Pola Keruangan Kota

Menurut Bintarto, kota merupakan sistem jaringan kehidupan yang ditandai kepadatan penduduk tinggi, sosial ekonomi heterogen, dan coraknya materialis. Adapun menurut Max Weber, kota merupakan suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi kebutuhan ekonomi di pasar lokal.

b. Klasifikasi Kota
1) Menurut jumlah penduduk
  • Kota kecamatan, kurang dari 20.000 jiwa
  • Kota kecil, 20.000-50.000 jiwa
  • Kota sedang, 50.000-100.000 jiwa
  • Kota besar, 100.000-1.000.000 jiwa
  • Kota metropolis, 1.000.000-5.000.000 jiwa
  • Kota megapolis, lebih dari 5.000.000 jiwa
2) Menurut karakteristik dinamika fungsional(Taylor)
  • Tahap awal/infantil, batas antara daerah permukiman dan perdagangan belum jelas
  • Tahap muda/juvenil, terlihat kelompok-kelompok perumahan baru yang mengganti perumahan tua
  • Tahap dewasa/mature, timbul daerah-daerah baru, seperti daerah industri, perdagangan, dan perumahan yang bagus
  • Tahap ketuaan/senile, tahap kemunduran kota.
3) Menurut karakteristik pertumbuhan (Houston)
  • Stadium perubahan inti kota, adanya pembentukan CBD (central business district)
  • Stadium formatif, mulai berkembang akibat industri
  • Stadium modern, maju seiring majunya bidang teknologi
4) Menurut tingkat perkembangannnya (Louis Munfored)
  • Eupolis, perkampungan makin maju, meskipun masih mirip pedesaan
  • Polis, munculnya pasar dan beberapa kegiatan industri (kota kecil)
  • Metropolis, kota sudah mulai bertambah besar(Jakarta dan Surabaya)
  • Tiranopolis, tolak ukur budaya hanya pada yang tampak saja(mulai menunjukan gejala penurunan).
  • Nekropolis, tahap kemunduran kota(the city of dead)
c. Pola keruangan kota 
a) Menurut Bintarto, pola keruangan kota dibagi menjadi:
  1. city/urban, merupakan suatu areal dicirikan dengan penghidupan modern
  2. suburban, suatu areal dekat dengan inti kota mencakup daerah penglaju
  3. daerah penglaju, daerah yang penduduknya bekerja di pagi hari dan kembali sore harinya
  4. suburban firnge, daerah peralihan antara desa-kota
  5. urban fringe, batas luar kota dan sifatnya mirip kota
  6. rural urban fringe, terletak antara daerah kota dan daerah pedesaan dengan ciri penggunaan lahan campuran
  7. rural, daerah pedesaan

b) Teori konsentris 
Teori konsentris merupakan teori yang awalnya mengacu pada tempat pemusatan penduduk sebagai pusat kegiatannya (central bussiness district) yang kemudian berkembang sedikit demi sedikit ke arah luar, seolah-olah pusat kegiatan tersebut dikelilingi oleh zona-zona yang berbentuk lingkaran
c) Teori sektoral
Menurut Hoyt, perkembangan kota tidak mengikuti zona-zona perkembangan yang teratur secara konsentris namun merupakan sektor-sektor. Berikut gambar teori sektoral.

d) Teori inti ganda oleh Harris dan Ullman
Teori ini mengambarkan tata ruang kota menjadi sejumlah inti yang berdiri sendiri. Tata ruang kota dalam teori ini terbagi menjadi


d. Interaksi desa-kota
Merupakan hubungan antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala dan kenampakan baru dalam wujud tertentu. Interaksi terjadi karena adanya perbedaan keadaan pada masing-masing wilayah sehingga muncul kondisi saling melengkapi, kesempatan untuk berintervensi, dan adanya kemudahan perpindahan barang/jasa/informasi dalam ruang. Analisis yang digunakan untuk interaksi desa-kota yakni sebagai berikut.
1) Teori titik henti
Dikemukakan oleh William J.Reilly. Teori ini berfungsi untuk memperkirakan lokasi garis batas yang memisahkan wilayah-wilayah perdagangan dari dua buah kota yang berbeda jumlah penduduknya. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut
2) Kekuatan interaksi wilayah
Rumus yang digunakan adalah


Soal dan Pembahasan Wilayah dan Perwilayahan(kota dan desa) klik disini
Materi geografi lainnya:
  1. Pengantar Geograf klik disini
  2. Dinamika Planet Bumi sebagai Ruang Kehidupan klik disini
  3. Atmosfer klik disini
  4. Hidrosfer klik disini
  5. Litosfer klik disini
  6. Pedosfer klik disini
  7. Biosfer klik disini
  8. Antroposfer klik disini
  9. Sumber Daya Alam klik disini
  10. Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup klik disini
  11. Peta klik disini
  12. Penginderaan Jauh klik disini
  13. Sistem Informasi Geografis klik disini
  14. Pola keruangan desa klik disini
  15. Konsep Wilayah dan Perwilayahan klik disini
  16. Negara Maju dan Berkembang klik disini
  17. Permasalahan Penduduk Indonesia klik disini

0 Response to "Pola Keruangan Kota"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel