Rabu, 05 April 2017

Teknik Arsitektur dan Prospeknya

Secara umum arsitektur adalah seni dan ilmu dalam mendesain atau merancang bangunan. Vitruvius dalam bukunya De Architectura (sumber tertulis tentang arsitektur paling tua) menyatakan bahwa suatu bangunan aharus memiliki nilai keindahan/estetika (venustas), kekuatan (firmitas) dan kegunaan/fungsi (utilitas). Seorang arsitek (orang yang bergelut dalam bidang arsitektur) harus menerapkan keseimbangan antara ketiga aspek tersebut pada bangunan yang dia rancang. Untuk merancang suatu bangunan, menurut Vitruvius, seorang arsitek dibekali dengan kemampuan matematika, sains, seni, teknologi, humaniora dan sebagainya. Pengetahuan tersebut penting untuk memperkaya dan menjadi sumber inspirasi bagi sang arsitek.

Persiapan Calon Mahasiswa Arsitektur
1. Passion
"Mengapa saya memilih jurusan arsitektur?", pertanyaan ini adalah pertanyaan yang harus di jawab sendiri oleh seorang calon mahasiswa jurusan arsitektur, karena untuk kuliah di jurusan ini seorang calon mahasiswa harus memiliki passion dan kecintaan terhadap dunia arsitektur. Pastikan Anda memiliki kecintaan, jika belum cinta, maka tumbuhan kecintaan itu, jika tidak bisa juga, maka pilihlah jurusan kuliah yang lain sebelum Anda menyia-nyiakan waktu Anda untuk sesuatu yang tidak menarik minat Anda.
2. Ketekunan
Ketekunan lahir dari minat dan kecintaan yang besar terhadap suatu hal. Jika Anda memang benar-benar menaruh minat pada dunia arsitektur, otomatis ketekunan akan mengiringinya. Ketekunan akan melahirkan kerja keras yang sangat penting dalam dunia profesional ini. Bersiaplah untuk lebih waktu yang akan semakin sedikit untuk tidur.
3. Persepsi ruang
Karena arsitektur bicara tentang bangunan, maka ia tidak akan lepas dari persepsi keruangan kita. Mahasiswa arsitektur harus memiliki persepsi ruang yang baik, setiap kali seorang arsitek membuat garis pada gambarnya, maka dia harus bisa membayangkan bagaimana garis itu akan tampak pada wujudnya yang nyata secara tiga dimensi.
4. Memori visual
Memori visual ini dapat kita sebut sebagai inspirasi. Pada hakikatnya, setiap hal yang dibuat manusia adalah tiruan dari apa saja yang terdapat di alam ini. Peniruan tersebut diikuti dengan imajinasi dari manusia tersebut sehingga menghasilkan sesuatu yang baru dalam hal bentuk, warna, tekstur dan sebagainya. Demikian halnya dalam bidang arsitektur. Karena itu, untuk mengasilkan produk yang baru, beda, dan unik, seorang mahasiswa arsitektur harus memiliki memori visual yang kaya. Untuk memperkaya memori visual ini dapat dilakukan dengan mempelajari sebanyak mungkin karya-karya arsitektur yang telah ada sebelumnya, dan sebanyak mungkin berjalan-jalan dan melihat-lihat.
5. Kemampuan menggambar
Kemampuan menggambar mutlak harus dimiliki oleh seorang arsitek, tapi, jika Anda kurang mahir menggambar, jangan langsung mundur. Jika Anda memang senang dengan dunia arsitektur tentu bersedia untuk tekun dan bekerja keras seperti disampaikan sebelumnya diatas. Salah satu aplikasi ketekunan dan kerja keras untuk belajar menggambar. Jangan takut tidak bisa, banyak pengalaman orang lain menunjukkan bahwa kemampuan menggambar sangat dapat diasah, dengan ketekunan kerja keras, dalam waktu tidak terlalu lama Anda bisa menguasai kemampuan ini. Untuk menggambar, jangan lupa menyediakan perlengkapan yang cukup

Arsitektur, yang pertama kali terbayang di benak orang awam soal Arsitektur pastinya tidak jauh dari gedung yang "wow", rumah yang artistik, hotel yang megah, dan kantor yang futuristik. Apakah itu salah? Tidak sepenuhnya, karena output dari para Arsitek ya memang bangunan-bangunan tersebut. Namun, belum banyak orang yang sadar kalau gua-gua tempat orang jaman batu tinggal, pohon karet rindang yang bisa melindungi dari hujan, bahkan kandang sapi bisa digolongkan sebagai karya Arsitektur. Mungkin respon orang awam seperti ini: "Lho kok? Bukannya Arsitek bikinnya yang keren-keren aja ya, kak?", Nah ini mindset yang kurang tepat. Kebanyakan orang menganggap bahwa hasil karya Arsitek adalah bangunan-bangunan mahamegah. Padahal, inti dari Arsitektur adalah merancang-bangun wujud dari kebutuhan papan manusia.

Bangunan sebagai objek Arsitektur dan manusia sebagai subjek Arsitektur adalah dua hal yang harus selalu dipikirkan para Arsitek. Bayangkan sebuah rumah mewah yang memiliki kolam renang, lapangan futsal, teater mini, tetapi tidak memiliki kamar tidur dan toilet? Tentu itu tidak sesuai dengan kebutuhan manusia. Bayangkan lagi jika sebuah gedung tinggi untuk perkantoran dibangun dari material kertas? Tentu tidak akan berdiri kokoh. Bayangkan sekali lagi jika klien meminta rumah yang megah dan berseni, namun Arsiteknya hanya mendesain pas-pasan seperti gubuk? Tentu si klien tidak akan puas. Dari pernyataan-pernyataan di atas, tiga hal yang sangat krusial dalam mendesain sebuah fasilitas untuk manusia adalah utilitas (kegunaan), struktur, dan estetika (nilai keindahan).

Nah, lalu biasanya yang mengurungkan niat para calon mahasiswa untuk kuliah di jurusan Arsitektur adalah paradigma bahwa "Arsitek harus pandai menggambar". Menurut pendapat pribadi penulis, kenyataannya adalah "Arsitek harus SUKA menggambar". Huruf kapital yang digunakan adalah untuk menegaskan pentingnya perasaan suka dan tertarik pada pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan mahasiswa Arsitektur. Sebenarnya hal ini berlaku untuk semua jurusan, dimana kunci keberhasilan kehidupan perkuliahan adalah suka tidaknya pada jurusan yang ditekuni. Nah, untuk para calon mahasiswa yang takut masuk Arsitektur karena tidak bisa gambar, jangan pernah takut, karena niat, tekad dan kemauan akan membuat hal yang tidak bisa menjadi bisa. Dari pengalaman pribadi penulis, sekitar 30% mahasiswa Arsitektur tadinya tidak punya pengalaman menggambar. Tetapi dengan kemauan yang besar, akhirnya mereka bisa berdiri sejajar dengan mahasiswa lainnya. Hilangkan perasaan minder dan tidak percaya diri.

Selain menggambar, apa sih yang dilakukan mahasiswa Arsitektur? Nah ini banyak sekali jawabannya. Pekerjaan sehari-hari mahasiswa Arsitektur adalah mengutak-atik software desain, membuat model/maket, jalan-jalan mencari inspirasi untuk mendesain, sampai crafting (membuat benda-benda kreatif). Dalam Arsitektur, yang dipentingkan adalah proses berpikir kreatif, yang dituangkan dalam mendesain. Metode, material, waktu, alat, adalah beberapa hal yang harus bisa dikreasikan oleh para mahasiswa Arsitektur. Tidak jauh berbeda dengan jurusan desain yang lainnya, di Arsitektur semua orang berusaha untuk menghasilkan suatu karya yang unik, berbeda, dan tidak pernah terpikir orang lain. Intinya, Arsitek dituntut untuk selalu kreatif.

Setelah lulus, mahasiswa Arsitektur termasuk sedikit dari jurusan yang memiliki cakupan ilmu yang luas. Dengan otak kreatif dan dasar-dasar ilmu yang dimilikinya, mahasiswa Arsitektur dapat dengan mudah masuk ke dunia industri kreatif, seperti desain produk, desain interior, desain visual, dan lainnya. Seorang sarjana Arsitektur pun dituntut untuk memahami dasar-dasar ilmu konstruksi, sehingga dapat bekerja bersama dengan sarjana Teknik Sipil dalam proyek, sebagai sketcher, drafter, ataupun asisten Arsitek. Untuk sarjana Arsitektur yang ingin menjadi Arsitek, dapat mengambil program profesi Arsitektur selama 1 tahun, lalu magang selama kurang lebih 1 tahun sebagai Arsitek muda, setelahnya mengikuti tes ke IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) untuk mendapatkan gelar sebagai Arsitek

Prospek kerja dari lulusan arsitektur
1. Konsultan Arsitek Mandiri
Lulusan jurusan arsitektur dapat bekerja mandiri atau freelance. Produknya bisa dalam bentuk rancangan, bisa juga berperan dalam tahap pembangunan rancangannya. Arsitek perancang dan pembangun biasanya bertanggung jawab juga dalam hal perizinan bangunan, kadang bekerjasama dengan pemiliki modal. Biasanya juga mempekerjakan mandor dan berhubungan dengan pemasok bahan bangunan. Arsitek yang ingin bekerja sendiri bisa menjadi freelance, bisa juga mendirikan perusahaan sendiri seperti biro konsultan arsitektur, perusahaan pengembang perumahan (developer), perusahaan kontraktor, atau perusahaan manahjemen konstruksi.
2. Menjadi Arsitek di Biro Konsultan Arsitek Orang lain
Bisa menjadi pegawai tetap atau kontrakan, tugas arsitek bisa saja menjadi bagian dari tim atau menangani keseluruhan rangkaian proses desain. Terdapat beberapa peran yang biasanya dapat diambil oleh seorang arsitek yang bekerja di biro konsultan arsitek, misalnya Designer architect, Project architect, Computer specialist, Konstruction documenter, Spesification writter, Cost estimator, Building controller.
3. Perusahaan Developer
Pada perusahaan developer atau pengembang perumahan, seorang arsitek bisa bekerja sebagai perancang bangunan yang akand didirikan pengembang dan bisa juga ikut bertanggung jawab dalam pengawasan lapangan proses pembangunan rancangan yang sudah dibuatnya.
4. Perusahaan Kontraktor
Arsitek yang bekerja di perusahaan kontraktor bisa berperan sebagai perancang maupun pelaksana pembangunan rancangan arsitek lain sesuai permintaan klien. Tugas atau peran arsitek pada perusahaan kontraktor bisa lebih bervariasi hingga ke tugas-tugas yang tidak berhubungan dengan arsitektur seperti pembelian lahan, bagian marketing hingga administrasi seperti pembuatan kontrak.
5. Pegawai Negeri Sipil
Seorang lulusan jurusan arsitektur juga bisa bekerja di instansi pemerintahan seperti di kementrian pekerjaan kementrian pekerjaan umum, pemukiman dan prasarana wilayah, dinas pemerintahan daerah seperti dinas tata kota.

Masih banyak bidang lain yang bisa di akses oleh lulusan jurusan arsitektur:
a. Bidang pendidikan, dengan menjadi guru sekolah menengah kejuruan, atau menjadi dosen diperguruan tinggi
b. Perbankan, arsitek bisa bekerja di dunia perbankan, terutama di bagian kredit perumahan rakyat atau KPR.
c. Media, seorang arsitek bisa bekerja di dunia media masa dengan menjadi wartawan atau penulis, terutama yang berhubungan dengan arsitektur

source: jurusankuliah.info
Jurusan teknik Lainnya beserta prospeknya(klik judul):

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon