Senin, 05 September 2016

Pengendalian sosial/social control

Pengendalian sosial/social control mencakup segala proses, baik yang direncanakan maupun tidak, yang bersifat mendidik, mengajak atau bahkan memaksa masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai sosial yang berlaku.

A. Pelaku Pengendalian Sosial 
  1. Individu terhadap individu lainnya(contoh: seorang ibu mendidik anak-anaknya)
  2. Individu terhadap suatu kelompok sosial(seorang guru mengajar beberapa orang murid dalam kelas)
  3. Suatu Kelompok terhadap kelompok lainnya
  4. Suatu kelompok terhadap individu
B. Tujuan Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial antara lain bertujuan:
  1. Untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat
  2. Untuk mencapa keadaan damai melalui keserasian antara kepastian dengan keadilan/sesebandingan
  3. Agar masyarakat mematuhi norma-norma/nilai-nilai yang berlaku
C. Metode Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial dilakukan dengan cara:
1. Paksaan(coercive)
Metode pengendalian sosial yang sering diperlukan di dalam masyarakat yang berubah, oleh karena didalam keadaan seperti itu pengendalian sosial juga berfungsi untuk membentuk kaidah-kaidah yang baru yang menggantikan kaidah-kaidah lama yang telah goyah
2. Tanpa kekerasan(persuasive)
Metode pengendalian sosial yang digunakan dalam suatu masyarakat yang secara relatif berada dalam keadaan yang tenteram. Hal ini disebabkan oleh karena di dalam masyarakat yang tentram, bagian terkasar dari kaidah-kaidah dan nilai-nlai telah melembaga atau bahkan mendarah daging di dalam diri para warga masyarakat.
3. Metode compulsion
Diciptakan situasi demikian rupa sehingga terpaksa taat atau mengubah sikapnya yang menghasilkan kepatuhan secara tidak langsung
4. Metode Pervasion
Pengulang-ulangan/sosialisasi terus menerus terhadap norma/nilai yang ada sedemikian rupa, dengan harapan agar hal tersebut masuk dalam aspek bawah sadar seseorang.

D. Sifat pengendalian sosial
1. Preventif 
Upaya pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan melalui proses sosialisasi, pendidikan formal dan informal
2. Represif
Bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah mengalami gangguan --> berwujud penjatuhan sanksi terhadap warga masyarakat yang menyimpang dari kaidah yang berlaku

E. Alat-alat yang digunakan untuk melaksanakan pengendalian sosial
1. Sopan santun
2. Pendidikan
3. Hukum

F. Sikap masyarakat terhadap pengendalian sosial
1. Konformitas
Berusaha menyesuaikan diri dengan masyarakat dengan cara mengindahkan kaidah-kaidah dan nilai-nilai masyarakat
2. Deviasi
Penyimpangan terhadap kaidah-kaidah dan nilai-nilai dalam masyarakat

PENYIMPANGAN SOSIAL
Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat
Perilaku yang dianggap tercela dan di luar batas toleransi
A. Penyebab munculnya perilaku menyimpang
  • Sosialisasi yang tidak sempurna
  • Nilai sub budaya menyimpang
  • Keadaan anomie
  • Pemberian julukan/labelling 
B. Jenis perilaku menyimpang
1. Penyimpangan primer
  • Penyimpangan yang bersifat sementara(temporer)
  • Pelaku masih diterima dalam masyarakat
2. Penyimpangan sekunder
  • Penyimpangan yang sudah menjadi kebiasaan
  • Pelaku dikucilkan oleh masyarakat.
C. Bentuk Penyimpangan Sosial 
1. Kejahatan
  • White collar crime(kejahatan kerah putih)
  • Organized crime(kejahatan terorganisir)
  • Govermental crime(kejahatan pemerintah)
  • Victimeless crime(kejahatan tanpa korban)
  • Cyber Crime(Kejahatan dunia maya)
  • Corporate crime(kejahatan korporat)
2. Penyimpangan seksual
  • Perzinahan, homoseksual, lesbiasnisme, kumpul kebo, pemerkosaan
3. Pemakaian narkoba
  • Narkotika (ganja, putau, sabu), psikoterapi(ektasi, amphetamin), kecanduan alkohol
D. Lima cara adaptasi individu terhadap situasi tertentu menurut Robert K.Merton
1. konformitas
Perilaku seseorang dalam mencapai tujaun budaya yang dilakukan secara konvensional atau biasa dilakukan semua orang
Contoh, Tujuan: menjadi juara kelas
Caranya: belajar sungguh-sungguh 
2. Inovasi
Perilaku seseorang dalam mencapai tujuan yang dinginkan, namun dilakukan tidak dengan cara konvensional/biasa, bahkan dilarang. Dalam hal ini inovasi bisa menjadi sebuah kemajuan juga, dengan hadirnya cara-cara baru dalam menyelsaikan masalah
3. Ritualisme
Perilaku seseorang yang menolak atau tidak memiliki tujuan budaya, namun tetap mempertahankan cara yang telah ditetapkan masyarakat
4. Retretisme
Perilaku seseorang yang menolak atau tidak mengikuti tujuan dan cara-cara yang dikehendaki masyarakat. Orang ini ada dalam masyarkat, namun tidak dinggap dan tidak menjadi bagian daru masyarakat.
5. Pemberontak(rebellion)
Perilaku seseorang yang menolak atau tidak mengakui struktur sosial yang ada dan ingin mengganti dengan cara yang baru.
Contoh: mahasiswa dan masyarakat menolak orde baru dan mengganti dengan orde reformasi tanpa melalui sidang MPR.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon