Minggu, 30 Oktober 2016

Revolusi Perancis (1789-1804)

Loading...

A. Keadaan Prancis menjelang revolusi 
1. Bidang Politik
Pemerintah Perancis sebelum revolusi bersifat monarki absolut,  yang ditandai oleh beberapa hal :
  • kekuasaan raja merupakan kekuasaan tertinggi,  artinya Raja memerintah bukan berdasarkan undang-undang hal ini dapat dilihat dari ungkapan Raja Louis XIV (1638-1715) "La Etat C'est Moi" (negara adalah saya). 
  • kekuasaan raja tidak dibatasi oleh lembaga lainnya seperti badan legislatif. Semenjak masa kekuasaan Louis XIV badan legislatif yang ada yaitu etats generaux telah dinonaktifkan
Sifat Absolut dijalankan oleh Raja Raja Perancis ini terinspirasi oleh pemikiran niccolo machiavelli yang menulis buku yang berjudul "Il principe" (sang pangeran) yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul "the prince"
2. Bidang Sosial 
Menjelang meletusnya revolusi diskriminasi sosial telah menjadi pemandangan umum di Prancis. stratifikasi sosial di Perancis pada saat itu terbagi menjadi:
  • golongan pertama: bangsawan
  • golongan  kedua:  kaum rohaniawan Kristen
  • golongan ketiga rakyat yang terdiri dari kaum  borjuis dan rakyat jelata
Golongan pertama dan kedua merupakan kelas elit yang mendapatkan hak-hak istimewa, seperti bebas pajak bahkan mendapat sebagian persentase pajak yang dipungut dari rakyat
3. Bidang Ekonomi 
Kehancuran perekonomian Perancis menjelang revolusi terjadi karena peperangan yang dilakukan Perancis dalam menghadapi Austria,  termasuk perang tujuh tahun melawan Inggris.  Peperangan peperangan tersebut banyak menguras keuangan negara,  selain itu pemborosan keuangan para pejabat kerajaan juga menyebabkan perekonomian memburuk diantaranya adalah pemborosan yang dilakukan oleh istri Louis ke 16 Marie  Antoinette,  yang mendapat julukan "madame defisit"

B. Sebab terjadinya Revolusi Prancis
Salah satu hukum yang berlaku di dalam sejarah adalah kausalitas (hubungan sebab akibat) adanya kontinuitas antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Begitu pula dengan revolusi Perancis itu sendiri yang meletus karena beberapa faktor sebagai berikut:
1.  Munculnya pemikiran pemikiran tentang kebebasan dan demokrasi
  • Voltaire (1694-1778)  merupakan pejuang humanisme Perancis yang banyak memperjuangkan hak-hak kebebasan beragam bagi kaum hugenot(Protestan Perancis). Ia juga mengutuk kemunafikan para pemuka gereja yang banyak melakukan penindasan terhadap rakyat Perancins. Ia banyak menentang sebagian besar dogma agama
  • Montesquieu(1689-1755) Pemikiran Monstesquieu tentang sistem ketatanegaraan (Trias Politica) dalam buku karangannya L'Esprit des Lois yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul The Spirit of Law. Di dalamnya ia mengajukan sistem pemerintahan monarki konstitusionalnya dengan adanya: Pemisahan lembaga kenegaraan(legislatif, yudikatif, dan eksekutif), pembagian kekuasaan, dan perimbangan kekuasaan diantaranya ketiga lembaga tersebut
  • Jean - Jasques Rousseau (1712 - 1778) melalui tulisannya "Du Contract Social" (1762) mengajukan teori tentang sistem pemerintahan demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemenangn kedaulatan tertinggi. Pemikiran ini kemudian dinamakan sebagi teori kedaulatan rakyat, yang mencoba mengantikan Teori Kedaultan Tuhan yang dianut oleh Perancis sebelum revolusi
2.  Keresehanan akibat dari praktik absolutisme raja
Lord acton mengatakan bahwa kekuasaan biasanya memiliki kecenderungan korup, sedangkan kekuasaan Tanpa Batas sudah pasti akan melakukan tindakan korupsi. Itulah  yang terjadi di Prancis menjelang revolusi,  Raja berserta aparaturnya sering bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat baik dengan membebani pajak maupun dengan menghilangkan hak-hak politik rakyat seperti membungkam pemikiran-pemikiran kebebasan dan demokrasi.
3.  Pengaruh Revolusi Amerika
Setelah revolusi Amerika berakhir dan memunculkan Amerika Serikat sebagai sebuah negara demokrasi, maka lafayette yang sebelumnya ditugaskan kerajaan Perancis untuk membantu kaum revolusioner Amerika pulang kembali ke negerinya. Di Prancis lafayette mulai menyebarkan paham demokrasi yang dianggap jauh lebih baik dibandingkan pemerintahan monarki absolut yang dijalankan Perancis pada saat itu.
4. Sebab khusus; sebab khusus terjadinya Revolusi Perancis adalah muncul lah kebencian rakyat kepada keluarga kerajaan yang dianggap sebagai penyebab utama kehancuran perekonomian Perancis

C. Kronologis Jalannya Revolusi Prancis
1.  Di bukannya sidang etats generaux (lembaga perwakilan)
Karena mengalami krisis keuangan maka Raja Perancis pada waktu itu,  louis XVI berencana untuk memberlakukan pajak bagi kalangan bangsawan. Mereka menentang rencana tersebut dan mengusulkan pembentukan etat generaux. Pada tahun 1789  Louis XVI mulai menghidupkan kembali etat generaux yang selama ini di nonaktifkan. Lembaga ini difungsikan kembali sebagai lembaga perwakilan yang bertugas memutuskan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan upaya penyelamatan perekonomian Perancis.  Tetapi Lembaga ini kemudian dianggap oleh rakyat golongan III Tidak Efektif karena terlihat hanya sebagai badan yang memperjuangkan kepentingan golongan bangsawan dan gereja. 
 2.  Dibentuknya Assemble nationale
Ketidakpuasan golongan III  terhadap  sistem pemungutan suara didalam Etats Generaux  yang lebih menguntungkan Golongan I dan  II menyebabkan mereka menarik diri keluar lembaga tersebut dan mendirikan lembaga perwakilan tandingan yang bernama asambel nationale.  Dengan pembentukan lembaga ini pada tanggal 20 Juni 1789 maka jalan menuju revolusi semakin terbuka lebar. 
 3.  Penyerbuan penjara Bastille.
Tekanan ekonomi yang semakin meningkat menyebabkan kemarahan rakyat Prancis semakin membesar. Kemarahan tersebut memuncak dengan diserangnya penjara Bastille pada 14 Juli 1789 yang dianggap sebagai titik awal revolusi Perancis dan kemudian diperingati sebagai hari raya Nasional Perancis. Setelah kejatuhan Bastille, kemudia rakyat membentuk pemerintahan kota yang bernama pemerintah Commune Paris. 

4.  Asamblee Nationale Constituante dan penyusunan deklarasi hak asasi manusia Prancis (1789-1791) Asamblee Nationale bersidang sampai kemudian lembaga tersebut berubah menjadi Asamblee Nationale Constituante yang berusaha menyusun UUD setelah itu barulah Asamblee nastionale  konstituante berhasil menyusun "Declaration Des droits De l'homme et du citoyen" yaitu pernyataan hak-hak manusia dan Pengakuan hak warga negara. Semenjak itu Prancis menjadi negara monarki konstitusional, dimana Louis XVI diharuskan untuk bersumpah serta untuk melaksanakan UUD tersebut. 
 5.  Perpecahan golongan ketiga (1791 1792) setelah UUD selsai disahkan,  golongan ketiga mulai mengalami perpecahan. kelompok borjuis dalam golongan ketiga tetap mempertahankan bentuk monarki konstitusional Perancis.  Mereka bergabung dalam partai girodin, sedangkan kelompok rakyat jelata yang tergabung dalam partai montagne, memilih tuntutan radikal. Mereka menginginkan Prancis berbentuk republik. Persaingan antara keduanya berakhir dengan kemenangan montagne yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan pemerintah rakyat jelata yang bernama pemerintah konvensional.
 6.  Pemerintah Konvensi nasional (1792-1795) pemerintah Konvensi nasional ini dipimpin oleh Robespierre pada masa pemerintahannya Iya menjalankan pemerintahan teror dengan melakukan serangkaian pembunuhan massal terhadap orang-orang yang menentang revolusi. Banyak kaum bangsawan yang dibunuh karena alasan tersebut bahkan pada 21 Januari 1793 louis XVI di Gillotin(pancung) dihukum mati di  place de la Concorde Paris. selain itu harta pribadi milik kaum bangsawan dan milik gereja juga disita oleh pemerintah. Dalam upaya menghadapi ancaman dari luar berupa perang Koalisi Robespierre ia berusaha memobilisasi rakyat untuk menjadi tentara hingga terkumpul sekitar 6 juta Tentara.
7. Pemerintah Directoire(1795-1799)  kaum bangsawan mulai memberikan reaksi terhadap pemerintahan teror robespierre kaum bangsawan di dalam partai Girodin lalu mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah Convention pimpinan robespierre. Setelah pemerintah robespierre jatuh dan robespierre sendiri kemudian di guillotine come Geraldine lalu membentuk pemerintahan baru yang bernama directoire.  Pemerintah ini adalah pemerintah kolektif dengan kekuasaan eksekutif ada ditangan 5 orang direktur salah satu direktur pada pemerintahan ini adalah Napoleon Bonaparte yang namanya mulai terkenal sejak memperoleh kemenangan dalam perang koalisi 1 yang terjadi antara Prancis dan negara-negara monarki absolut Eropa seperti Austria dan prusia pada masa pemerintahan Konvensi nasional.
8. Pemerintahan konsulat (1799-1804) jalannya pemerintahan direktori Tidak Efektif mendorong Napoleon melakukan kudeta dengan membubarkan pemerintah directoire 1799 dan menggantikannya dengan pemerintahan yang baru bernama pemerintahan konsulat, dan Napoleon Bonaparte mengangkat dirinya menjadi konsul pertama.
9. Kekasaran Prancis (1804-1815) dibubarkannya directoire oleh Napoleon menandakan berakhirnya revolusi Prancis siklus revolusi mulai mengalami titik balik setelah Napoleon Bonaparte kemudian mengangkat dirinya sebagai Kaisar Prancis yang dinobatkan oleh Paus pius VII pada tahun 1804. Setelah penobatan tersebut maka Perancis kembali berbentuk monarki.
Baca Selengkapnya: Kehidupan Napoleon

E. Dampak revolusi Prancis
1. Dampak di bidang politik
  • undang-undang dijadikan sebagai kekuasaan tertinggi yang menjadikan rujukan penguasa
  • munculnya ide tentang bentuk pemerintahan republik
  • paham demokrasi modern timbul secara lebih nyata
  • berkembangnya Nasionalisme 
  • timbullah ide untuk aksi-aksi revolusioner menentang  setiap kekuasaan Absolute
2. Dampak di bidang ekonomi
  • dihapuskannya sistem pajak feodal
  • petani memperoleh hak milik atas tanah
  • dihapuskannya gilda dengan corak monopolinya yang bertentangan dengan suasana liberalisme di Prancis
  • munculnya industri industri besar
3. Dampak di bidang sosial
  • terbentuknya susunan masyarakat baru
  • pendidikan tidak lagi dimonopoli kaum bangsawan tetapi juga didapatkan oleh rakyat secara umumnya
  • terbentuknya kode Napoleon yang merupakan hasil dari upaya Napoleon untuk melakukan penyeragaman hukum di Perancis kode Napoleon ini kemudian digunakan oleh beberapa negara sebagai produk hukum mereka seperti Belanda. Jepang dan Republik Turki pada masa Mustafa Kemal atartuk.
Pelengkap: Soal dan Pembahasan Revolusi Prancis Klik disini
Materi sejarah lainnya:
  1. Pengantar Sejarah disini disini
  2. Zaman Hindu-Budha di Indonesia disini 
  3. Sejarah Islam di Indonesia disini 
  4. Politik Kolonial Abad ke 19 disini 
  5. Perlawanan Kolonialisme barat disini 
  6. Pergerakan Nasional disini 
  7. Pendudukan Jepang disini
  8. Masa Revolusi mempertahankan kemerdekaan disini
  9. Masa demokrasi liberal disini
  10. Ancaman distegrasi bangsa disini
  11. Era Demokrasi Terpimpin Indonesia klik disini
  12. Masa Orde Baru klik disini
  13. Masa Reformasi klik disini 
  14. Peradaban kuno dunia disini
  15. Sejarah Perkembangan Pemikiran Eropa disini 
  16. Latar Belakang Penjelahan Samudra Bangsa Eropa disini 
  17. Revolusi Industri disini 
  18. Revolusi Amerika disini 
  19. Nasionalisme Bangsa Asia-Afrika disini 
  20. Perang Dunia I dan II disini 
  21. Perang Dingin disini
  22. Kerjsa sama global dan regional disini
  23. Peristiwa Mutakhir disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon