Selasa, 13 September 2016

Dinamika Kelompok Sosial

Loading...


A. Pengertian Kelompok Sosial
  1. Menurut Sorjono Soekanto. Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi
  2. Menurut Hendro Puspito. Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama
  3. Menuurut Paul B.Horton & Chaster L.Hunt. Kelompok sosiall adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran dan keanggotaannya saling bertinteraksi
B. Ciri-ciri kelompok sosial
Menurut Robert K.Merton, terdapat tiga kriteria suatu kelompok, yaitu: 
a. Kelompok yang ditandai oleh seringnya terjadi interaksi
b. Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok
c. Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok

Sementera R.M Mac Iver dan Charles H. Page mengemukakan bahwa suatu kesatuan atau himpunan manusia baru bisa disebut kelompok sosial apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Merupakan kesatuan yang nyata atau ada tidaknya organisasi 
b. Setiap anggota kelompok sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompoknya
c. Ada hubungan timbal balik dan saling memengaruhi antar anggotanya.
d. Adanya faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan di antara anggotanya bertambah erat
e. Memiliki struktur, aturan-aturan, dan pola perilaku.

C. Tipe-tipe Kelompok Sosial
1. Kelompok primer dan kelompok sekunder (C.H. Cooley, 1864-1929)
a. Kelompok Primer adalah kelompok sosial yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Pola hubungan bersifat akrab, informal, personal, dan total, meliputi keluarga, teman sepermainan, rukun tetangga.
b. Kelompok Sekunder (secondary group) Kelompok sekunder adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya berhubungan secara formal, impersonal, segmental(terpisah-pisah) dan berdasarkan asas manfaat. Kelompok sekunder meliputi organisasi pemerintah, sekolah, TNI, koperasi, dsb.

2. Kelompok In-group dan Kelompok Out-Group(W. G. Summer, 1840-1910)
a. Kelompok Dalam(In-group)
Kelompok in-group adalah kelompok sosial dengan mana individu mengindentifikasi dirinya.
b. Kelompok Luar(out-group)
Kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in-group-nya. Pembedaa antara kelompok in-group dan out-group bisa dilihat dari penggunaan istilah yang dipakai individu seperti "kami atau kita" dan "mereka", "kita warga kampung bulak" sedangkan "mereka kampung kelingkit".

3. Paguyuban dan patembayan(Ferdinand Tonnies, 1855-1936)
a. Paguyuban (Gemeinschaft)
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama, di mana anggota-angotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah
Paguyuban dibedakan menjadi tiga:
  • Paguyuban karena ikatan darah, merupakan ikatan yang didasarkan pada keturunan, contoh: keluarga, kelompok kekerabatan
  • Paguyuban karena tempat, merupakan paguyuban yang terdiri dari orang-orang berdekatan tempat tinggal, contoh: Rukun Tangga, Rukun Warga, Arisan
  • Paguyuban karena jiwa-pikiran, merupakan paguyuban yang terdiri dari orang yang memiliki ideologi atau pikiran yang sama
b. Patembayan(Gesselschaft)
Patembayan adalah ikatan lahir pokok dan fungsionalis, biasanya untuk jangka waktu pendek. Contoh: kehidupan masyarakat perkotaan

4. Kelompok Solidaritas Mekanis dan Kelompok Solidaritas Organis(E. Durkeim, 1858-1917)
  • Kelompok solidaritas mekanis, solidaritas masyarakat terikat oleh kesamaan dan kesadaran yang kuat. Hubungan sosial yang terjadi di antara anggota masyarakat cendrung akrab dan didasarkan pada sistem nilai yang sama. Contoh: Masyarakat dengan solidaritas ini adalah masyarakat pedesaaan yang masih bersifat tradisional
  • Kelompok Solidaritas Organis bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks atau beragama yang telah mengenal pembagian kerja secara rinci. Di mana mereka saling membutuhkan atau berhubungan yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan masing-masing. Namun demikian kesadaran bersama di antara mereka lemah. Misalnya kehidupan pada masyarakat kota
5. Membership Group dan Refrence Group (R.K. Merton, 1910-2003)
  • Membership Group merupakan kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. 
  • Refrence Group merupakan kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilaku sesuai dengan kelompok acuan tersebut
6. Formal Group dan Informal Group
  • Formal Group merupakan kelompok yang memiliki peraturan-peraturan dan tugas dengan sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya
  • Informal Group merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon