Jumat, 03 Maret 2017

Badan Usaha dan Koperasi


BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki negara melalui pernyataan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Jenis-jenis BUMN sebagai berikut.
  1. Perusahaan umum(perum) yaitu BUMN yang modalnya dimiliki negara tidak terbagi atas saham yang bertujuan memberi kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa. Contoh Peruri, Bulog, dan perumnas
  2. Perusahaan perseroan (persero) yaitu BUMN berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki negara dengan tujuan utama mengejar keuntungan. Contoh persero adalah PT Bio Farma, PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Pertamina
BUMD memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, salah satunya untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian daerah.Modal BUMD berasal dari kekayaaan daerah yang dipisahkan. BUMD dipimpin direksi yang diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah atas pertimbangan DPRD, Contoh BUMD adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), PD Bank Pasar, PD Jasa Transportasi, dan PD Angkutan Kota. 
b. Peran BUMN dalam perekonomian Indonesia
  1. Menjadi pelopor dan/atau perintis dalam sektor usaha yang belum diminati oleh pihak swasta
  2. Menjadi pelaksanan pelayanan publik, penyeimbang kekuatan-kekuatan swasta besar, dan membantu pengembangan usaha mikro kecil dan menengah(UMKM)/koperasi
  3. Melakukan kegiatan produksi dan distribusi sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak(vital)
  4. Salah satu sumber penerimaan negara yang signifikan
Peran BUMD sebagai berikut
  1. Meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah
  2. Meningkatkan penghasilan daerah
  3. Meningkatlan kapasitas produksi daerah
  4. Mengurangi jumlah pengangguran di daerah 
2. Badan Usaha Milik Swasta(BUMS)
a. Jenis BUMS
BUMS adalah badan usaha yang seluruh modal dan pengelolaaanya dilakukan oleh masyarakat(swasta). Bentuk-bentuk BUMS sebagai berikut.
  1. Perusahaan perorangan yaitu perusahaan yang dimiliki oleh individu tertentu. Proses pendirian perusahaan perorangan lebih mudah dan sederhana. pemilik usaha berhak mengambil seluruh keuntungan, biaya produksi sedikit, dan modal perusahaan jumlahnya kecil
  2. Firma(Fa), yaitu badan usaha yang dibentuk persekutuan dua orang atau lebih dengan nama dan modal bersama. Ciri-ciri firma antara lain anggota firma sudah saling mengenal dan memercayai; memakai nama bersama dalam usaha; setiap anggota firma memiliki hak menjadi pemimpin dan membubarkan firma; serta adanya tanggung jawab dan risiko kerugian tidak terbatas
  3. Persekutuan komanditer(CV) yaitu badan usaha yang didirikan atas persekutuan dua orang atau lebih.Ciri-ciri CV antara lain terdapat dua sekutu yaitu sekutu aktif(komplementer) dan sekutu pasif(komanditer); pendirian CV dibuatkan akta auntentik yang didaftarkan ke pengadilan negeri; serta keuntungan usaha dibagi berdasarkan perjanjian pada awal pendirian CV
  4. Perseroan terbatas(PT) yaitu badan hukum usaha yang modalnya berasal dari penjualan saham.Ciri-ciri terdiri atas modal dalam perseroan terbatas saham; pembagian keuntungan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS); dan perseroan terbatas dikelola dengan manajmen profesional
b. Peran BUMS dalam perekonomian Indonesia
Peran BUMS sebagai berikut.
  1. Membantu pemerintah melalukan kegiatan produksi barang dan/atau jasa, serta distribusi yang tidak dapat dilakukan pemerintah
  2. Membantu pemerintah dan meningkatkan pendapatan nasional
  3. Membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
  4. Sebagai mitra BUMN dalam mengelola dan menjaga sumber daya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
  5. Sebagai agen pembangunan nasional
  6. sebagai penyedia lapangan pekerjaan 
3. Koperasi
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
a. Pengembangan Koperasi
Cara pengembangan koperasi sebagai berikut
  1. Menerapkan prinsip good corporate governance(GCG)
  2. Memperbaiki kondisi internal koperasi
  3. Memperkenalkan kegiatan usaha koperasi di lingkungan masyarakat dan sekolah
  4. Melibatkan peran pemerintah dalam pengembangan koperasi
  5. Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengawas, pengurus, dan karyawan
  6. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan koperasi
b. Pengelola Koperasi
Pengelola koperasi dilakukan oleh perangkat koperasi. Perangkat organisasi koperasi sebagai berikut.
  • Rapat anggota sebagai pemegang kekuasan tertinggi dalam koperasi.Selain rapat anggota, diselenggarakan rapat anggota luar biasa apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenang pengembaliannya ada pada rapat anggota. Rapat anggota berwenang menetapkan kebijakan umum koperasi; mengubah anggaran dasar; serta memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengawas dan pengurus
  • Pengawas dipilih dari dan oleh anggota pada saat rapat anggota. Tugas pengawas antara lain mengusulkan calon pengurus; memberi nasihat dan pengawasan kepada pengurus; melakukan pengawasan tehadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaaan koperasi yang dilakukan oleh pengurus; serta melaporkan hasil pengawaasan dalam forum rapat anggota
  • Pengurus dipilih dari orang perorang, baik anggota maupun nonanggota. Pengurus bertugas mengelola kopersi berdasarkan anggaran dasar; mendorong dan memajukan usaha anggota; menyusun rancangan rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk diajukan kepada rapat anggota; serta menyusun laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas untuk diajukan dalam forum rapat anggota
c.  Peran Koperasi dalam Perekonomian Indonesia
Peran koperasi sebagai berikut
  1. Membangung serta mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya serta masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial
  2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
  3. Memperkukuh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai saka gurunya
  4. Berusaha mewujudkan dan mengembangka perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
4. Permasalahan yang Terjadi pada Badan Usaha dan Koperasi
Sebagai unit usaha, BUMN, BUMS, BUMD, dan koperasi memiliki berbagai permasalah terkait pengelola usaha. Suatu unit usaha tentu memiliki pengelola modal, kegiatan operasional, investasi, organisasi, dan sejenisnya. Berbagai permasalahan tersebut membutuhkan penyelsaian sesuai karakteristik dan bentuk manajmen yang diterapkan di tiap badan usaha tersebut.

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon