Sabtu, 18 Maret 2017

Mata-mata Israel yang Nyaris Menjadi Menteri Pertahanan Suriah

Loading...


Salah satu mata-mata terbesar dalam sejarah dunia spionase, Eli Cohen adalah seorang Yahudi asal Mesir yang direkrut Mossad untuk memata-matai Suriah. Menggunakan identitas palsu dengan nama Kamil Amin Ta'abet, dia menyamar sebagai pengusaha Argentina berdarah Suriah dan berhasil berkawan akrab dengan Mayor Amin Al-Hafez, etase militer Suriah di Buenos Aires. Persehabat ini kemudian menguntungkan tugasnya ketika Al-Hafez menjadi salah satu politisi terkemuka di Suriah.

Pada tahun 1961, atas undangan Al-Hafez, Cohen pindah ke Damaskus dan mendirikan sebuah perusahaan ekspor-impor. Koneksinya dengan Al-Hafez dan keroyalannya dalam menjamu tamu-tamunya, termasuk mengizinkan mereka menggunakan tempat kediamannnya untuk melakukan pesta gila-gilaan, memampukan Cohen membangun hubungan dengan kelas atas Suriah dan dipercayai mereka. Sebegitu percayannya kawan-kawan Suriahnya tersebut sehingga tidak jarang mereka membiarkan Cohen mengetahui rahasia politik dan militer terbaru di negeri itu. Bahkan kawan lamanya, Al-Hafez, menjadi Presiden Suriah, Cohen sempat didekati untuk menjadi wakil menteri Pertahanan Suriah dengan janji akan dijadikan sebagai menteri pertahanan di kemudian hari.

Karier mata-mata Cohen berakhir akibat perseteruannya dengan kepala intelijen Suriah. Ditangkap basah saat sedang mengirimkan data intelijen ke Mossad, dia kemudian dijatuhi hukuman mati untuk menutupi skandal yang menghebohkan rezim Baath. Sekalipun demikian, informasi militer yang dikumpulkan kelak memberikan sumbangan penting bagi kemenangan Israel di Dataran Tinggi Golan dalam Perang Enam Hari.

Sumber: Enam Hari Yang Mengguncang Dunia, Nino Oktorino

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon