Kamis, 01 September 2016

Pola Keruangan Desa

Loading...


  1. Pengertian Desa
  2. Desa adalah perwujudan atau kesatuan geografi, sosial ekonomi, politik dan kultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya timbal balik dengan daerah lainnya(Bintaro, 1989).
  3. Ciri-ciri
    • Geografi fisik
    • -Sarana transportasi yang langka
      -Perbandingan luas lahan dan manusia cukup besar
      -Pemukiman yang tidak terlalu padat
      -Sebagian besar pola penggunaan lahan tidak padat
      -Letaknya dekat dengan pusat wilayah tani
    • Sosial Ekonomi
    • -Kehidupan bersifat keakraban (Gemeinschaft)
      -Hubungan kekerabatan dan kehidupan religi masih kuat
      -Hidupnya umumnya di sektor pertanian
      -Pola hidup masyarakat masih tradisional
      -Sifat gotong royong
      -Bersifat agraris
      -Tingkat mobilitas penduduk rendah(perpindahan tempat maupun sosial)
  4. Potensi
  5. Potensi desa bisa diartikan sebagai suatu kemungkinan yang dimiliki desa sebagai modal dasar yang perlu dikembangkan, yang terdiri dari:
    -Potensi fisik: cuaca, iklim, tanah, air, flora, fauna dan manusia
    -Potensi non fisik: lembaga-lembaga sosial desa, masyarakat desa, pamong desa dan aparatur desa
  6. Fungsi
    • Bentuk pemerintahan terendah
    • Diharapkan mampu menjalankan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang lebih tinggi
    • Daerah penyangga kota(Hinterland)
    • -Penyedia sumber daya manusia untuk tenaga kerja
      -Sumber bahan pangan
      -Pusat industri kecil
      -Daerah wisata
  7. Klasifikasi Desa
    • Tingkat Perkembangan
    • 1. Desa Swadaya
      yaitu desa yang telah terdaftar dalam wilayah administrasi pemerintahan dan masyarakatnya telah hidup menetap
      Ciri-cirinya:
      -Lokasi terpencil dan memiliki topografi kasar
      -Penduduknya masih jarang dan memiliki produktivitas rendah
      -Tingkat penddikan dasar masyarakat rendah
      -Sebagaian besar penduduk hidup bertani dan untuk memenuhi kebutuhan sendiri
      -Lembaga sosial sangat sederhana
      -Adat istiadat masih kuat
      -Masyarakat jarang berhubungan dengan luar
      -Sarana prasarana sangat terbatas

      2. Desa Transisi merupakan desa peralihan/transisi dari desa swadaya menuju desa swasembada
      Ciri-cirinya:
      -Mulai menggunakan alat dan teknologi sederhana
      -Adat istiadat mulai pudar
      -Tidak terisolasi
      -Tingkat perekonomiannya agak maju
      -Hasil produksi mulai meningkat
      -Tingkat pendidikan dasar masyarakat sedang
      -Administrasi pemerintahan mulai tertib/berkembang

      3. Desa Swasembada(Desa Berkembang)
      adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi alam dan sosialnya.
      Ciri-cirinya:
      -Tingkat Perekonomian telah maju
      -Kebanyakan berlokasi di ibu kota kecamatan
      -Ikatan adat dan kebiasaan adat sudah tidak berpengaruh pada kehidupan masyarakat
      -Telah memiliki fasilitas memadai
      -Alat teknis sudah digunakan penduduk
      -Lembaga sosial, ekonomi, dan budaya sudah dapat menjaga kelangsungan hidup
      -Mata pencaharian penduduk Heterogen
      -Pengaruh modernisasi yang berupa pembaharuan mulai ada
      -Tingkat pendidikan dasar masyarakat cukup tinggi
      -Muncul industri-industri rumah tangga
    • Berdasarkan standar kemakmuran
    • -Daerah minus, yaitu desa yang memiliki tata geografi buruk dan kemampuan masyarakatnya rendah
      -Daerah dengan tingkat kehidupan minimum, Kemampuan manusia agak rendah dan tata geografi sedang
      -Deerah-daerah harapan, Kemampuan manusia sedang tata geografi sedang
      -Daerah-daerah makmur, kemampuan manusia tinggi, tata geografi sedang
      -Daerah ideal, kemampuan manusia tinggi, tata geografi tinggi
    • Berdasarkan kegiatan masyarakat
    • -Desa agraris, adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian petani
      -Desa industri, adalah desa yang sebagian masyarakatnya memiliki penghidupan dari industri
      -Desa nelayan, adalah desa di tepian pantai yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan
    • Berdasarkan potensi desa
    • 1. Wilayah desa yang berpotensi tinggi, menempati wilayah lahan pertanian yang subur, topografi datar , adanya irigasi teknik. Wilayah ini mempunyai kemampuan yang besar untuk dikembangkan.
      2. Wilayah desa berpotensi sedang, menempati lahan pertanian yang agak subur dengan topografi tidak rata-rata , irigasi semi teknis, Iklim mendukung usaha pertanian, wilayah ini cukup dikembangkan.
      3. Wilayah desa berpotensi rendah, Wilayah ini menempati lahan pertanian yang tidak subur dengan topografi yang berbukit-bukit , air sulit untuk didapat, pertanian tergantung pada hujan, wilayah ini sulit berkembang.
  8. Bentuk dan Pola Persebaran Desa
    • Pola Desa Mengelompok(Nucleated Compact) Pada umumnya terjadi karena penduduk mencari sumber-sumber tertentu, misalnya tanah yang subur dan ketersedian sumber air.
    • Faktor-faktor yang mempengaruhi pola desa mengelompokan antara lain:
      -Daerah tersebut mempunyai kesuburan tanah yang tinggi
      -Daerah tersebut mempunyai ketersedian sumber air yang cukup
      -Daerah tersebut berupa tanah rendah
      -Daerah tesebut keamanannya belum dipastikan
    • Pola Desa memanjang
    • Terjadi karena adanya kepentingan terhadap kondisi geografis tertentu
      Mempunyai ciri-ciri berupa:
      -Deretan pemukiman yang memanjang mengikuti bentuk sungai atau jalan
      -Tanah pertanian yang dimiliki tidak begitu luas dan terletak dibelakang rumah
    • Bentuk Persebaran
    • Bentuk Desa Linear mengikuti jalan. Bentuk ini banyak terdapat didaerah dataran rendah.
      Bentuk Desa Memanjang mengikuti garis pantai. Bentuk desa ini terjadi karena aktivitas manusia yang mencari ikan dan hasil laut lainnya
      Bentuk desa ini banyak terdapat diwilayah pegunungan
      Bentuk desa mengelilingi fasilitas tertentu. Bentuk desa ini terjadi karena adanya fasilitas umum dan banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon