Selasa, 20 September 2016

Demokrasi Terpimpin

Loading...


A. Kebijakan-kebijakan Pemerintah Setelah Dekrit
1. Bidang Politik
  • Pembentukan MPRS
  • Pembentukan DPAS
  • Pembentukan Kabinet Kerja
  • Melakukan Penataan Organisasi pertahanan dan keamanan (kepolisian digabung dengan TNI dalam bentuk ABRI)
  • Penyederhanaan partai politik = pembubaran Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan Masyumi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan presiden dan MA
  • Pembentukan Front Nasional
2. Bidang Ekonomi
  • Kebijakan Moneter = menurunkan nilai uang kertas pecahana Rp. 500 dan Rp. 1000, - menjadi Rp. 50 dan Rp. 100,
  • Membentuk Dewan Perancang Nasiona (Dapernas). Pada tahun 1963, badan ini diganti dengan Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin oleh Presiden Soekarno
  • Mengintegrasikan semuan Bank Negara ke dalam suatu organisasi Bank Sentral
  • Mengadakan Deklrasi Ekonomi (Dekon)
  • Mencanangkan Pembangunan Semesta Berencana
  • Melakukan kebijakan Politik Mercusuar dengan membangun berbagai bangunan monumental yang menyita anggaran negara yang besar seperti pembangunan: kompleks olahraga senayan, Monumen Nasional, Gedung Sarinanah, Jembatan Ampera, dll.
  • Melakukan pencatakan mata uang rupiah secara berlebihan yang mendorong hiper inflasi
3. Bidang Luar Negeri
a. Membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda dengan melakukan Konfrontasi Militer. Diantara kebijakan yang dilakukannya adalah melakukan pembelian senjata besar-besaran dari Uni Sovyet 
b. Konfrontasi dengan Malaysia.
  1. Sebab: menolak pembentukan negara Federasi Malaysia oleh Inggris
  2. Peristiwa: Pembakaran Kedubes Inggris, Pembentukan pasukan sukarelawan ke Borne Utara.
  3. Loading...
  4. Dampak
  • Indonesia keluar dari PBB pada Januari 1965, karena pada akhir 1964 Malaysia diangkat menjadi anggota keamanan tidak tetap PBB
  • Indonesia semakin terkucil dari hubungan internasional
B. Penyimpangan Pemerintah Pada Masa Demokrasi Terpimpin
1. Kebijakan di bidang politik dalam negeri
  • Kebijakan nasakomisasi di seluruh bidang kehidupan
  • Pemberian atribut-atribut kebesara bagi Presiden, seperti "Pemimpin Besar Revolusi", "Penyambung Lidah Rakyat", dsb.
  • Keputusan MPRS untuk memasukan pidato kenagaraan Presiden tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul "penemuan kembali revolusi kita" (Manipol) sebagai dari Garis-Garis Besar Haluan Negara(GBHN)
  • Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955 pada tahun 1960
  • Pengangkatan pimpinan MPRS sebagai menteri
  • Mekanisme pengangkatan anggota MPRSdan DPRGR melalui penunjukan oleh Presiden Sukarno 
  • Kebijakan MPRS tahun 1963 tentang penetapan Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
2. Kebijakan di bidang politik luar negeri
  • Penyelenggaraaan politik konfrontasi , dengan adanya pembagian dunia menjadi dua kekuataan yang saling bertikai. NEFO, negera baru yang berhaluan kiri.OLDEFO, negara-negara kapitalis imperialis.
  • Pembelokan politik luar negeri Indonesia dengan membentuk Poros Jakarta-Peking-Pyongyang yang menjadi poros anti-imperialis dan anti-kolonialis
  • Mengadakan Games of Nefo(GANEFO)
  • Berupaya menarik negara-negara di Afrika dan Timur Tengah untuk menyokong diadakannya Confrence of the New Emerginh Force(CONEFO) untuk menyaingi PBB.
C. Pembrontakan G30S /PKI dan Kejatuhan Demokrasi Terpimpin
Kronologis Peristiwa G30 S/PKI Penumpasan Pembrontakan
-30 September 1965:
  • Terjadi penculikan terhadap 6 orang jendral diantaranya MENPANGAD Letjen Ahmad Yani
  • Studio RRI Pusat dan Gedung Telekomunikasi diduduki G30S
  • Pendudukan G30S terhadap daerah silang Monumen Nasional
-1 Oktober 1965
  • Pukul 07.00 Letkol Untung mengumumkan tentang berdirinya Dewan Revolusi dan pernyataan tentang demisioner kabinet Dwikora
  • Mayjen Suharto mengambil alih kedudukan Mengpangab menggantikan Letjen Ahmad Yani
  • Pukul 15.00 Mayjen Suharto berhasil membersihkan daerang silang monas dari pasukan pembrontak dan pukul 19.20 studio RRI dan gedung Telkom berhasil direbut oleh satuan RPKAAD, Batalion Kujang dan Kavaleri
  • Pukul 20.00 Mayjen Suharto menyampaikan pidatonya tentang gerakan G30S sebagai pembrontakan
-2 Oktober 1965
  • Pukul 05.00, pasukan RPKAD kavaleri, dan Batalion Kujang menyerbu kompleks Halim
  • Pemberlakuan jam malam untuk Jakarta dan sekitarnya
  • Pengangkatan Mayjen Suharto sebagai Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban(PANGKOPKAMTIB)
-3 Oktober 1965: Sebagian besar kekuataan G30S/PKI di Jakarta dan Jawa Tengah telah berhasil dikalahkan 
-4 Oktober 1965: Diadakan penggalian jenazah para Jendral di Desa Lobang Buaya Kompleks Halim
Perdanakusuma
-8 Oktober 1965: Rakyat membentuk aksi-aksi penggayangan "G30S" dan melebur kedalam front Pancasila
-25 Oktober 1965: Terbentuknya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia(KAMI) dan kesatuan aksi lainnya seperti KAGI, KAPI, KAPPI, dll.
-10 Januari 1966:
Dikeluarkannya Tritura oleh mahasiswa yang berisi"
  • Bubarkan PKI
  • Turunkan Harga
  • Retool Kabiner Dwikora
-Februari 1966 Presiden Soekarno membentuk Dwikora yang disempurnakan atau sering dikenal dengan kabinet Seratus Menteri yang tidak mencermati tuntutan para mahasiswa yang ditandai dengan tidak dimasukannya A.H Nasution dalam kabiner dan masih banyaknya orang yang dianggap komunis di dalam kabiner tersebut
-11 Maret 1966: Dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR)
-12 Maret 1966: Pangkopkamtib, Letjen Suharto menyatakan pembubaran PKI

Liat Juga Ringkasan Materi Sejarah:
Sejarah Indonesia 
Pengantar ilmu sejarah disini
Zaman Hindu-Budha di Indonesia disini
Politik Kolonial Abad ke 19 disini
Perlawanan Kolonialisme Barat Pada Abad ke 19 disini

Sejarah Dunia
Sejarah Perkembangan Pemikiran Eropa disini
Latar Belakang Penjelahan Samudra Bangsa Eropa disini
Revolusi Industri disini
Revolusi Amerika disini
Revolusi Prancis disini
Nasionalisme Bangsa Asia-Afrika disini
Perang Dunia I dan II disini
Perang Dingin disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon