Kamis, 01 September 2016

KONSEP DAN OBJEK KAJIAN SOSIOLOGI

   Pengertian Ilmu Sosiologi
source: blog-unnes

Sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu socious yang berarti teman/masyarakat dan logos dari bahasa Yunani yang berarti ilmu. Jadi, Sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji hubungan sosial dalam masyarakat yang tersusun secara ilmiah, dan berdasarkan pola kritis. Ilmu sosiologi selalu mengarahkan manusia untuk berpikir dan melaksanakan perannya dalam kehidupan masyarakat (das sollen), sosiologi juga selalu mengkaji, mengimplementasikan, dan mempelajari peristiwa atau fakta sosial yang terjadi dalam lingkungan masyrakat (das sein)

2.       Ciri-ciri ilmu sosiologi
Setiap objek ilmu pengetahuan memiliki karakteristik khas, begitu pula dengan ilmu sosiologi. Adapun ciri-ciri Sosiologi sebagai berikut.
a.  Empiris, artinya sosiologi merupakan ilmu berdasarkan observasi dan logika, bukan atas dasar wahyu atau pun spekulasi
b.  Teoritis, artinya sosiologi berusaha memberikan teori yang menunjukan pernyataan atau proporsisi secara logis untuk menjelaskan hubungan sebab akibat
c.  Kumulatif, artinya teori-teori sosiologi disusun berdasarkan teori yang sudah ada namun selalu mengalami perbaikan, perluasan, dan penguatan sesuai kondisi/fakta terbaru
d.  Nonetis, artinya sosiologi tidak bertujuan menilai baik atau buruknya suatu fakta, tetapi bertujuan menjelaskan fakta secara analitis. Sosiologi hanya bertugas mengungkapkan atau menerangkan sebuah tindakan sosial sebagai bagian dari fakta sosial.

     Hakikat Ilmu Sosiologi
Hakikat/dasar ilmu Sosiologi sebagai berikut
a.   Sosiologi merupakan ilmu sosial. Artinya Sosiologi didasarkan atas dasar kajian ilmu yang menghubungkan realitas sosial melalui gejala gejala sosial dan ilmu pengetuhuan
b.  Sosiologi tidak termasuk ilmu pengetahuan normative, tetapi dalam disiplin kategoris. Artinya Sosiologi terbatas pada kondisi realitas yang terjadi pada saat ini dan tidak membahas mengenai hal-hal yang seharusnya terjadi. Oleh karena itu, Sosiologi termasuk ilmu pasti.
c.  Sosiologi bertujuan menghasilkan definisi dan pola umum karena sosiologi meneliti peraturan-peraturan dasar yang terbentuk dari pola interaksi antarindividu dalam masyarakat.
d.  Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan empiris dan rasional. Hakikat tersebut berkaitan dengan metode yang digunakan dalam kajian ilmu sosiologi

     Objek Ilmu Sosiologi
Menurut Aguste Comte (Bapak Ilmu Sosiologi), Sosiologi adalah studi tentang masyrakat sebagai keseluruhan dan tidak dapat direduksi dalam individu. Oleh karena itu, objek kajian sosiologi dapat diamati dalam bentuk yaitu masyarakat sebagai system sosial dan kebudayaan. Kedua unsur tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kedua objek kajian ilmu Sosiologi sebagai berikut
a.    Masyarakat
Masyarakat (society) adalah sekumpulan manusia secara relatif mandiri, hidup bersama-sama cukup lama, mendiami wilayah tertentu, memiliki kebudayaan sama, dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut. Masyarakat dapat disebut sebagai system sosial. Sistem merupakan bagian bagian yang saling berhubungan satu sama lain. Sistem sosial terdiri atas tindakan-tindakan sosial yang dilakukan individu sebagai anggota masyarakat yang saling berinteraksi.
b.   Kebudayaan sebagai hasil interaksi Manusia
Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari kebudayaan. Menurut E.B Taylor, kebudayaan adalah kompleksitas yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral , hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lainnya serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat. Oleh karena itu kebudayaan sebagai hasil interaksi antar manusia juga dikaji dalam sosiologi karena memengaruhi sistem sosial masyarakat.

          Metode Penelitian dalam ilmu sosiologi
Sebagai sebuah ilmu, teori-teori Sosiologi dapat digunakan untuk melakukan penelitian sosial, baik menggunakan metode kuantitatif maupun kualitatif.
a.  Metode kuntitatif digunakan untuk meneliti fakta yang dapat diukur dengan angka. Penarikan kesimpulan dalam penelitian kuantitatif menggunakan skala, indeks, table, dan formula-formula yang berkaitan dengan ilmu matematika. Salah satu teknik yang digunakan adalah sociometry. Sociometry menggunakan skala-skala dan angka untuk mempelajari hubungan-hubungan antar manusia dalam masyarakat.
b.  Metode kualitatif merupakan penelitian-penelitian yang dilakukan secara mendalam dengan sumber-sumber data berupa kata-kata lisan atau tertulis.

         Cabang-Cabang Ilmu Sosiologi
Cabang ilmu sosiologi menunjukan adanya gejala-gejala sosial yang terbentuk antara-antara Sosiologi dengan ilmu pengetahuan lainnya. Cabang-cabang ilmu Sosiologi sebagai berikut.
a.   Sosiologi keluarga
Sosiologi keluarga adalah ilmu yang mempelajari secara khusus, terutama bagi masyarakat Indonesia. Sosiologi keluarga khusus mempelajari hubungan antarindividu dalam keluarga, hubungan antarkeluarga, dan aspek-aspek yang muncul dalam hubungan keluarga.
b.   Sosiologi Pendidikan
Sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari hubungan sosial dalam kegiatan mentransfer ilmu dari subjek kepada objek  atau dari objek kepada subjek. Sosiologi pendidikan mempelajari sistem pendidikan formal, nonformal, dan informal dalam masyarakat.
c.   Sosiologi Hukum
Sosiologi Hukum lebih fokus pada hubungan timbal balik antara perubahan yang terjadi dalam kaidah hukum dengan perubahan sosial budaya dalam lingkungan masyarakat.
d.   Sosiologi Politik
Sosiologi Politik merupakan ilmu yang mempelajari tentang Negara dan kekuasaan. Secara khusus, sosiologi politik mempelajari kekuasaan, pemerintahan, dan otoritas dalam kehidupan masyarakat.
e.    Sosiologi Pembangunan
Sosiologi Pembangunan mempelajari bentuk-bentuk perubahan sosial yang terarah dan terencana berdasarakan kebijakan. Kajian ilmu sosiologi pembangunan bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
f.    Sosiologi Pedesaan dan perkotaan
Sosiologi pedesaan dan perkotaan membahas pola hubungan sosial yang terbentuk dalam masyarakat desa dan masyarakat kota
g.       Sosiologi Gender
Sosiologi gender membahas konsep, hubungan sosial yang memisahkan peran laki-laki dan perempuan. Peran antara laki-laki dan perempuan dibentuk berdasarkan konstruksi sosial budaya mengenai hal yang pantas dan tidak pantas dalam masyarakat.

7          Fungsi dan Manfaat Sosiologi
Sosiologi berusaha menjelaskan fenomena-fenomena atau fakta-fakta sosial. Melalui penelitian sosial tersebut Sosiologi sebagai ilmu terapan dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kegunaan Sosiologi sebagai berikut.
a.   Bahan penelitian Sosial
Ilmu Sosiologi diperlukan untuk mempelajari berbagai fenomena sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, setiap fenomena sosial dapat dijelaskan secara empiris
b.   Solusi Masalah Sosial
Masalah sosial merupakan fenomena masyarakat yang cendrung ada selama manusia menjalankan kehidupan dan menjalin hubungan sosial. Pengamatan pendekatan Sosiologi tentang masalah sosial diharapkan  dapat memberikan solusi kepada Masyarakat
c.   Bahan perencanaan dan Pembangunan Sosial
Pembangunan sosial selalu ditunjukan pada objek kajian Sosiologi yaitu masyarakat karena tujuan program pembangunan adalah mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan secara sosiologis dalam proses pembangunan agar sesuia kebutuhan masyarakat.
d.   Bahan Pembuatan Keputusan 
Pemerintahan sebagai lembaga formal Negara memiliki  legitimasi untuk mengatur tata kehidupan bermasyarakat. Dalam mengatur kehidupan masyarakat, pemerintah membutuhkan bantuan sosiolog untuk melakukan penelitian sosial terhadap perilaku serta kebutuhan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Sebagai contoh, pembuatan undang-undang disesuiakan kultur budaya dalam masyarakat. 

Materi Sosiologi  lainnya  (Klik Judul):
1. Metode Penelitian Sosial
2. Prosedur Penelitian Sosial
3. Nilai dan Norma Sosial
4. Sosialisasi
5. Pengandalian Sosial
6. Difrensiasi sosial
7. Mobilitas Sosial 
8. Dinamika Kelompok Sosial
9. Stratifikasi Sosial
10. Masyarakat Multikultural
11. Perubahan Sosial
12. Gejala-gejala Sosial dalam Masyarakat
13. Perilaku Menyimpang
14. Struktur Sosial
15. Kelompok Sosial
16. Permasalahan Sosial
17. Globalisasi
18. Interaksi sosial antarindividu dan kelompok
19. Konflik sosial dan integrasi sosial
20. Konsep dan objek kajian sosiologi

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon