Ketenagakerjaan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi

Tenaga kerja Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagerkerjaan, tenaga kerja (manpower) diartikan setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa,baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. Tenaga kerja memerlukan ketersediaan lapangan pekerjaan atau kesempatan kerja. Kesempatan kerja menunjukan ketersediaan lapangan pekerjaan untuk diisi pencari kerja
a. Permasalahan Ketenagakerjaan di Indonesia
Jumlah penduduk di Indonesia setiap tahun terus bertambah. Bertambahnya jumlah penduduk akan menambah jumlah angkatan kerja. Semakin bertambahnya angkatan kerja yang tidak disertai pertambahan jumlah lapangan pekerjaan akan menyebabkan pengangguran. Pengangguran akan berdampak pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia sebagai berikut
  1. Tingkat pengangguran tinggi
  2. Rasio angkatan kerja dan lapangan kerja tidak sebanding
  3. Kualitas tenaga kerja berdaya rendah
  4. Persebaran tenaga kerja tidak merata
  5. Tingkat upah rendah
b. Upaya Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja
Peningkatan kualitas tenaga kerja dapat dilakukan melalui beberapa upaya antara lain meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memaksimalkan peran balai lathian kerja(BLK), menggalakan program pemagangan, mempercepat sertifikasi profesi tenaga kerja, menyelenggarakan pelatihan berkala, serta memberika bonus (reward) dan sanksi (punisment).

2. Pengangguran beserta Dampaknya
Pengangguran merupakan masalah ketenagakerjaan yang dapat memengaruhi pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi
a. Jenis-Jenis Pengangguran  
1. Pengangguran Menurut Lama Waktu Kerja 
  • Pengangguran terbuka yaitu kelompok angkatan kerja yang benar-benar tidak bekerja
  • Setengah menganggura yaitu tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu
  • Pengangguran terselubung (tersembunyi) yaitu angkatan kerja yang sudah bekerja, tetapi tidak bekerja secara optimal
2. Pengangguran Menurut Penyebab
  • Pengangguran struktural yaitu pengangguran yang tidak memenuhi persyaratan kerja akibat perubahan struktur dan corak kegiatan ekonomi sebagai dampak perkembangan ekonomi
  • Pengangguran konjungtur/siklinal yaitu pengangguran yang disebabkan gelombang konjungtur atau perubahan siklus ekonomi
  • Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang disebabkan kesenjangan waktu, informasi lowongan, kondisi geografis, dan keinginan pencari kerja memperoleh pekerjaan lebih baik
  • Pengangguran sukarela yaitu angkata kerja yang secara sukarela memutuskan tidak bekerja
  • Pengangguran musiman yaitu penganguran yang disebabkan penggantian antarmusim(musim tanam dan musim panen)
b. Dampak Negatif Pengangguran 
Dampak pengangguran antara lain menurunnya permintaan dan penawaran sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat menurun; menurunnya tingkat investasi; memacu tindak kriminalitas akibat naiknya angka kemiskinan; terganggunya stabilitas ekonomi, sosial, politik, dan mengurangi penerimaan negara; serta menurunnya tingkat pajak penghasilan sehingga proses pembangunan ekonomi nasional terhambat. 
c. Upaya Mengatasi Pengangguran
Permasalahn pengangguran dapat diatasi dengan cara mengembangkan industri padat karya; memberikan pelatihan atau kursus; meningkatkan mobilitas modal; meningkatkan daya beli masyarakat; memberikan kemudahan kredit produktif bagi usaha mikri kecil menengah(UMKM) atau menyukseskan program kredit usaha rakyat(KUR); memberikan kemudahan investor umtuk berinvestasi; mendukung dan membina pertumbuhan industri kecil agar mampu menciptkan lapangan pekerjaan baru; serta mempercepat penyebaran akses informasi lowongan pekerjaan.

3. Pembangunan Ekonomi
a. Konsep Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi merupakan proses transformasi yang ditandai perubahan struktural yaitu perubahan pada landasan kegiatan ekonomi dan kerangka susunan ekonomi masyarakat pada suatu negara. Tujuan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas distribusi barang keputuhan pokok, memperluas kesempatan kerja, memperbaiki kualitas pendidikan, meningkatkan pemahaman dan tingkat laku masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas pilihan ekonomi dan sosial bagi tiap-tiap individu serta bangsa secara keseluruhan
Keberhasilan pembangunan ekonomi diketahui dari indikator moneter dan moneter. Indikator moneter yaitu pertumbuhan Produk Domestik Bruto(PDB) meningkat dan pendapatan per kapita meningkat. Indikator nonmoneter yaitu indikator sosial, indeks kualitas hidup meningkat, indeks pembangunan manusia (IPM), dan indikator campuran.Ciri-ciri pembangunan ekonomi sebagai berikut.
  1. Merupakan proses perubahan terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan pendapatan per kapita
  2. Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pembangunan dan hasil-hasilnya
  3. Memperhatikan pertambahan penduduk.
  4. Meningkatkan taraf hidup orang banyak
  5. Selalu disertai pertumbuhan ekonomi
  6. Selain menghasilkan output yang lebih banyak, setiap input mendorong perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik
b. Masalah Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang
Negara berkembang merupakan negara yang sedang membangung menuju negara maju. Proses pembangunan di negara berkembang akan menghadapi berbagai masalah berikut
  1. Kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan
  2. Pengangguran
  3. Tingkat inflasi yang tingg
  4. Kualitas kesehatan dan pendidikan yang rendah
  5. kerusakan sumber daya alam. 

4. Pertumbuhan Ekonomi
a. Konsep Pertumbuhan Ekonomi
Keberhasilan pertumbuhan ekonomi dapat diketahui melalui indikator tertentu antara lain meningkatkanya pendapatan nasional rill tahun ini dibandingkan tahun lalu; meningkatnya pendapatan perkapita riil dalam jangka panjang; meningkatnya kesejahteraan penduduk selama waktu tertentu; dan meningkatnya jumlah tenaga kerja dalam proses produksi. Ciri-ciri pertumbuhan ekonomi sebagai berikut.
  1. Merupakan proses naiknya pendapatan per kapita dalam jangka panjang
  2. Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan
  3. Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
  4. Belum tentu meningkatkan taraf hidup masyarakat
  5. Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai pembangunan ekonomi
  6. Setiap input dapat menghasilkan output lebih banyak
b. Cara mengukur Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses meningkatnya Produk Domestik Bruto (PDB) yang ditandai dengan peningkatan produksi barang dan jasa dari waktu ke waktu. Tingkat pertumbuhan ekonomi dirumuskan sebagai berikut

Belum ada Komentar untuk "Ketenagakerjaan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel