Jumat, 09 Juni 2017

Kelompok Sosial

Loading...


1. Ciri-ciri Kelompok Sosial
Manusia selalu hidup secara berkelompok. Inilah bukti bahwa manusia merupakan mahluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk mempertahankan kehidupannya. Menurut Soerjono Seokanto, kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan sosial. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling memengaruhi dan suatu kesadaran untuk saling menolong.
Suatu kelompok dapat dikatakan sebagai kelompok sosial jika memenuhi beberapa ciri berikut.

  • Terdapat kesadaran setiap anggota kelompok bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan 
  • Terdapat hubungan timbal balik antara anggota yang satu dan anggota lain
  • Terdapat persamaan tertentu seperti latar belakang, tujuan, nasib, dan ideologi.
  • Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola
  • Struktur sosial bersistem dan berproses
2. Pembentukan Kelompok Sosial
Terbentuknya kelompok sosial dalam masyarakat dapat terjadi secara alami ataupun disengaja. Kelompok yang terbentuk secara alami, misalnya keluarga inti dan ikatan kelompok kekerabatan. Adapaun kelompok yang sengaja dibentuk, misalnya organisasi atau perkumpulan.
Latar belakang seseorang membentuk atau bergabung dalam sebuah kelompok sosial sebagai berikut.
  • Kesamaan darah dan keturunan(genealogi)
  • Faktor geografis suatu daerah
  • Kesamaan daerah asal
  • Kesamaan kepentingan
3. Menjelaskan Bentuk-Bentuk Kelompok Sosial
Bentuk-bentuk kelompok sosial sebagai berikut.
  • Kelompok primer (primary group) yaitu kelompok sosial yang saling mengenal antaranggotanya, sering bertatap muka(face to face), bekerja sama dengan sifat pribadi, dan bersifat permanen
  • Kelompok sekunder yaitu kelompok sosial dengan jumlah anggotanya banyak, sifat hubungan cendrung formal tidak saling mengenal, dan tidak permanen
  • Kelompok formal(formal group) yaitu organisasi kelompok yang terbentuknya secara resmi, mempunyai peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk ditaati, serta berfungsi mengatur hubungan antaranggota
  • Kelompok informal(informa group) yaitu organisasi kelompok tidak resmi, tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti, serta peraturan tidak tertulis secara resmi
  • In-group yaitu kelompok sosial yang individunya mengindentifikasi diri dalam kelompok tersebut
  • Out-group yaitu kelompok yang dianggap sebagai kelompok luar atau kelompok yang dianggap lawan
  • Gemeinschaft(paguyuban) yaitu bentuk kehidupan bersama antaranggota masyarakat yang mempunyai hubungan solidaritas mekaniks, sifatnya alami, dan kekal. Kelompok paguyuban sering dikaitkan dengan masyarakat desa
  • Gesselschaft(patembayan) yaitu bentuk kehidupan yang bersifat pamrih, bersifat solidaritas organis, dan berlangsung dalam jangka waktu pendek. Kelompok jenis ini identik dengan masyarakat kota yang kompleks.
  • Kelompok referensi (reference group) yaitu kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya
  • Kelompok membership (membership group) yaitu kelompok yang hubungan antar anggotanya terjadi secara fisik. Ukuran utama keanggotaan seseorang adalah interaksinya dengan kelompok sosial yang bersangkutan
  • Perilaku kolektif yaitu kelompok sosial yang cendrung bersifat sementara, tidak terorganisasim dan merupakan perilaku spontanitas. Adapaun macam perilaku kolektif sebagai berikut. Kerumunan yaitu kelompok individu yang bersifat sementara.Ukuran utama dari kerumunan adalah kehadiran individu secara fisik dan tidak terorganisasi. Kerumunan dibedakan menjadi hadirin (audience), kerusuhan(riot), pesta pora(orgi), dan kepanikan. Perilaku massa yaitu perilaku kelompok yang bukan satu kesatuan, tidak terstruktur maupun terorganisir, serta terjadi interaksi tidak langsung melalui alat-alat komunikasi.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon