Senin, 15 Mei 2017

Perubahan Sosial

Loading...


Suatu perubahan dapat disebut sebagai perubahan sosial ketika mampu mempengaruhi kehidupan manusia secara luas. Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin, perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima, baik karena perubahan geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya penemuan baru dalam masyarakat. Adapun Samuel Koenig mendefinisikan perubahan sosial sebagai modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.
1. Faktor Penyebab Perubahan sosial
a. Faktor Internal
1)Penemuan-penemuan baru
Penemuan yang benar-benar baru disebut discovery, sedangkan pembaruan penemuan yang telah ada disebut invention. Penemuan baru di bidang teknologi dapat meningkatkan kehidupan masyarakat sehingga menyebabkan perubahan sosial.

2)Perubahan Jumlah Penduduk (Demografi)
Perubahan jumlah penduduk berkaitan dengan pertambahan atau penurunan jumlah penduduk. Perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh kematian(mortalitas), kelahiran(fertilitas), serta migrasi. Jumlah penduduk yang terus meningkat dapat menyebabkan masalah berupa ledakan penduduk. Sementara itu, berkurangnya jumlah penduduk dapat menyebabkan terhambatnya proses pembangunan.

3)Pertentangan (Konflik) dan Pembrontakan(Revolusi)
Pertentangan dan pembrontakan berkaitan dengan stabilitas suatu negara. Negara yang sering mengalami konflik dan peperangan dapat mengalami masalah sosial. Pertentangan dan pembrontakan merupakan faktor intern karena terjadi antarsesama anggota kelompok masyarakat, misalnya perang saudara.

b. Faktor Eksternal
1) Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Luar
Masuknya budaya luar dalam masyarakat menandaan adanya interaksi budaya antarkelompok dalam masyarakat. Proses tersebut dapat berlangsung melalui berbagai cara, misalnya melalui teknologi informasi dan komunikasi serta media massa.

2) Peperangan
Peperangan dapat menyebabkan perubahan sosial karena negara yang kalah perang pada umumnya akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan negara pemenang perang. Kebijakan tersebut dapat memengaruhi masyarakat.

3) Bencana Alama
Bencana alam seperti banjir, gempa, dan angin ribut dapat menyebabkan berbagai perubahan dalam masyarakat. Bentuk perubahan tersebut misalnya penduduk melakukan mobilitas sosial karena mengungsi dan terjadi perubahan struktur sosial karena keanggotaan terpeceh belah akibat mengungsi.

2. Faktor Pendorong Perubahan Sosial
Faktor pendorong perubahan sosial sebagai berikut.

  • Kontak dengan kebudayaan luar
  • Sikap terbuka terhadap budaya lain
  • Adanya keinginan untuk maju
  • Terdapat kemajuan dalam sistem pendidikan
  • Adanya orientasi pada masa depan
  • Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
  • Komposisi masyarakat yang heterogen
  • Ketidakpuasaan terhadap bidang kehidupan tertentu
  • Sikap menghargai budaya lain
  • Sikap toleransi terhadap perubahan  tertentu
3. Faktor Penghambat Perubahan Sosial
Faktor penghambat perubahan sosial sebagai berikut

  • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lambat
  • Kurang menjalin hubungan dengan masyarakat lain
  • Terdapat prasangka terhadap budaya lain
  • Terdapat adat yang mengikat 
  • Adanya keyakinan yang tertanam kuat (vested interest)
  • Adanya perbedaan idelogi
  • Sikap masyarakat yang masih tradisional
  • Adanya kemiskinan
  • Lokasi atau tempat tinggal yang sulit dijangkau
4. Proses Terjadinya Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial tidak terjadi secara tiba-tiba, melalui beberapa cara berikut.
a. Difusi, artinya terjadi penyebaran unsur-unsur baru seperti gagasan, keyakinan, hasil kebudayaan, atau ideologi. Berdasarkan prosesnya, difusi dapat dibedakan sebagai berikut

  • Difusi Intramasyarakat(intrasociety diffusion), artinya terjadi penyebaran kebudayaan antarindividu atau antarkelompok dalam masyarakat. Difusi intramasyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya pengakuan unsur baru yang memiliki banyak kegunaan, unsur kebudayaan yang baru masuk sesuai unsur kebudayaan sebelumnya, serta peran lembaga sosial untuk menentukan unsur kebudayaan baru yang sesuai. 
  • Difusi antarmasyarakat(intersociety diffusion), artinya terjadi penyebaran unsur kebudayaan baru dari satu masyarakat kepada masyarakat lain, Faktor yang memengaruhi difusi antarmasyarakat adalah kontak sosial antarmasyarakat; kemampuan menyosialisasikan manfaat penemuan baru; pengakuan mengenai kegunaan penemuan baru; tidak adanya unsur kebudayaan lain yang mampu menyaingi unsur kebudayaan baru; aktivitas penyebaran kebudayaan baru yang intensif; dan paksaan untuk menerima unsur baru.
b. Penetration pacifique, artinya masyakat menerima unsur kebudayaan baru secara damai tanpa ada paksaan

c. Penetration violent, artinya masuknya unsur kebudayaan baru dalam masyrakat terjadi melalui proses kekerasan dan paksaan. Unsur kebudayaan tersebut dapat merusak kebudayaan asli setempat.

d. Simbiotik, artinya unsur-unsur kebudayaan yang masuk diterima secara berdampingan. Simbiotik melibatkan dua unsur kebudayaan masyarakat atau lebih. Proses perembasan simbiotik meliputi tiga konsep, yaitu saling menguntungkan, menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak lain, serta mengakibatkan kerugian berbagai pihak

e. Akulturasi, artinya proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan asli.

f. Asimilasi, artinya proses peleburan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda menjadi satu kebudayaan tunggal dirasakan sebagai kebudayaan milik bersama. Asimilasi dapat menghapus unsur-unsur perbedaan secara horizontal sehingga perbedaan antaranggota masyarakat dapat dipersatukan melalui konsep budaya baru.
5. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial
a. Perubahan Sosial berdasarkan kecepatan Berlangsungnya
1) Perubahan lambat(evolusi), yaitu perubahan yang terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak. Perubahan evolusi berlangsung lambat dalam masyarakat.
2) Perubahan cepat(revolusi), yaitu perubahan yang berlangsung cepat mengenai dasar pokok kehidupan masyarakat. Faktor pendorong perubahan revolusi antara lain adanya keinginan kuat dari masyarakat untuk melakukan perubahan, adanya pemimpin yang baik, adanya tujuan jelas, dan didukung waktu yang tepat.

b. Perubahan Sosial Berdasarkan Ukuran Perubahannya
1) Perubahan kecil, yaitu perubahan yang hanysa memengaruhi beberapa golongan atau kelompok sosial masyarakat. Perubahan kecil tidak menimbulkan pengaruh yang berarti dalam aspek kehidupan masyarakat
2) Perubahan besar, yaitu perubahan yang dapat memengaruhi aspek-aspek kehidupan masyarakat luas. Selain itu, perubahan besar dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat, misalnya peperangan dan krisis moneter.

c. Perubahan Sosial Berdasarkan Prosesnya
1) Perubahan yang direncanakan (planned change), yaitu perubahan yang dikehendaki melalui program-program tertentu. Perubahan ini dilakukan oleh pihak-pihak yang hendak mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, Pelaku perubahan ini dinamakan agent of change.
2)Peubahan yang tidak direncanakan (unplanned change), yaitu perubahan yang terjadi tanpa perencanaan serta berlangsung di luar jangkaun pengawasan masyarakat. Perubahan jenis ini tidak selalu menimbulkan dampak negatif dalam masyarakat. 

d. Perubahan Sosial Berdasarkan Sifat Perubahannya
1) Peruban struktural (perubahan mendasar), yaitu perubahan dalam aspek kehidupan mendasar manusia sehingga timbul reorganisasi
2)Perubahan proses (tidak mendasar), yaitu perubahan yang hanya terjadi pada aspek pelaksanaan sistem. Perubahan ini bersifat tidak mendasar dan bertujuan memperbaiki sistem sebelumnnya.

e. Perubahan Sosial Berdasarkan Caranya
1) Perubahan dengan cara kekerasan, yaitu perubahan yang terjadi karena adanya kelompok berkuasa yang menindas kelompok-kelompok kecil dengan jalan kekerasan. Selain dengan kekerasan, mereka dipaksa menuruti perintah keinginan kelompok berkuasa.
2) Perubahan tanpa kekerasan, yaitu perubahan yang dipengaruhi oleh rasa empati dan peduli sosial. Perubahan ini dilakukan dengan cara menjalin hubungan sosial antarpihak yang ingin melakukan perubahan dengan masyarakat yang hendak diubah

f. Perubahan Sosial Berdasarkan Perkembangannya
1) Perubahan progress, yaitu perubahan yang membawa kemajuan bagi masyarakat.
2) Perubahan regress, yaitu perubahan yang memberi isyarat akibat berupa kemunduran bagi masyarakat.
6. Dampak Positif dan Dampak Negatif Perubahan Sosial
a. Dampak Positif Perubahan Sosial
Dampak positif perubahan sosial mengarah pada kemajuan (progress). Perubahan sosial dapat menyebabkan kehidupan masyarakat lebih baik. Beberapa dampak positif perubahan sosial sebagai berikut.

  1. Kemajuan di berbagai bidang kehidupan (ekonomi, sosial, politik, dan budaya)
  2. Muncul nilai dan norma baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
  3. Berkembangnya lembaga sosial baru dalam masyarakat
  4. Kemajuan teknologi di berbagai bidang kehidupan.
  5. Kemudahan dalam menjalin hubungan komunikasi
  6. Terbentuknya struktur sosial baru
b. Dampak Negatif Perubahan Sosial

Dampak negatif perubahan sosial mengarah pada kemunduran(regress). Dampak negatif perubahan sosial ditandai adanya tindak kriminalitas, konflik, deviasi, dan beberap masalah sosial lainnya. Dampak negatif perubahan sosial sebagai berikut.

  1. Terjadinya konflik sosial(baik vertikal maupun horizontal)
  2. Lembaga sosial tidak berfungsi secara optimal
  3. Terjadinya disorientasi nilai dan norma
  4. Munculnya krisis di berbagai dimensi kehidupan
  5. Tejadinya kerusakan lingkungan
  6. Timbulnya penuruan kualitas hidup tatanan sosial masyarakat. 

Artikel Sosiologi  lainnya yang menarik (Klik Judul):
Metode Penelitian Sosial
Prosedur Penelitian Sosial
Nilai dan Norma Sosial
Sosialisasi
Pengandalian Sosial
Difrensiasi sosial
Mobilitas Sosial 
Dinamika Kelompok Sosial
Stratifikasi Sosial
Masyarakat Multikultural
Gejala-gejala Sosial dalam Masyarakat
Perilaku Menyimpang
Struktur Sosial
Kelompok Sosial
Permasalahan Sosial




Artikel Terkait


EmoticonEmoticon