Kamis, 08 September 2016

Mobilitas Sosial

Loading...

A. Definisi
Mobilitas sosial adalah perubahan posisi seseorang dalam masyarakat baik secara vertikal maupun horizontal.
Horton dan Hunt mengartikan mobilitas sosial sebagai gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.
Arah mobilitas sosial berlangsung secara:
  • Vertikal, yaitu perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang, keatas untuk menaikan statusnya ataupun ke bawah yang merupakan penurunan statusnya
  • Horizontal atau mendatar, yaitu perubahan status seseorang dalam kelas sosialnya tanpa berubah hierarki prestise dan jenis kelas sosial
B. Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial
1. Mobilitas Horizontal
Mobiltas Horizontal berarti perpindahan kedudukan secara mendatar atau perpindahan dalam lapisan yang sama. Dengan kata lain, perpindahan kedudukan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial lainnya yang sederajat. Jadi, tidak terjadi perubahan derajat atau kedudukan seseorang dalam mobilitas horizontal ini. Contoh: perpindahan agama. 
2. Mobilitas Vertikal
Mobilitas vertikal ini merupakan perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda. Mobilitas sosial vertikal ini terbagi atas:
  • Vertikal naik/social climbing, masuknya individu ke dalam kedudukan yang lebih tinggi. contoh: A adalah guru sosiologi di salah satu SMA. karena memenuhi persyaraatan ia diangkat menjadi kepala sekolah
  • Vertikal turun/social sinking, turunya kedudukan individu ke dalam lapisan yang lebih rendah. contoh: seorang prajurit dipecat karena melakukan tindakan pelanggaran berat ketika melaksanakan tugasnya. akhirnya ia menjadi warga sipil biasa
3. Mobilitas sosial Intragenerasi 
adalah perpindahan status yang terjadi dalam diri seseorang.Misalnya, Rudi adalah seoarang polisi mula-mula pangkatnya sersan, kemudian naik menjadi letnan, dan seterusnya. 
4. Mobilitas sosial Antargenerasi
adalah perpindahan status yang terjadi dalam generasi atau lebih.Misalnya, ibunya seorang dokter, sedangkan anaknya hanya seoarang yang lulus SMA. 
5. Mobilitas Sosial Geografis/Lateral
perpindahan individu atau kelompok dari suatu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.

C. Saluran Mobilitas Sosial 
Menurut Pitirim A. Sorokin, mobilitas sosial vertical mempunyai saluran-saluran dalam masyarakat. Proses mobiitas sosial vertikal melalui saluran-saluran tersebut disebut sebagai social circulation. Saluran-saluran mobilitas vertikal, antara lain angkatan bersenjata, lembaga negara, sekolah, organisasi politik, ekonomi, dan keahlian. 
1. Angkatan Bersenjata
Angkatan bersenjata berperan dalam masyarakat dengan sistem militerisme. Misalnya, dalam keadaan perang. Suatu negara akan mengharap kemenangan dari suatu peperangan. Jasa seorang prajurit akan dihargai tinggi oleh masyarakat. Karena jasanya pula ia akan meningkat ke kedudukan yang lebih tinggi. 
2. Lembaga keagamaan
Dalam lembaga keagamaan setiap agama mengajarkan dengan bahwa manusia mempunyai kedudukan sederajat . Namun perlakuan masyarakat terhadap pemuka agama menunjukan bahwa individu yang menjadi pemuka agama memiliki status yang lebih di masyarakat. 
3. Sekolah
Lembaga pendidikan merupakan saluran nyata dalam mobilitas sosial vertikal. Sekolah juga dapat dikatakan sebagai sosial elevator bergerak dari yang paling rendah ke paling tinggi. 
4. Organisasi Politik
Organisasi politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanyua. Pada masyarakat demokratis. lembaga pemilihan umum memegang perananan penting dalam pembentukan kepemimpinan. 
5. Organisasi Ekonomi
Ekonomi dalam wujud organisasi memegang peranan yang sangat penting sebagai saluran mobilitas sosial vertikal. Semakin kaya seseorang maka statusnya semakin tinggi. 
6. Organisasi Keahlian
merupakan organisasi yang merupakan wadah yang  menampung individu-individu dengan masing-masing keahliannya untuk diperkenalkan dalam masyarakat. 
7. Perkawinan
Melalui perkawinan seseorang dapat menaikan statusnya jika menikah dengan seseorang yang statusnya lebih tinggi.

D. Faktor Penentu Mobilitas Sosial
Horton dan Hunt(1987) mencatat ada dua faktor yang memengaruhi tingkat mobiltas pada masyarakat modern, yaitu faktor struktural dan faktor individu
1. Faktor Struktural
Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya. Faktor struktural meliputi:
  • struktur pekerjaan
  • perbedaan fertilitas
  • ekonomi ganda
Contoh faktor struktural adalah ketidakseimbangan lapangan pekerjaan dengan jumlah pelamar. 
2. Faktor Individu
Faktor individu adalah kualitas tiap-tiap orang ditinjau dari tingkat pendidikan, penampilan dan keterampilan pribadi. Faktor individu meliputi:
  • Perbedaan kemampuan
  • Orientasi sikap terhadap mobilitas
  • Faktor kemujuran
E. Faktor Penghambat Mobilitas  
1. Perbedaan kelas rasial
-Politik Apartheid di Afrika Selatan
2. Agama
-Sistem Kasta di India
3. Diskriminasi Kelas
4. Kemiskinan
-Membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai suatu kedudukan sosial tertentu
5. Perbedaan jenis kelamin.

F. Dampak Mobiltas Sosial
1. Dampak negatif 
  • konflik antar kelas
  • konflik antarkelompok sosial
  • konflik antargenerasi
2. Dampak Positif

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon