Teori Perilaku Konsumen

source: levitraseo.com
Teori Kardinal
Teori kardinal menyatakan bahwa utilitas dapat dihitung secara nominal. sebagaimana kita menghitung berat dengan gram atau kilogram, panjang dengan centimeter atau meter, Sedangkan satuan ukuran kegunaan (Utility) adalah util. Konsep penting dalam pendekatan ini antara lain:

  • Total utility adalah nilai kegunaan yang diperoleh dari konsumsi
  • Marginal Utility adalah tambahan utility dari penambahan satu unit barang yang dikonsumsi
  • Hukum tambahan Manfaat yang semakin menurun(Law of Diminishing Marginal Utility) 
Berdasarkan pendekatan ini kosumen akan mencapai kepuasan maksimum pada saaat marginal utility (MU) sama dengan harga baranag (P) atau MU = P

Teori Ordinal
Teori ordinal disebut juga dengan pendekatan kurva indeferensi atau indifference curve, menurut teori  ini utility tidak dapat dihitung tetapi hanya bisa dibandingkan atau diurutkan.
Seorang konsumen hanya dapat mengatakan apakah ia dengan kombinasi tertenu "lebih puas" atau "kurang puas" dibandingkan dengan kombinasi yang lain, atau nilainya "sama saja".
A. Kurva Indefferensi
Kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi dari dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasaan yang sama
Asumsi-asumi kurva indifferensi 
  • Semakin jauh kurva indefferensi dari titik origin, semakin tinggi tingkat kepuasaannya
  • Kurva indifferensi menurun dari kiri atas ke kanan bawah (downward sloping) dan (convex to origin) cembung ke titik origin
  • Kurva indifferensi titik saling berpotongan
B. Kurva Garis anggaran(Budget Line Curve) 
Garis anggaran adalah kurva yang menggambarkan kombinasi konsumsi dua macam barang yang membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar
Misalnya garis anggaran dinotasikan sebagai BL, sedangkan harga sebagai P(Px untuk X dan Py untuk Y) dan jumlah barang yang dikonsumsi dinotasikan Q(Qx untuk X dan Qy untuk Y). maka


Misalnya, Anda memiliki pendapatan tetap sebagai pelajar seperti kiriman uang dari orangtua Anda sebesar Rp500.000,00 dan uang tersebut Anda belikan pakaian dan buku pelajaran. Adapun harga pakaian adalah Rp20.000,00 per unit dan harga buku adalah Rp25.000,00 per unit. Anda akan menghabiskan uang yang ada untuk membeli pakaian dan buku. Anda dapat membelanjakan uang tersebut untuk membeli berbagai alternatif kombinasi pakaian dan buku. Jika seluruh uang yang ada dibelanjakan untuk membeli pakaian, Anda dapat membeli 25 potong pakaian.


Adapun jika digunakan untuk membeli buku, Anda dapat membeli 20 buku. Beberapa kemungkinan dari kombinasi pakaian dan buku tersebut terlihat pada Tabel 3. berikut.
Berdasarkan Tabel 3, dapat digambarkan kurva garis anggaran yang berbentuk garis lurus. Kurva garis anggaran menunjukkan seluruh kombinasi dari kedua barang yang mungkin terjadi, sehingga seluruh pendapatan konsumen habis dibelanjakan. Dengan demikian, garis anggaran menggambarkan semua kombinasi barang-barang yang tersedia bagi rumah tangga pada penghasilan atau pendapatan tertentu dan pada harga barang-barang yang dibelinya.


C. Keseimbangan konsumen
Kondisi keseimbangan adalah kondisi dimana konsumen telah mengalokasikan seluruh pendapatannya untuk konsumsi. Secara grafis kondisi keseimbangan tercapai pada saat kurva garis anggaran bersinggungan kurva indifferensi

Refrensi
PPLS NF

Widjajanta, B. dan A. Widyaningsih. 2009. Mengasah Kemampuan Ekonomi 1 : Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 170.

Belum ada Komentar untuk "Teori Perilaku Konsumen"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel