayah. Keterkaitan keruangan berhubungan dengan berbagai fenomena geosfer, baik fenomena alam, biotik, maupun sosial, Misalnya perbedaan potensi antarwilayah mendorong adanya keterkaitan dalam memenuhi kebutuhan material dan sosial penduduk.

j. Konsep Interaksi dan Interpendensi
Perbedaan karakteristik antarwilayah mendorong adanya interaksi, interaksi dapat berupa pertukaran atau aliran manusia, barang, atau budaya. Interpedensi dipengaruhi oleh adanya saling ketergantungan antarwilayah. Misalnya daerah pedesaan yanng mampu menghasilkan komoditas pangan sangat diperlukan bagi daerah perkotaan. Sebaliknya, daerah pedesaan membutuhkan hasil industri dari perkotaan untuk memenuhi  kebutuhan.
2. Pendekatan Geografi
Pendekatan geografi merupakan penentu atau ciri khas ilmu geografi. Studi geografi modern atau yang dikenal sebagai geografi terpadu (ingrated geography) menggunakan tiga pendekatan utama. Tiga pendekatan geografi tersebut sebagai berikut.

a. Pendekatan keruangan(Spatial Approach)
Pendekatan keruangan disebut juga pendekatan spasial. Kajian pada pendekatan keruangan menitikberatkan pada perbedaan karakteristik antarwilayah. Perbedaan karakteristik wilayah dapat dikaji berdasarkan sifat-sifat pentingnya seperti struktur, pola, dan proses. Struktur keruangan terkait dengan susunan unsur-unsur pembentuk ruang berupa kenampakan dalam bentuk titik, garis, atau area. Pendekatan keruangan juga mempelajari pola-pola pelebaran penggunaan ruang. Pola keruangan berkaitan dengan distribusi kenampakan dalam bentuk titik, garis, atau area beserta fungsinya. Pendekatan keruangan dapat dikaji melalui topik, aktivitas manusia, dan karakteristik wilayah atau region

b. Pendekatan Kelingkugan (Ecological Approach)
Pendekatan kelingkungan disebut juga pendekatan ekologi. Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme hidup dan lingkungan. Interaksi tersebut membentuk suatu sistem keruangan yang disebut ekosistem. Interaksi organisme hidup seperti hewan, dan tumbuhan dengan lingkungannya dikaji melalui pendekatan kelingkungan atau ekologi.Pendekatan kelingkungan digunakan untuk mengetahui  keterkaitan antarmahluk hidup dan mahluk hidup dengan habitatnya.

c. Pendekatan Kompleks Wilayah(Regional Complex Approach)
Kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi merupakan pendekatan kompleks wilayah. Pendekatan ini berdasarkan pada pengertian areal differentiation yaitu adanya perbedaan karakteristik setiap wilayah. Setiap wilayah memiliki perbedaan karakteristik yang mendorong interaksi antarwilayah. Salah satu ciri penggunaan pendekatan kompleks wilayah yaitu adanya pengklasifikasian pada analisisnya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon