Sabtu, 18 Maret 2017

Orang Yahudi yang Menyamar Menjadi Bekas Tentara Nazi

Tags
Loading...


Dijuluki "Mata Tel Aviv di Kairo", Wolfgang Lotz lahir dari seorang ayah berkebangsaan Jerman dan ibu keturunan Yahudi. Dia dan ibunya kemudian melarikan diri dari Jerman ketika Hitler berkuasa dan pergi ke Palestina. Lancar berbahasa Jerman, Inggris, Ibrani, dan Arab, pada saat Perang Dunia II dia bertugas sebagai penerjemah Tentara Inggris di Mesir dan banyak menginterogasi tentara Jerman yang tertawan.

Lotz kemudian bergabung dengan IDF dan mencapai pangkat mayor. Karena sosok dan asal-usulnya Jermannya, dan fakta bahwa ia tidak disunat seperti lazimnya pri Yahudi, dia kemudian direkrut dan dikirim Mossad untuk memata-matai Mesir. Samarannya adalah bekas perwira Nazi yang membuka bisnis peternakan kuda unggul di Mesir.

Lotz segera populer di antara para petinggi militer Mesir karena latar belakang "Nazinya" dan keroyalannya dalam menjamu mereka. Dipercayai banyak petinggi Mesir, mata-mata ini bahkan diizinkan masuk berbagai instalasi militer rahasia. Informasi yang dikumpulkan sangat berjasa dalam memampukan Israel melumpuhkan tentara Mesir selama Perang Enam Hari.

Ketika kedoknya terbukam, Lotz berhasil menyembunyikan identitas Yahudinya sehingga hanya dijatuhi hukuman penjara sebagai orang Jerman yang "dimanfaatkan Israel". Baru setelah Perang Enam Hari identitas aslinya dibuka ketika Israel berhasil membebaskannya dengan memasukan nama Lotz dan istrinya, yang juga ditangkap, ke dalam program pertukaran tawanan

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon