Selasa, 01 November 2016

Nasionalisme Asia dan Afrika

A. Pendahuluan (pengertian dan latar belakang penyebab lahirnya paham nasionalisme)
1. Pengertian
secara etimologis nasionalisme berasal dari bahasa Inggris yaitu Nation yang artinya bangsa
  • Hans Kohn mendefinisikan bahwa Nasionalisme adalah suatu paham dimana kesetiaan tertinggi diserahkan kepada negara dan bangsa
  • Lothrop Stoddard memandang nasionalisme sebagai suatu kepercayaan yang hidup dalam hati rakyat yang berkumpul menjadi suatu bangsa
  • Otto Boeur mengartikan paham nasionalisme muncul dikarenakan adanya persamaan sikap dan tingkah laku dalam memperjuangkan nasib yang sama misalnya adanya persamaan penderitaan dan penderitaan sebagai bangsa yang terjajah
2. Latar belakang
Paham nasionalisme berkembang dari Eropa sejak abad ke-19 menyebar ke berbagai negara di dunia. Di barat paham nasionalisme dipicu oleh berbagai peristiwa seperti terjadinya Revolusi Amerika, revolusi Prancis, revolusi industri di Inggris, dan sebagainya. perubahan itu kemudian diikuti oleh gerakan nasionalisme di Yunani, gerakan nasionalisme Italia, dan gerakan nasionalisme di Jerman, dan seterusnya. Paham nasionalisme yang berkembang di Eropa tersebut pada perkembangan selanjutnya memberikan pengaruh terhadap tumbuh kembangnya nasionalisme di kawasan Asia dan Afrika. 
3. Penyebab lahirnya nasionalisme di Asia dan Afrika
Paham nasionalisme di Asia dan Afrika secara objektif didorong oleh berbagai faktor, diantaranya persamaan keturunan, bahasa, kesatuan politik, adat istiadat, tradisi agama, dan lain-lain. Secara khusus untuk kawasan Asia Afrika sikap nasionalisme didukung oleh persamaan nasib yaitu penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat dan upaya untuk melepaskan dari segala bentuk imperialisme dan kolonialisme

B. Nasionalisme di India
Nasionalisme India muncul sebagai reaksi atas penjajahan Inggris, yang dilakukan oleh kelompok masyarakat India, seperti berikut:
1. Pemberontakan sepoy/sipahi/Indian munity (1857 1859)
Sebab-sebab pemberontakan antara lain:
  • terjadinya penindasan rakyat oleh Inggris 
  • diskriminasi yang dialami oleh tentara Sepoy yang bekerja di dinas ketentaraan Inggris berupa pangkat dan gaji yang rendah dibandingkan oleh tentara bangsa Inggris
  • perintah kepada tentara sepoy untuk menjilat pelumas pada peluru sebelum digunakan untuk menembak. Perintah yang aneh ini menimbulkan reaksi dari tentara sepoy dari kalangan Muslim dan Hindu, karena: orang Islam menganggap pelumas tersebut adalah minyak babi, orang Hindu mengira pelumas tersebut adalah minyak sapi
Akibat pemberontakan sepoy:
  • Lenyapnya dinasti moghul setelah Sultan Bahadur Syah, Raja Mogul terakhir ditangkap dan dibuang ke Rangon hingga wafat di sana
  • Pemerintah Inggris mulai bersikap moderat
  • Dibubarkan EIC(English Indian Company) pada tahun 1858
  • Timbulnya nasionalisme India 
2. Sebab munculnya nasionalisme India
  • Perbaikan nasib rakyat India pasca pemberontakan sepoy tidak kunjung datang
  • Politik diskriminasi karena hanya orang Inggris yang duduk dalam pemerintahan
  • Kebudayaan Barat yang dipaksakan menimbulkan reaksi keras rakyat India
  • Kemunculan kaum terpelajar dan berpendidikan barat pemberian status dominan kepada Kanada pada tahun 1867 
3.  Macam-macam gerakan nasionalisme India
  • Brahma Samaj atau sering dikenal nama Renaissance Benggala adalah gerakan sosial keagamaan di daerah Benggala dan India pada pada masa pergerakan di abad 19. Organisasi yang didirikan oleh raja Ram Mohan Ray ini bertujuan: menghilangkan kepercayaan banyak Dewa (polytheisme) yang menjadi landasan filsafat Hindu karena dianggap menyebabkan  keterbelakangan mental  bagi rakyat India. Memperjuangkan kepercayaan monoteisme yang dianggap lebih dekat dengan akal manusia. Berusaha menghapuskan sistem sosial diskriminatif di India seperti sistem kasta dan tradisi Sutee atau satee kewajiban seorang istri mengikuti kematian suaminya dan berusaha meninggikan derajat orang India.
  • Rama Krisna organisasi ini didirikan didirikan oleh Swami Vivekananda yang bertujuan untuk memurnikan ajaran agama Hindu dan mengusahakan pembaharuan masyarakat
  • Santiniketan organisasi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore ini adalah gerakan pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air cinta bangsa dan cinta kebudayaan India
  • Partai kongres (All Indian National Congress) 1885. Partai ini diprakarsai oleh seorang Inggris yang bernama Allan O Hume pada tahun 1885.  Partai inilah yang secara tegas memiliki tujuan untuk kemerdekaan India. Partai kongres memiliki pandangan yang beragam mengenai bentuk perjuangan dalam menghadapi Inggris,  seperti adanya kelompok-kelompok yang pada tahun 1907 terdiri atas: Kelompok moderat seperti W.C Banerjii dan Motilal Nehru yang merasa puas hanya dengan tuntutan Swaraj(Home Rule) atau pemerintahan di dalam lingkungan pemerintahan Inggris. Kelompok Radikal (ekstrim) seperti Lokamanya Tilak dan Jawaharlal Nehru yang menuntut kemerdekaan penuh (Purna Swaraj)
  • Liga Muslim 1906. Partai kongres di bawah pimpinan W.C Bannerij dan Motial Nehru dalam perkembangannya banyak program dan kegiatan didominasi oleh golongan Hindu, bahkan dari pihak Hindu ekstrim menyatakan semboyan "India untuk Hindu". Itulah sebabnya para tokoh Islam yang aspirasi kelompoknya tidak mendapat tempat yang wajar dan kongres kemudian memisahkan diri pada tahun 1906 dan mendirikan Liga Muslim dengan tokoh-tokohnya Moh Ali Jinnah, Liquat Ali Khan, dan Aga Khan.
  • Ajaran Mahamatma Gandhi yang diterapkan sebagai Bapak Kemerdekaan India memimpin partai tersebut setelah kematian Tilak. Ajaran-ajaran yang dikemukakan oleh Gandhi sangat berperan dalam perjuangan nasional India, antara lain: Swadesi artinya gerakan yang menyerukan penggunaan produk dalam negeri. Satyagraha artinya non koperasi. Ahimsa artinya gerakan tanpa kekerasan. Hartal artinya aksi mogo. Setelah perjuangan yang panjang, akhirnya India berhasil merdeka pada 15 Agustus 1947. Akan tetapi pada saat yang sama di wilayah India yang beragama Islam berdiri juga negara Pakistan.
C. Nasionalisme Cina
Nasionalisme Cina muncul sebagai reaksi atas tekanan-tekanan yang dilakukan oleh kekaisaran Ching/Qing yang berasal dari bangsa manchu (Manchuria), dan penjajahan asing lainnya seperti Inggris dan Jepang. Nasionalisme Cina mengalami puncaknya ke tiga ketika berdirinya Republik Cina (1911).  
1. Perang Candu (1839 1842)
Perang candu terjadi karena pemerintahan Cina (kekasaran dinasti Ching atau Manchu) melarang perdagangan candu yang dilakukan oleh orang-orang Inggris karena dianggap merusak kehidupan sosial ekonomi rakyat. Tindakan pelarangan tersebut dilanjutkan dengan pemusnahan 20.000 peti candu milik Inggris oleh pemerintah Cina yang memunculkan perang di antara keduanya. Pada perang candu ini Pemerintah Cina mengalami kekalahan yang harus menandatangani perjanjian Nanking (1842) yang berisi: 
  • lima Pelabuhan dibuka untuk bangsa asing(Kanton,  Amoy,  Foochow, Ningpo, dan Shanghai)
  • Hongkong diserahkan kepada Inggris
  • Cina harus mengganti rugi candu $6 juta 
  • Inggris mendapat hak ekstratorial
2.  Pemberontakan Taiping Tian Quo (Negara surga Nan damai)
Karena dianggap lemah terhadap bangsa asing,  terjadi Pemberontakan Taiping yang dipimpin oleh Hung Siu Cwan untuk menumbangkan kekuasaan manchu.  kekhususan pemberontakan ini antara lain: 
  • Memperjuangkan ajaran Neo Kristen
  • Bertujuan membentuk pemerintahan Cina oleh bangsa Cina
  • Memiliki tuntutan landreform, pembagian lahan/tanah untuk rakyat
Pada tahun 1851 Hung Siu Tsjwan seorang Cina yang berapa beragama Katolik mulai memberontak melawan Kaisar Manchuria dan bangsa asing.  Nanking dapat direbut dan diduduki sebagai wilayah ibukota. Dia kemudian memproklamirkan diri sebagai raja dari kerajaan surga dan damai Abadi(Tai Ping Tin Kuo). Karena merasa khawatir bangsa asing membentuk tentara sukarela dibawa Jendral Ward dan Jendral Gordon bersama-sama dengan tentara manchu mereka melawan pemberontakan taiping dan berhasil menguasai menguasai kembali nanking setelah itu Hung Siu Tswjan bunuh diri. Pertempuran sangat hebat terjadi di lembah Sungai Yangtze dan akhirnya pihak pemberontak kalah.
3. Pemberontakan Boxer (1900-1901) 
Pemberontakan Boxer muncul didorong oleh kebencian terhadap bangsa asing baik Jepang, Inggris, dan Jerman yang mulai menanamkan hegemoninya di Cina. Pemberontakan ini didukung oleh Ratu manchu dengan harapan agar nasionalisme Cina tidak diarahkan kepada pemerintah manchu yang sebenarnya juga bangsa asing. Pemberontakan ini mengambil bentuk berupa serangan terhadap zending atau misi orientalis Kristen dan kantor kantor kedutaan asing di China. Kegagalan pemberontakan ini mengakibatkan pemerintah manchu harus menandatangani kesepakatan di dalam Boxer Protocol(1901)antara lain: 
  • Cina mengganti rugi 450 juta tael  ($738 juta)
  • Kedutaan asing boleh dijaga oleh pasukan Pengawal dari negara yang bersangkutan
  • Didudukinya tempat-tempat penting di Cina oleh pasukan asing 
  • Pelarangan gerakan anti asing
4.  Revolusi Cina (1911)
Walaupun pemberontakan pemberontakan bangsa Cina terhadap kekuasaan asing di atas selalu mengalami kegagalan, namun dampak pemberontakan tersebut adalah semakin menguatkan nasionalisme bangsa Cina. Hal ini yang menjadi modal utama bagi kalangan nasionalis untuk menjalankan revolusinya, yang pada akhirnya pada tanggal 10 bulan 10 tahun 1911 (double Ten Days )berhasil menumbangkan kekuasaan manchu.  Republik yang didirikan oleh Sun Yat Sen kemudian adalah Republik nasionalis yang berarti yang berdiri di atas ajaran Trisula Sun Yat Sen, yaitu:
Menarik dibaca: Sun Yat-sen: Bapak Pendiri China Modern 
  • San artinya nasionalisme
  • Min artinya demokrasi
  • Chu I artinya sosialisme 
5. Masalah-masalah yang Timbul Pasca Revolusi China 
  • Cina masih belum dapat disatukan sepenuhnya oleh Sun Yat Sen karena Cina bagian utara masih dikuasai oleh para Warlord(panglima perang masa kekaisaran Manchu, di antaranya aladah Yuan Shih Kai)
  • Ancaman Imperialisme Jepang
  • Perpecahan dengan kelompok komunis pimpinan Mao Tse Tung
D. Nasionalisme Jepang
Kronologi perkembangan nasionalisme Jepang:
1. Politik isolasi terhadap bangsa asing diberlakukan di Jepang pada masa kekuasaan Shogun yaitu pada tahun 1639. Tindakan ini dilakukan atas kehawatiran semakin lunturnya kebudayaan dan kepercayaan rakyat Jepang akibat penetrasi budaya asing dan penyebaran agama Kristen. 
2. Jepang dibuka oleh Laksamana Perry pada tahun 1853, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Shimoda:
  • Pelabuhan Shimoda dan Hakkodate dibuka oleh bangsa asing
  • Dibukannya beberapa Pelabuhan lain seperti Yokohama, Nagasaki, Kobe Osaka, dan Nigata.
3. Terjadinya Meiji Restorasi yaitu reformasi besar-besaran di Jepang pada masa pemerintahan Matsuhito yang bergelar Meiji Tenno(1867-1912). Tindakan-tindakan yang dilakukan Meiji Tenno antara lain: 
a. Bidang politik
  • Pemindahan ibukota negara dari Kyoto ke Tokyo 
  • Dihapuskannya kekuasaan para Daimyo dan Samurai
  • Disusunnya UUD baru
  • Diterapkannya paham Trias politika dalam sistem ketatanegaraan Jepang
b. Bidang ekonomi
  • Digiatkannya sistem pertanian secara intensif
  • Dilakukannya industrialisasi secara besar-besaran
c. Bidang pendidikan
  • digunakan sistem pendidikan barat
  • pengiriman pelajar-pelajar ke negara-negara Eropa
d. Bidang militer
  • Modernisasi angkatan darat dengan mengadopsi sistem AD Jerman
  • Modernisasi angkatan laut dengan mengadopsi sistem AL Inggris 
e. Dampak Modernisasi Jepang
  • Jepang mengalami kemajuan pesat di bidang politik, ekonomi, dan militer sehingga mampu bersaing dengan negara-negara barat
  • Berkembangan Jepang menjadi negara imperialisme 
E. Nasionalisme Turki
1. Kemunduran Turki 
Kekalifahan Turki Usmani yang pernah mencapai puncak kejayaannya pada abad 16-18 M, pada abad ke-19 terus mengalami kemunduran sampai akhir yang mendapat julukan The sick man of europe. Hal ini disebabkan oleh berikut:
  • tidak ada lagi sultan-sultan yang kuat dan besar
  • intrik-intrik dalam istana yang semakin merajalela
  • tentara janisari yang terkenal akan keberaniannya dan kehebatannya telah merosot martabatnya menjadi pengacau kerajaan daripada pembela kerajaan
  • pemerintah yang lemah dan kacau mendorong pemberontakan untuk melepaskan diri dari Turki
  • Revolusi Perancis mengilhami negara Taklukan Turki untuk Merdeka seperti Yunani, Bulgaria Serbia. Rumania dan Mesir.
Kelemahan Turki dimanfaatkan oleh negara-negara  imperialisme barat seperti Rusia, Jerman dan Inggris untuk menguasai jajahan Turki atau menghancurkan Turki sekaligus. Adanya pembenturan kepentingan negara-negara barat mengenai status Turki dan daerah jajahan yang menimbulkan "Masalah Timur" (The Eastern Question). 
2. Sebab timbulnya nasionalisme Turki 
sebab-sebab munculnya nasionalisme Turki adalah sebagai berikut:
  • kekuasaan Turki yang semakin merosot 
  • adanya pengaruh revolusi Perancis dengan semboyan liberte, egalite, dan fraternite
  • timbul kaum terpelajar berpaham modern
  • reaksi terhadap imperialisme bangsa barat semakin gencar untuk merebut daerah jajahan Turki dan siap menghancurkan Turki
3.  Gerakan nasionalisme Turki 
Nasionalisme Turki dipelopori oleh Mustafa Kemal Pasha  yang bentuk yang bertujuan menggantikan kekhalifahan Turki Utsmani dengan republik Turki yang bersifat Barat. Keberhasilan Mustafa Kemal dengan gerakan Turki muda nya disebabkan oleh semakin lemah nya kedudukan khalifah Turki pasca PD 1. Kekalahan kelompok negara poros dalam perang dunia pertama menyebabkan terjadinya hilangnya sebagian besar wilayah kekuasaan Turki, dan Turki berada diambang keruntuhan Karena sebab inilah Turki kemudian mendapatkan julukan The Sick man of europe)
Menarik di baca: Mustafa Kemal Ataturk: Bapak Sekulerisme Turki
Setelah berhasil menggulingkan Sultan Turki terakhir, yaitu Sultan Abdul Hamid II pada tahun 1924, Mustafa Kemal melakukan berbagai macam perombokan total di Turki yang mengarah kepada westernisasi(pembaratan Turki), diantaranya:
  • membubarkan sistem Kekhilafahan
  • mendirikan Republik Turki
  • Menghapus peradilan/Mahkaman Syariat
  • Membentuk UUD baru yang mengacu kepada UUD negara-negara Barat
  • Pelarangan penggunaaan bahasa Arab, termasuk di dalam Adzan
  • Pelarangan jilbab dan kerudung serta Tarbus
  • Penggantian abjad Arab dengan abjad Turki
F. Nasionalisme Mesir

1. Masuknya pengaruh Asing ke Mesir
Sejak 1517 Mesir merupakan wilayah taklukan Turki. Setelah mengalahan Dinasti Mamluk pada 1805 dan menghabisi sisa-sisa mereka pada tahun 1811, Muhammad Ali Pasya berkuasa dan melakukan berbagai pembaharuan di bidang pertahanan, pendidikan, dan ekonomi di Mesir.
Muncul keinginan untuk memisahkan diri dari Turki dan menjadi negara merdeka. Hal tersebut terlaksana dengan dikalahkannya pasukan Turki dalam pertempuran Konya tahun 1832. Namun karena Inggris mempunyai kepentingan di Mesir, Mesir membuat perjanjian dengan Inggris pada 1840 dengan nama Konvensi Alexandria. Adapun point yang ditetapkan ialah bahwa Mesir masih jajahan Turki, Mesir harus melepaskan Syiria dll.
Menarik dibaca: 9 Fakta Menarik Tentang Terusan Suez
Pada tahun 1869 Terusan Suez di Mesir yang dibangun oleh Ferdinand de Lessep dari Perancis diresmikan. Terusan Suez mempunyai arti penting bagi pelayaran dunia. Karena berbagai hal saham milik Mesir dijual oleh Khadif Ismail di Inggris. Dengan demikian pengaruh Inggris semakin besar di Mesir, Selain Perancis yang sudah ada.
2. Pembrontakan Arabi Pasha 1882
Pada tahun 1882 muncul pembrontakan Arabi Pasha yang dipengaruhi paham Jamaludin Al Afghani. Pembrontakan ini merupakan tonggak dari nasionalisme Mesir yang menuntut agar segera diubahnya sistem pemerintah di Mesir. Karena dianggap membahayakan, Inggris mengirimkan pasukannnya untuk menyerang Arabhi Pasha. Sejak itu Inggris memegang kendali penuh di Mesir
3. Perjalanan Kemerdekaan Mesir
Walaupun Arabi Pasha tertangkap tetapi cita-citanya terus diperjuangkan oleh tokoh nasionalis. Hal ini nampak diadakannya Kongres Nasional di bawah Mustafa Kamil dengan tujuan untuk mencapai kemerdekaan penuh. Pada Tahun 1919 di bawah pimpinan Saad Zaghul Pasha menandakan semangat nasionalisme di Mesir. Pada November 1918 Saad Saglul kaum nasionalis menuntut agar Mesir diberikan kemerdekaan penuh. Karena gerakan yang kontinyu, akhirnya Inggris terpaksa mengeluarkan unilateral declaration pada 28 februari 1922 yang isinnya:
  • Inggris mengakui kedaulatan Mesir
  • Inggris berhak atas Terusan Suez, Mesir dijadikan daerah operasi militer dan dipertahankan dari bangsa asing
  • status Sudan ditangguhkan
Walaupun belum merdeka sepenuhnya pada 15 Maret 1922, Ahmad Fuad menyatakan dirinya sebagai Raja Mesir. Sedangkan golongan Nasionalis menetang uniteral declaration karena mereka menuntut merdeka penuh. Barulah pada tahun 1936 Mesir menjadi negara merdeka penuh.  
(Pelengkap: Soal dan Pembahasan Nasionalisme Asia-Afrika klik disini)
Materi ringkasan sejarah lainnya:
  1. Pengantar Sejarah disini disini
  2. Zaman Hindu-Budha di Indonesia disini 
  3. Sejarah Islam di Indonesia disini 
  4. Politik Kolonial Abad ke 19 disini 
  5. Perlawanan Kolonialisme barat disini 
  6. Pergerakan Nasional disini 
  7. Pendudukan Jepang disini
  8. Masa Revolusi mempertahankan kemerdekaan disini
  9. Masa demokrasi liberal disini
  10. Ancaman distegrasi bangsa disini
  11. Era Demokrasi Terpimpin Indonesia klik disini
  12. Masa Orde Baru klik disini
  13. Masa Reformasi klik disini 
  14. Peradaban kuno dunia disini
  15. Sejarah Perkembangan Pemikiran Eropa disini 
  16. Latar Belakang Penjelahan Samudra Bangsa Eropa disini 
  17. Revolusi Industri disini 
  18. Revolusi Amerika disini 
  19. Revolusi Prancis disini 
  20. Perang Dunia I dan II disini 
  21. Perang Dingin disini
  22. Kerjsa sama global dan regional disini
  23. Peristiwa Mutakhir disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon