Jumat, 09 September 2016

Konsep Dasar Ekonomi

Loading...

 A.Pengertian
Secara etimologi Oikos berarti rumah tangga, sedangkan Nomos berarti mengurus atau mengatur
Ilmu ekonomi mempelajari bagaimana cara manusia berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan secara optimal dalam usaha mencapai kemakmuran

B.Klasifikasi Ilmu Ekonomi

  • Mikroekonomi: mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan. Contoh: penetapan harga, elastisitas, kepuasaan konsumen, optimalisasi produksi
  • Makroekonomi: Studi ekonomi secara agregat, keseluruhan, dan global. Contoh: Pencagahan inflasi, pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran, ekspor-impor, kurs, perbankan
  • Ekonomi Deskriptif: pembahasan tentang suatu persoalan ekonomi atau topik tertentu saja. Contoh: Ekonomi Indonesia ketika menjelang krisis moneter 1997
  • Ekonomi Terapan: Kerangka pengertian dari analisis ekonomi dirumuskan menjadi kebijakan, pedoman, atau standar untuk mengatasi masalah ekonomi tertentu. Contoh: kebijakan harga maksimum diterapkan ketika harga-harga melambung tinggi
  • Ekonomi Positif: Membahas fakta dan hubungan antara peristiwa ekonomi. Contoh: Jika produksi semen turun maka harga semen naik
  • Ekonomi Normatif: Membahas saran, pertimbangan, dan etika. Biasanya ada kata-kata semacam: seharusnya, sebaiknya, dll. Contoh: meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan pemerataan pendapatan
C. Metodologi Ilmu Ekonomi
  • Teori Ekonomi: pernyataan atau sekumpulan pernyataan tentang sebab akibat, aksi reaksi dari gejala-gejala ekonomi. Contoh: teori permintaan yang menyatakan bahwa harga nail maka jumlah permintaan turun
  • Model Ekonomi: Adalah sebuah pernyataan formal dari teori ekonomi yang biasanya dipresentasikan dalam kata-kata, diagram, gambar, dan matematis. Contoh: Model siklus Lingkaran Kegiatan Ekonomi
  • Metode Induktif: Cara berpikir yang berpangkal pada kenyataan atau fakta khusus kemudia berusaha menarik kesimpulan umum. Contoh: harga emas naik maka permintaannya malah naik, begitipun harga berlian . Maka kita dapat disimpulkan bahwa barang mewah memiliki kurva kemiringan positif.
  • Metode Deduktif: bersifat umum lalu diterapkan pada hal yang khusus. Contoh: Jika harga barang naik maka permintaan turun. Hal ini diterapkan pada cabe. Jika harga cabe naik maka permintaan akan turun
  • Ceteris Paribus: Faktor-faktor lain dianggap tetap. Contoh: Jika harga tiket kereta api naik maka kuantitas permintaan tiket kereta api turun dengan asumsi harga tidak tidak berubah
  • Fallacy of Composition: Apa yang baik dalam skala kecil. belum tentu baik dalam skala besar. Contoh: hidup hemat baik bagi individu, tetapi secara makroekonomi jika seluruh individu hidup hemat akan menurunkan pertumbuhan ekonomi
D. Prinsip, Motif, Tindakan, Hukum, Politik Ekonomi
  • Prinsip Ekonomi: Berusaha dengan pengorbana minimum untuk mendapatkan hasil tertentu Berusaha dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil maksimum
  • Motif Ekonomi: Hal-hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan ekonomi. Secara umum motif ekonomi terbagi menjadi dua: Motif Interinsik, dorongan diri sendiri. Contoh: ketika lapar maka harus makan. Motif Ekstrinsik, dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi karena dorongan orang lain. Contoj: teman-teman sekelas hampir semua memiliki HP model baru, agar dibilang gaul maka kita harus membeli HP tersebut 
  • Tindakan Ekonomi: Perbuatan atau pilihan secara rasional dalam mengambil suatu pilihan secara rasional dalam mengambil suatu pilihan dari berbabagi macam pilihan yang ada
  • Hukum Ekonomi: Hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi. Hubungan tersebut bisa bersifat sebab akibat atau fungsional
  • Politik Ekonomi: Kebijakan yang diambil oleh  pemerintah di bidang ekonomi untuk mencapi kemakmuran
E. Masalah Ekonomi
1. Masalah Pokok Ekonomi?
  • What: Barang apa yang harus diproduksi? Apa yang dibutuhkan dalam masyarakat?
  • How: Bagaimana cara menghasilkannya?
  • For Whom: untuk siapa barang tersebut diproduksi?
2. Scarcity(kelangkaan): Kelangkaan kuantitas, kualitas, tempat, dan waktu. Kelangkaan menimbulkan pilihan choices

3. Choices: Pilihan yang timbul karena kebutuhan yang tidak terbatas namun tidak bisa dipenuhi oleh alat pemuas kebutuhan yang langka

4. Opportunity Cost(Biaya Kesempatan): Kesempatan yang hilang karena kita telah memilih alternatif lain.
Contoh: Pilihan kuliah atau kerja selepas kuliah lulus SMA. Ketika memilih kerja, maka opportunity cost yang muncul adalah tidak bisa kuliah

F. Kegiatan Ekonomi
  • Produksi: Usaha mempertinggi nilai guna barang dan jasa
  • Distribusi: Upaya menyalurkan barang dan jasa konsumen
  • Konsumsi: Kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai barang dan jasa
G. Faktor Produksi
1. Asli
  • Alam: lahan produksi, material(bahan baku)
  • Tenanga Kerja: buruh, karyawan, manajer.
2. Turunan
  • Modal: uang, mesin, alat-alat produksi, kendaraan
  • Kewirausahaan: sikap kreatif, sifat inovatif, sifat berani ambil reksiko
H. Jenis Produksi Menurut Bidang Usaha
  • Ekstraktif: Langsung mengambil dari alam. Contoh: Perikanan laut, pertambangan, dan kehutanan
  • Agraris: Mengelola alam dan budidaya. Contoh: peternakan, pertanian, perikanan darat/tambak.
  • Industri: Memproses barang mentah menjadi bahan jadi. Contoh: industri pengolahan makanan, industri perakitan mobil
  • Perdagangan: Distribusi dan pemasaran hasil produksi. Contoh: Supermarket, toko kelontong, mall, dan pasar tradisional
  • Jasa: Pelayanan. Contoh: Jasa perbankan, transportasi(angkutan), salon.
I. Usaha Peningkatan Produksi
  • Ekstensifikasi: Menambah faktor produksi. Contoh: merekrut tenaga kerja, membuka cabang
  • Intensifikasi: Meningkatkan mutu faktor produksi. Contoh: mengadakan pelatihan tenaga kerja
  • Mekanisasi: Mengganti faktor produksi tradisional dengan faktor produksi modern. Contoh: menggantikan tenaga kerja manusia dengan mesin
  • Diversifikasi: Menambah jenis dan hasil produksi (penganekaragaman), Contoh: Tidak hanya buat sepatu kulit, perusahaan juga buat Gesper&Jaket
  • Rehabilitasi: Mengganti faktor produksi yang rusak dengan yang baru. Contoh: membeli mesin yang baru
  • Rasionalisasi: Mengurangi faktor-faktor produksi yang tidak penting dan membebani keuangan perusahaan. Contoh: PHK karyawan yang tidak produktif
J. Benda
1. Menurut kegunaan
  • Form utility(kegunaaan karena bentuk diubah) Contoh: merubah kayu menjadi meja
  • Place Utility(Kegunaan karena benda ditempatkan pada tempat yang tepat) Contoh: Pasir diangkut ke kota
  • Time Utility(Kegunaan menurut waktu) Contoh: Payung saat hujan
  • Ownership utility(keguaan kepemilikan)Contoh: Cangkul bagi para petani
  • Service Utility(kegunaan pelayanan) Contoh: TV berguna karena adanya stasiun TV
2. Cara mendapatkannya
  • Benda Ekonomi: memiliki kegunaan dan langk sehingga diperlukan pengorbanan untuk untuk mendapatkannya. Contoh: Udara segar (oksigen) di tabung oksigen untuk orang sakit
  • Benda Bebas: memiliki kegunaan dengan jumlah yang sangat banyak atau tidak terbatas sehingga tidak perlu pengorbanan untuk mendapatkannya. Contoh: Udara 
K. Konsep Nilai
  • Nilai pakai subjektif: Arti yang diberikan seseorang terhadap suatu barang berhubung barang tersebut dapat dipakai memenuhi kebutuhannya. Contoh: Obat tidak diperlukan semua orang, tetapi dibutuhkan orang sakit
  • Nilai pakai objektif: Arti yang diberikan oleh manusia terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat memenuhi kebutuhan manusia pada umumnya. Contoh:Makanan, Pakaian, Minuman, tempat tinggal yang dibutuhkan semua orang
  • Nilai Tukar Subjektif: Arti yang diberikan seseoramg terhadap suatu barang berhubungan barang tesebut dapat ditukar dengan barang lainnya. Contoh: benda antik memiliki nilai tukar subjektif bagi kolektor
  • Nilai tukar objektif: Arti yang diberikan terhadap suatu barang karena barang itu dapat ditukarkan dengan barang lain pada umumnya. Contoh: Emas dan uang memiliki nilai tukar objektif
L. Teori Nilai Objektif
  • Nilai Biaya Produksi dikemukakan oleh Adam Smith. Nilai barang = biaya produksi
  • Nilai tenaga kerja dikemukakan oleh David Ricardo. Nilai barang = jumlah upah tenaga kerja
  • Nilai Biaya Reproduksi dikemukakan oleh Carey. Nilai barang = biaya yang dikeluarkan bila barang diproduksi ulang
  • Loading...
  • Nilai Pasar dikemukakan oleh Humme dan Locke. Nilai barang = permintaan penawaran di pasar
  • Nilai Tenaga Kerja Masyarakat dikemukakan oleh Karl Marx Nilai barang = besarnya biaya rata-rata upah tenaga kerja masyarakat
M. Teori Nilai Subjektif
  • Hukum Gossen I: Kenikmatan akan berkurang bila menggunakan alat pemuas kebutuhan dengan satu barang yang sama secara terus menurus
  • Hukum Gossen II:Manusia berusaha memuasakan kebutuhan yang beranekaragam sampai mencapai tingkat intensitas yang sama
O. Circular Flow
source: ilmuekonomi.net
sumber: Mengusai IPS Sistem Kebut Semalam

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon