Kamis, 16 Maret 2017

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Terbaik di Indonesia

Tags
Loading...


Dimana kampus ekonomi dan bisnis terbaik di Indonesia bahkan salah satu terbaik di Asia? Jawabannya ternyata ada di Universtias Indonesia. Universitas yang menjadi kebanggaan warga negara Indonesia. dikutip dari official line Mahasiswa UI.  FEB UI Masuk Daftar 200 Besar Dunia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) berhasil masuk jajaran 200 terbaik dunia. Pemeringkatan ini dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking by Subjec 2017. Pemeringkatan diikuti oleh 1.100 institusi pernguruan tinggi di 74 negara. Pemeringkatan terbaru yang dilansir QS World University Ranking disajikan sesuai dengan kategori atau jurusan. Untuk kategori akuntansi dan keuangan, FEB UI berhasil nangkring di kelompok urutan 151-200. Pada jurusan ini, pemuncak atau peringkat satu diduduki oleh Harvard University dari AS. Kemudian disusul Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Stanford University, keduanya dari AS. Prestasi tidak kalah membanggakan diukir Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menduduki posisi 215 untuk kelompok engineering and technology. Di bidang ini posisi teratas ditempati Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Stanford University dari AS. Kemudian di peringkat ketiga ditempati University of Cambridge. Dekan FEB UI Prof Ari Kuncoro menyampaikan rasa bangga atas predikat itu. Menurutnya prestasi itu tak lepas dari pemenuhan seluruh parameter pemeringkatan. Diantara yang dilakukan adalah peningkatan kurikulum dan kegiatan akademik berbasis internasional.  ’’Kami ingin menjadi pusat pembelajaran ekonomi dan bisnis yang unggul di Asia,’’ katanya di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan pemerinkatan QS World University Ranking by Subject 2017 didasarkan empat parameter atau indicator. Yakni reputasi akademik yang mengukur seluruh unsur akademik atau pembelajaran. 
Kemudian pengukuran employer reputation yang berbasis pada kualitas dan reputasi para alumni di dunia kerja. Parameter berikutnya adalah publikasi internasional yang dihasilkan oleh civitas akdemiska. Pengukuran berbasis publikasi internasional ini terkait dengan jumlah kutipan (citation) dalam setiap publikasi ilmiah. Semakin banyak publikasi ilmiah internasional yang dihasilkan, peluang mendapatkan kredit poin dari pengukuran ini sangat tinggi. Paramater terakhir adalah produktivitas dan dampak publikasi ilmiah yang dihasilkan peneliti atau dosen di kampus. Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, publikasi ilmiah internasional sangat penting. Menurutnya jika ingin meningkatkan daya saing kampus Indonesia di mata internasional, salah satu jalan utamanya adalah menggenjot publikasi internasional. Untuk mendorong publikasi ilmiah internasional ini, pemerintah sampai mewajibkannya untuk dosen pangkat lektor kepala dan guru besar. ’’Program kewajiban membuat publikasi internasional kita evaluasi November 2017,’’ jelasnya. Kewajiban ini tertuang dalam regulasi untuk mendapatkan tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Pemerintah bersiap memangkas atau bahkan menghentikan sementara pembayaran tunjangan bagi dosen yang tidak memenuhi kewajiban itu

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon