Rabu, 01 Maret 2017

Uang dan Perbankan

Uang adalah suatu benda yang dapat diterima masyarakat secara umum sebagai alat pembayaran yang sah. Jenis uang terdiri atas uang kartal dan uang giral. Uang kartal terdiri atas uang kertas dan logam. Uang kartal diterbitkan oleh otoritas keuangan nasional atau bank sentral. Uang giral diterbitkan oleh bank umum dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Contoh uang giral adalah cek dan bilyet giro.
a. Fungsi Uang
Fungsi uang dapat dikelompokan menjadi fungsi asli dan fungsi turunan. Uang memiliki fungsi asli sebagai alat tukar dan satuan nilai. Fungsi turunan uang terdiri atas uang sebagai alat pembayaran utang, alat penimpun kekayaan.
b. Motif Memegang Uang Tunai
Menurut John Maynard Keynes, terdapat tiga motivasi seseorang memegang uang yaitu untuk transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi(memperoleh keuntungan). Pada motif transaksi, masyarakat membutuhkan uang untuk membayar pembelian yang dilakukannya. Permintaan uang dengan tujuan transaksi dipengaruhi oleh pendapatan.  Pada motif berjaga-jaga, uang digunakan untuk menghadapi masalah yang mungkin timbul pada masa akan datang. Pada motif spekulasi, masyarakat memilih melakukan permintaan uang karena keinginan berspekulasi untuk mendapatkan keuntungan pada masa depan.Motif spekulasi dipengaruhi tingkat suku bunga
c. Jenis Uang Beredar
Uang terdiri atas M1(uang kartal + uang giral), M2(M1 + uang kuasi), dan M3(M2 + deposito berjangka nonbank).
d. Faktor-Faktor Yang memengaruhi Permintaan dan Penawaran Uang
  1. Faktor yang mempengaruhi permintaan uang antara lain selera masyarakat, kekayaan masyarakat, perkiraan harga pada masa depan, tersedianya fasilitas kredit, dan sistem atau cara pembayaran yang berlaku
  2. Faktor yang memengaruhi penawaran uang antara lain tingkat suku bunga bank, tingkat inflasi dan deflasi dan inflasi, tingkat produksi dan pendapatan nasional, serta struktur ekonomi.
e. Teori Permintaan Uang Menurut Irving Fisher(Teori Kuantitas Uang)
Teori kuantitas uang yang dicetuskan oleh Irving Fisher dapat dinyatakan dalam persamaan berikut.
MV = PT
keterangan:
M = Jumlah uang beredar
V = kecepatan peredaran/perputaran uang
P = tingkat harga barang
T = jumlah barang yang dihasilkan

Dalam kuantitas uang dinyatakan bahwa adanya perubahan jumlah uang beredar disebabkan perubahan nilai uang atau tingkat harga. Dalam teori ini (V) dan (T) dianggap tetap karena perekonomian selalu berada pada kesempatan kerja penuh(full employment).

2. Lembaga Keuangan dan Perbankan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat

a. Jenis-Jenis Bank
  1. Bank Sentral: memiliki tugas antara lain merumuskan dan melaksanakan kebijaksanaan moneter, melakukan koordinasi dengan pemerintah, mengelola utang luar negeri, meningkatkan devisa hasil ekspor(DHE), mengeluarkan alat pembayaran yang sah, serta mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bank Indonesia merupakan bank sentral di Indonesia. Bank Indonesia merupakan lembaga independen yang melaksanakan kebijakan moneter
  2. Bank Umum: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegitannya memberikan jasa dalam dalam lalu lintas pembayaran. Tugas bank umum yaitu menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat  berupa kredit, melancarkan transaksi perdagangan dan peredaran uang(lalu lintas pembayaran), menerbitkan surat pengakuan utan, melakukan kegiatan di bidang valuta asing, serta melakukan kegiatan perasuransian
  3. Bank Syariah: menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yaitu dengan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain tentang penyimpanan dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. Bank syariah mampu menggerakan dana yang belum terserap bank konvensional. Bank syariah menjadi sarana bagi investor untuk melaksanakan pembiayaan keuangan dengan prinsip syariah
  4. Bank Perkreditan Rakyat: BPR melaksanakan kegiatan usaha secara konvensioanl ataupun prinsip syariah. Dalam kegiatannya BPR tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran, BPR ridak melakukan kegiatan dalam hal menghimpun simpanan berupa giro, ikut serta dalam kegiatan usaha valuta asing, melakukan kegiatan kegiatan perasuransian, serta penyertaan modal. Usaha yang dilakukan BPR antara lain menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk deposito berjangka dan tabungan, memberi pinjaman kepada masyarakat berupa kredit, serta penempatan dana.
b. Produk Perbankan
Bank memberikan jasa layanan kepada masyarakat melalui berbagai produk sebagai berikut.
  1. Kredit yaitu dana yang sudah ditarik dari masyarakat akan disalurkan kembali kepada masyarakat
  2. Transfer yaitu jasa yang diberikan bank atas permintaan nasabah kepada penerima di tempat lain dalam pengiriman uang antarbank
  3. Safe deposit box(SDB) yaitu jasa yang diberikan atas penyewaan kotak penyimpanan harta atau surat berharga
  4. Bank Card yaitu kartu plastik dikeluarkan bank untuk nasabah sebagai alat pembayaran. Contoh bank car adalah kartu kredit, kartu kredit debit, kartu ATM, dan electronic money(e-money)
c. Kredit
Kredit merupakan jasa perbankan berupa pemberian pinjaman dari kreditur kepada debitur. Manfaat kredit yaitu menambah produktivitas modal, mempercepat peredaran barang, serta memberi kesempatan masyarakat untuk membuka usaha baru
Proses analisis kredit harus dilakukan oleh setiap bank dalam membuat keputusan krediti. Analisis tersebut mencakup 5C yaitu character(karakter), capital(modal), capacity(kemampuan), colleteral(jaminan), dan condition of economy(kondisi perekonomian).

3. Kebijakan Pemerintah di Bidang Moneter
Kebijakan moneter dilakukan untuk mempertahankan, mengurangi, atau menambah jumlah uang beredar dalam masyarakat. Peran kebijakan moneter antara lain menjaga stabilitas ekonomi, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan, serta memperbaiki neraca pembayaran dan neraca perdagangan. Intrumen kebijakan moneter sebagai berikut
  • Operasi pasar terbuka, Kebijakan ini dilakukan untuk menambah atau mengurangi jumlah uang beredar melalui penjualan atau pembelian surat-surat berharga seperti obligasi dan Sertifikasi Bank Indonesia
  • Kebijakan diskonto. Kebijakan ini dilakukan Bank Indonesia dengan cara menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga bank. Pengurangan jumlah uang beredar dilakukan dengan cara menaikan suku bungan. Sebaliknya, Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga untuk menambah jumlah uang beredar dalam masyarakat
  • Cadangan kas minimum. Kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia dengan cara menaikan atau menurunkan cadangan kas minimum bank umum
  • Kebijakan kredit selektif. Kebijakan yang dilakukan dengan menetapkan persyaratan kredit ketat dalam memperoleh pinjaman dari bank
  • Imbauan moral. Kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia dengan  cara memberikan saran melalui pengumuman, pidato, ataupun anjuran media massa, Imbauan moral bertujuan mengarahkan dan mengendalikan pihak yang berkaitan langsung dengan dunia moneter

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon